Hi ALL ,  welcome  |  MY SITE  |  PLEASE READ  |  THANK'S YOU ALL
Selamat datang di online learning, Ayo, terus belajar dan ilmu adalah teman yang paling baik. (kritik dan saran hubungi mhharismansur@gmail.com atau Hp. 081329653007)

Mengajarkan Sopan Santun Kepada Anak

Written By mhharismansur on Senin, 17 Desember 2012 | 05.07


Kita sering mendengar tentang pentingnya mengajarkan sopan santun kepada anak sejak dini. Orang tua pun memegang kunci penting dalam mengajarkan sopan santun terhadap anaknya. Tapi masih banyak orang tua yang tidak yakin bagaimana cara mengajarkannya kepada anak.
Berikut adalah tips bagaimana mengajarkan sopan santun kepada anak:
1. Jelaskan  batas-batas kesopanan
Pastikan anak Anda tahu persis apa yang diharapkan darinya. Jelaskan perbedaan antara sikap yang sopan dan sikap yang tidak sopan serta jelaskan juga bagaimana Anda ingin ia berperilaku.
2. Lakukan secara bertahap
Ajarkan sopan santun kepada anak secara bertahap, seiring dengan perkembangan ketrampilan dan pemahaman anak. Mungkin tidak ada gunanya untuk meminta anak usia 2-3 tahun untuk berhenti mengunyah dengan mulut terbuka. Ia mungkin tidak mempunyai pemahaman dan koordinasi fisik untuk makan dengan mulut tertutup.  Lain halnya dengan anak yang lebih besar, mereka akan mempunyai kemampuan untuk memahami alasan dari peraturan yang ada.
3. Selalu mengingatkan
Bilamana anak Anda melakukan sesuatu yang tidak tepat atau tidak sopan, ingatkan  segera hal sopan yang seharusnya ia lakukan.  Jangan menunda  atau menunggu untuk membicarakannya.
4. Berikan banyak pujian
Anak-anak memberikan respon terbaik melalui  sikap positif, oleh karena itu berikan banyak pujian ketika  anak Anda melakukan sesuatu yang benar. Biarkan dia tahu bahwa perilakunya terpuji.
5. Bermain peran
Ajak anak untuk bermain peran. Berpura-puralah menjadi tamu dan ajarkan apa yang harus ia lakukan atau katakan kepada tamu tersebut. Hal ini akan membantu anak memahami lebih jelas sikap bagaimana yang diharapkan darinya dan memberikan Anda berdua kesempatan untuk bersenang-senang sedikit melalui bermain peran.
6. Menghargai perilaku baik
Buatlah grafik untuk mencatat perilakunya yang baik dan sopan, dan berikan penghargaan atau hadiah untuk kemajuannya.  Pengingat visual akan lebih membantu anak untuk tetap pada perilaku baiknya dan berikan sedikit hadiah untuk menyempurnakan perilakunya.
7. Jadilah teladan
Berilah contoh yang baik. Tidaklah adil untuk mengharapkan kesopanan anak jika orang tuanyapun tidak sopan.
sumber : klik disini
Artikel yang berkaitan
  • Mengajarkan Anak Membaca
  • Ruang Belajar Untuk Anak
  • 6 Tips Menjadikan Anak Gemar Membaca
  • Mengajarkan Sopan Santun Kepada Anak
  • Tata Krama Dasar yang Harus Dimiliki Anak
  • Ketika Anak Anda adalah Si Penindas
  • Yang Harus Diketahui Mengenai Bullying
  • Mengajarkan Anak untuk Berpikir Positif
  • Mengajarkan Toleransi Dan Perbedaan Pada Anak
  • Mengajarkan Anak Tentang Uang
  • Perlukah Homeschooling?
  • Homeschooling : Apa Yang Perlu Dipertimbangkan
  • Cara Membimbing Anak Belajar Mengembangkan Potensi Diri
  • Cara Mengarahkan Anak Senang Menulis
  • Laporkan Bullying Lewat SMS
  • Verbal Bullying (Intimidasi secara lisan)
  • Mengajarkan Percaya Diri Pada Anak Pemalu
  • Melatih Anak Berani Tampil di Depan Publik
  • Mengubah Sikap Sombong Dengan Menghargai Orang Lain
  • Apakah Cyber-bullying itu?
  • Tanda-tanda Anak Mengalami Cyber-bullying
  • Cyber-Bullying : Apa Yang Perlu Orang Tua Lakukan
  • Menabung Yuk!
  • Mengajarkan Anak Sholat
  • Mengajarkan Anak Tanggung Jawab
  • Jangan Bantu PR Anak Anda!
  • Tips Memilih Sekolah Untuk Anak
  • Memilih Teman Belajar Yang Baik
  • Pendidikan Sex Untuk Anak Usia 5-12 Tahun
  • Cara Melatih Disiplin Anak
  • Apa Gaya Belajar Anak Anda?
  • Menentukan Tempat Berlibur Yang Menyenangkan Dan Edukatif
  • Mengajarkan Si Kecil Berpuasa
  • Memahami Karakteristik Gaya Belajar Anak
  • Strategi Untuk Membantu Anak Sesuai Dengan Gaya Belajarnya
  • Belajar Yang Menyenangkan Dengan Memasak Bersama Anak
  • Tips Membantu Anak Mengerjakan PR Secara Mandiri
  • Tips Untuk Menghindari PR “Darurat” (1)
  • Manfaat Memasak Bersama Anak Kita
  • Tips Untuk Menghindari PR “Darurat” (2)
  • Tidak ada komentar:

    Posting Komentar