Hi ALL ,  welcome  |  MY SITE  |  PLEASE READ  |  THANK'S YOU ALL
Selamat datang di online learning, Ayo, terus belajar dan ilmu adalah teman yang paling baik. (kritik dan saran hubungi mhharismansur@gmail.com atau Hp. 081329653007)
Tampilkan postingan dengan label obesitas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label obesitas. Tampilkan semua postingan

Apakah Anak Anda Gemuk Sehat atau Obesitas?

Written By mhharismansur on Kamis, 13 Desember 2012 | 05.40


Rasanya senang sekali melihat balita yang berpipi chubby, berbadan montok dengan pinggul padat berisi, nafsu makan yang banyak, atau singkatnya gemuk. Eits tunggu dulu bunda, gemuk tak selamanya sehat. Kok begitu? Iya, karena bisa jadi anak anda mengalami kegemukan yang memicu pada obesitas. Kan masih anak-anak? Eh, obesitas juga dapat menyerang anak-anak loh bunda, tak mengenal usia. Maka dari itu, yuk kita sama-sama mengenal obesitas dan bagaimana kita tahu, anak kita gemuk lucu atau gemuk karena obesitas.
Obesitas menurut catatan Wikipedia adalah kelebihan berat badan yang diakibatkan oleh penimbunan lemak di dalam tubuh. Obesitas sangat dipengaruhi oleh pola makan dan jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh kita. Di masa sekarang ini, justru obesitas banyak menyerang anak-anak. Bagaimana tidak? Kebiasaan dan pola makan anak-anak yang sering “bengal” menjadi pemicunya.
Anak-anak terutama untuk usia 10 tahun ke bawah sangat menyukai makanan yang manis. Mereka adalah pemilih makanan yang baik, dimana lidah mereka tahu mana makanan yang enak dan tidak enak. Mereka cenderung memilih makanan cepat saji yang mengandung banyak kalori (plus bumbu penyedap Monosodium Glutamat / MSG) dibandingkan dengan makanan sehat yang kita buat.
Keaktivan pergerakan anak juga berpengaruh terhadap obesitas. Waspadai jika anak anda lebih banyak duduk diam dibanding berlarian bersama teman-temannya. Ditambah bila anak anda berpostur gemuk, bisa jadi hal itu akan memicu obesitas pada anak. Karena pada saat anak aktif bergerak maka dalam tubuh terjadi metabolisme yang akan membakar lemak menjadi tenaga, sehingga meskipun dia terlihat chubby dan menggemaskan, anak bunda tetap sehat dan terhindar dari obesitas.
Bunda tentu ingin tahu perbedaan anak yang chubby dan anak yang terkena obesitas secara pasti. Bunda dapat menggunakan Body Mass Index sebagai patokan berat ideal anak. Untuk itu penting bagi bunda untuk mengenal BMI (Body Mass Index) untuk menangani obesitas pada anak.
sumber : klik disini
Artikel pendukung
  • Apakah Anak Anda Gemuk Sehat atau Obesitas?
  • Mengenal BMI (Body Mass Index) untuk Menangani Obesitas pada Anak
  • Gaya Hidup Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Jenis-Jenis Makanan Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Stress Dapat Meningkatkan Resiko Obesitas Pada Anak Perempuan
  • Obesitas pada Anak dan Tekanan Darah Tinggi
  • Pengenalan Makanan Padat Pada Bayi dan Resiko Obesitas
  • Pengenalan Puasa Ramadhan pada Anak Obesitas
  • Pertolongan Pertama Jika Terjadi Kejang Demam Pada Anak
  • Apa Yang Harus Dilakukan Jika Kejang Demam Pada Bayi
  • Tanda-Tanda Demam Berdarah Pada Anak dan Pencegahannya
  • Masalah Kulit Wajah Anak Usia 18 Tahun
  • Mengatasi Dehidrasi Kulit Di Bulan Ramadhan
  • Pengaruh Kulit Bayi Terhadap Penyakit Sepsis
  • Mengenal Jenis Gigi Anak dan Fungsinya
  • Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Gigi Anak
  • Mengenalkan Pentingnya Merawat Gigi Sejak Dini
  • Karang Gigi Anak: Penyebab dan Cara Membersihkan
  • Cara Mengatasi Keracunan Makanan
  • Mengatasi Luka Gigitan Ular
  • 05.40 | 0 komentar

    Mengenal BMI (Body Mass Index) untuk Menangani Obesitas pada Anak


    Cara paling sederhana untuk benar-benar mengetahui apakah buah hati bunda terkena obesitas atau tidak adalah dengan menghitung Body Mass Index (BMI). BMI menurut Wikipedia adalah kadar lemak dalam tubuh yang dihitung berdasarkan berat badan dan tinggi badan seseorang. Pentingnya mengenal BMI (Body Mass Index) untuk menangani obesitas pada anak adalah bunda dapat dengan pasti menentukan anak yang terkena obesitas maupun yang tidak.
    BMI diukur dengan membagi berat badan dengan kuadrat tinggi badan. Sedangkan untuk mengetahui berat badan ideal pada anak dapat dilakukan dengan rumus mengalikan 2 umur anak bunda ditambah dengan bilangan 8 atau 8 + (2 x umur anak).
    Kriteria anak bunda mengalami obesitas atau tidak dapat dilihat dari hasilnya dalam persentil. Berikut kriterianya :
    • Persentil kurang dari 25 : sangat kurus, perlu untuk penambahan gizi agar anak bunda tidak sakit atau menderita anorexia (penyakit akibat terlalu kurus)
    • Persentil 25 – 75 : berat badan normal
    • Persentil 75 – 95 : kegemukan, waspada jika anak bunda sudah mendekati area angka ini, karena jika tidak segera ditangani maka obesitas terjadi begitu cepat.
    • Persentil lebih dari 95 : anak bunda positif terkena obesitas.
    Contohnya adalah bila anak bunda berumur 7 tahun, maka berat badan ideal untuk anak usia 7 tahun adalah 8 + (2 x 7) = 22 kg.  Misalkan anak bunda mempunyai tinggi 90 cm dan berat 25 kg, apakah itu normal, kegemukan atau obesitas? Dengan rumus BMI kita akan tahu. Berikut perhitungannya, 25 : (90 x 90) = 0.0030 atau setara dengan persentil 30. Maka anak anda tergolong normal.
    Pada beberapa literatur yang membahas obesitas pada anak, tertulis bahwa jika dibiarkan berkelanjutan, obesitas pada anak dapat membahayakan. Obesitas dapat menyebabkan anak bunda mengalami diabetes dini, penyakit jantung dan liver terlalu dini, peningkatan kadar kolesterol yang tidak semestinya. Pada anak perempuan, obesitas dapat memacu kelainan hormonal dan gangguan pertumbuhan seksual seperti tidak rutinnya masa menstruasi dan lain sebagainya. Obesitas juga berbahaya bagi kehidupan sosial anak bunda, karena semakin dewasa jika obesitas anak bunda dibiarkan, maka anak bunda akan mengalami kesulitan dalam bergaul seperti minder dan sebagainya.
    Mengenal BMI dapat membantu bunda untuk menangani bahaya obes itas anak bunda lebih awal sehingga lebih mudah diatasi. Pentingnya mengenal BMI untuk menangani obesitas pada anak harus mulai diperhatikan oleh bunda agar dapat membantu anak bunda menghindari bahaya obesitas.
    sumber : klik disini
    Artikel pendukung
  • Apakah Anak Anda Gemuk Sehat atau Obesitas?
  • Mengenal BMI (Body Mass Index) untuk Menangani Obesitas pada Anak
  • Gaya Hidup Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Jenis-Jenis Makanan Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Stress Dapat Meningkatkan Resiko Obesitas Pada Anak Perempuan
  • Obesitas pada Anak dan Tekanan Darah Tinggi
  • Pengenalan Makanan Padat Pada Bayi dan Resiko Obesitas
  • Pengenalan Puasa Ramadhan pada Anak Obesitas
  • Pertolongan Pertama Jika Terjadi Kejang Demam Pada Anak
  • Apa Yang Harus Dilakukan Jika Kejang Demam Pada Bayi
  • Tanda-Tanda Demam Berdarah Pada Anak dan Pencegahannya
  • Masalah Kulit Wajah Anak Usia 18 Tahun
  • Mengatasi Dehidrasi Kulit Di Bulan Ramadhan
  • Pengaruh Kulit Bayi Terhadap Penyakit Sepsis
  • Mengenal Jenis Gigi Anak dan Fungsinya
  • Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Gigi Anak
  • Mengenalkan Pentingnya Merawat Gigi Sejak Dini
  • Karang Gigi Anak: Penyebab dan Cara Membersihkan
  • Cara Mengatasi Keracunan Makanan
  • Mengatasi Luka Gigitan Ular
  • 05.37 | 0 komentar

    Gaya Hidup Penyebab Obesitas Pada Anak


    Kali ini anda akan mempelajari bagaimana Gaya Hidup Penyebab Obesitas Pada Anak agar jika anak anda mengalami kegemukan, anda bisa melakukan antisipasi lebih cepat. Dulu penyakit kegemukan tubuh yang bernama Obesitas ini masih dianggap sebuah penyakit langka saja karena memang masih jarang yang menyerang manusia pada saat itu apalagi anak-anak. Nah seiring bertumbuhnya waktu dan teknologi, tampaknya membuat penyakit Obesitas seperti sebuah mimpi buruk yang siap dan mudah untuk menyerang siapa saja. Bahkan saat ini salah satu target yang paling sering adalah anak-anak yang tentu saja ini adalah berita yang sangat buruk. Para dokter dan ahli menyelidiki hal ini sampai akhirnya ditemukan sebuah kesimpulan yang pasti dimana adalah Gaya Hidup.
    Cukup menyedihkan memang jika anda melihat banyak sekali orang tua yang justru sangat memanjakan anaknya dalam urusan makanan. Bayangkan saja, ketika sang anak menangis meminta snack maka orang tuanya akan segera mengajaknya keluar dan membelikannya dalam jumlah yang banyak. Nah seringnya mengkonsumsi makanan sejenis ini membuat sang anak menjadi semakin gemuk, belum lagi jika dia ternyata tidak diajarkan untuk aktif maka akan semakin cepat penyakit obesitas ini menyerangnya. Ini hanyalah salah satu alasan saja dari beberapa alasan lain yang mungkin anda pun tidak sadar telah melakukannya.

    Gaya Hidup Penyebab Obesitas Pada Anak, Salah Orang Tua?

    Orang tua tentu saja menjadi panutan dan juga pembelajaran bagi anak-anak mereka. Apapun yang mereka ajarkan pasti akan diterima baik itu berupa hal yang positif atau bahkan hal yang negatif sekalipun. Ya, anak-anak adalah seorang makhluk indah yang masih polos seperti layaknya sebuah kendaraan baru yang minta di isi bahan bakar untuk menjalankannya. Jika anda mengisi kendaraan tersebut dengan bahan bakar kualitas atas maka akan baik dan terawat juga kendaraan anda, sebaliknya jika anda ternyata mengisinya dengan bahan bakar murahan dan jelek maka akan hancur juga hasilnya. Sama juga seperti anak anda.
    Jika anda sudah menanamkan pengertian secara bertahap dan terus menerus bahwa makanan semacam snack itu sangat tidak baik baginya, maka dia akan semakin mengerti dan menurut kepada anda. Tapi jika anda melepasnya, jangan kaget jika dia akan menjadi sangat gemuk, egois dan bahkan mudah terserang penyakit-penyakit yang tidak akan anda sangka sebelumnya. Wajib untuk anda tahu, kasih sayang sesungguhnya bukan berasal dari pemberian kebebasan pada sang anak dan memanjakannya melainkan berasal dari segala perhatian anda yang menjauhkannya dari hal-hal yang bisa merusak dan merugikannya.

    Cara Mengantisipasi Gaya Hidup Penyebab Obesitas Pada Anak

    Jika anda merupakan orang tua yang masih baru mempunyai anak maka tentunya hal ini akan mudah karena anda hanya perlu mengajarkannya saja bagaimanakah pola hidup yang sehat dan menguntungkannya. Tetapi jika anda sudah memiliki anak yang tergolong gemuk atau bahkan obesitas, maka anda sebagai orang tua harus lebih ekstra bersabar untuk mengajarkannya bagaimanakah pola hidup yang sehat itu. Jelaskan secara bertahap mengapa pola itu baik dan sangat menguntungkannya karena bagi dia hanya hal yang menyenangkan saja yang mau dia terima.
    sumber : klik disini
    Artikel pendukung
  • Apakah Anak Anda Gemuk Sehat atau Obesitas?
  • Mengenal BMI (Body Mass Index) untuk Menangani Obesitas pada Anak
  • Gaya Hidup Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Jenis-Jenis Makanan Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Stress Dapat Meningkatkan Resiko Obesitas Pada Anak Perempuan
  • Obesitas pada Anak dan Tekanan Darah Tinggi
  • Pengenalan Makanan Padat Pada Bayi dan Resiko Obesitas
  • Pengenalan Puasa Ramadhan pada Anak Obesitas
  • Pertolongan Pertama Jika Terjadi Kejang Demam Pada Anak
  • Apa Yang Harus Dilakukan Jika Kejang Demam Pada Bayi
  • Tanda-Tanda Demam Berdarah Pada Anak dan Pencegahannya
  • Masalah Kulit Wajah Anak Usia 18 Tahun
  • Mengatasi Dehidrasi Kulit Di Bulan Ramadhan
  • Pengaruh Kulit Bayi Terhadap Penyakit Sepsis
  • Mengenal Jenis Gigi Anak dan Fungsinya
  • Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Gigi Anak
  • Mengenalkan Pentingnya Merawat Gigi Sejak Dini
  • Karang Gigi Anak: Penyebab dan Cara Membersihkan
  • Cara Mengatasi Keracunan Makanan
  • Mengatasi Luka Gigitan Ular
  • 05.35 | 0 komentar

    Jenis-Jenis Makanan Penyebab Obesitas Pada Anak


    Apa saja Jenis makanan penyebab obesitas pada anak? Kelebihan berat badan kini telah menjadi masalah bagi semua orang di seluruh dunia. Bahkan kelebihan berat badan atau obesitas dapat menimpa anak-anak. Anak-anak yang mengalami obesitas berpotensi mengalami obesitas juga saat dewasa. Padahal orang terkena obesitas sangat dekat dengan penyakit jantung, liver, diabetes dan stroke. Penelitian beberapa ahli menyatakan tiap tahun jumlah penderita obesitas semakin bertambah. Itu artinya semakin bertambah pula potensi orang terkena penyakit berbahaya yang telah disebutkan tersebut. anda tentu tidak ingin anak anda mengalaminya.

    Makanan Anak Dapat Menyebabkan Obesitas?

    Taukah anda bahwa obesitas dapat ditimbulkan oleh makanan yang anda berikan pada anak anda. Jika anda salah memberi buah hati anda jenis makanan yang tepat resiko obesitas adalah akibatnya. Banyak makanan pasaran kini kaya akan gula dan lemak yang dapat menyebabkan obesitas.
    Jenis makanan penyebab obesitas pada anak adalah:
    1. Junk food
    Apa itu junk food? Ini adalah jenis makanan cepat saji yang banyak sekali di pasaran. Anak-anak sering sekali dengan makanan jenis ini karena bentuknya menarik dan promosi yang sering mereka lihat di televisi. Padahal makanan jenis ini sangat berbahaya. Makanan jenis ini banyak sekali mengandung kolesterol dan gula yang dapat menyebabkan obesitas. kandungan gula yang tinggi dalam tubuh akan dikonversi menjadi lemak dan ditimbun dalam tubuh.
    2. Softdrink
    Anak-anak sekarang ini sangat menyukai minuman ini. Softdrink adalah minuman ringan yang memiliki berbagai jenis rasa. Minuman jenis ini kaya akan gula cair yang sangat mudah diserap tubuh. Jika diminum secara rutin tingginya gula dapat menyebabkan obesitas bahkan diabetes.
    3. Jus buah
    Lebih baik memberi buah hati anda buah segar, mengapa? Karena dengan membuatnya menjadi jus berarti anda telah mengurangi serat dalam buah tersebut. penelitian di amerika serikat menyatakan jus memiliki kandungan gula dalam bentuk cai serta kandungan serat yang rendah dibanding buah segar sehingga dapat menyebabkan obesitas jika dikonsumsi berlebihan oleh anak-anak.
    4. Susu formula
    Sekarang ini banyak sekali susu formula di pasaran yang memberi gula tambahan pada susu. Gula tambahan inilah yang menyebabkan obesitas. perusaan produsen umumnya melirik pasar dimana anak-anak lebih menyukai hal-hal yang manis sehingga mereka memberikan gula tambahan agar disukai oleh anak-anak. Ada baiknya sebelum anda memilih susu formula anda meneliti dulu kandungan gizinya.

    Makanan Yang Dianjurkan Untuk Mengatasi Obesitas

    Beberapa makanan secara tidak kita sadari ternyata dapat menyebabkan obesitas. Jenis makanan yang menyebabkan obesitas pada anak tersebut mengandung banyak kalori yang dapat menyebabkan obesitas. kita harus selektif dalam memilih makan yang tepat agar bahaya obesitas tidak mengancam buah hati anda. Kami telah merangkum beberapa jenis makanan yang dianjurkan untuk menekan obesitas
    1. Sayur
    Sayur adalah makanan yang kaya akan vitamin dan mineral namun rendah kalori. Sayur dapat membuat kita kenyang tanpa harus mengkonsumsi banyak kalori.
    2. Yogurt untuk camilan
    Jika anda terbiasa mengkonsumsi camilan yang tinggi kalori, gantilah dengan yogurt. Yogurt dapat menurunkan kolesterol anda. Anda dapat mengurangi kolesterol tanpa harus bersusah payah meninggalkan konsumsi mengkonsumsi camilan.
    3. Konsumsi buah segar
    Konsumsilah buah segar. Buah segar mengandung banyak serat. Serat membuat anda tidak mudah lapar sehingga dapat mengurangi konsumsi kalori anda perhari.
    Makanan pun ternyata dapat menyebabkan obesitas. Hindari Jenis makanan penyebab obesitas pada anak yang dapat mendekatkan anak anda dari berbagai penyakit berbahaya. Semoga beberapa informasi yang kami sampaikan dapat membantu anda memilih makanan yang tepat untuk buah hati anda.
    sumber : klik disini
    Artikel pendukung
  • Apakah Anak Anda Gemuk Sehat atau Obesitas?
  • Mengenal BMI (Body Mass Index) untuk Menangani Obesitas pada Anak
  • Gaya Hidup Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Jenis-Jenis Makanan Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Stress Dapat Meningkatkan Resiko Obesitas Pada Anak Perempuan
  • Obesitas pada Anak dan Tekanan Darah Tinggi
  • Pengenalan Makanan Padat Pada Bayi dan Resiko Obesitas
  • Pengenalan Puasa Ramadhan pada Anak Obesitas
  • Pertolongan Pertama Jika Terjadi Kejang Demam Pada Anak
  • Apa Yang Harus Dilakukan Jika Kejang Demam Pada Bayi
  • Tanda-Tanda Demam Berdarah Pada Anak dan Pencegahannya
  • Masalah Kulit Wajah Anak Usia 18 Tahun
  • Mengatasi Dehidrasi Kulit Di Bulan Ramadhan
  • Pengaruh Kulit Bayi Terhadap Penyakit Sepsis
  • Mengenal Jenis Gigi Anak dan Fungsinya
  • Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Gigi Anak
  • Mengenalkan Pentingnya Merawat Gigi Sejak Dini
  • Karang Gigi Anak: Penyebab dan Cara Membersihkan
  • Cara Mengatasi Keracunan Makanan
  • Mengatasi Luka Gigitan Ular
  • 05.32 | 0 komentar

    Stress Dapat Meningkatkan Resiko Obesitas Pada Anak Perempuan


    Stress dapat meningkatkan resiko obesitas pada anak perempuan, termasuk anak anda. Seringkali orang dewasa merasa gemas ketika melihat anak-anak yang gemuk dan menggemaskan, dan menganggap anak-anak ini pasti banyak makan. Padahal menurut penelitian, kegemukan ini terjadi akibat stress yang menempel pada otak anak, dan mempengaruhi kemampuannya dalam mengatur nafsu makan. Lalu, apa yang mungkin menimbulkan stress pada anak yang seharusnya hidup dalam dunia yang penuh keceriaan? Penyebab paling dominan yang sering ditemukan adalah hubungan anak dengan ibu yang kurang harmonis pada masa balita.
    Obesitas ini harus ditangani dengan serius karena masa depan anak masih panjang. Segera periksa berat badan anak anda, apakah sesuai dengan usia dan tinggi badannya, sebelum dampak buruk obesitas mulai muncul. Perhatikan gaya hidup anak anda, karena pola makan yang tidak sehat adalah salah satu pemicu obesitas selain rasa stress dan kurangnya aktivitas fisik. Hindari junk food meskipun ini adalah makanan kesukaan anak anda, dan begitu pula dengan makanan yang manis-manis termasuk biskuit, sampai minuman yang mengandung soda. Sering-seringlah mengajak anak anda beraktifitas dan tidak membiarkannya sibuk dengan televisi ataupun video games setiap saat.

    Stress Dapat Meningkatkan Resiko Obesitas Pada Anak Perempuan Yang Tertekan Oleh Ejekan

    Selain sisi psikologis anak yang sedang bosan, faktor hormon, genetis, dan stress dapat meningkatkan resiko obesitas pada anak perempuan. Saat ini banyak sekali kasus obesitas yang muncul di usia anak-anak dan mengundang keprihatinan karena resikonya yang cukup besar terhadap kesehatan si kecil. Anak-anak ini di masa depannya menghadapi resiko komplikasi antara diabetes tipe 2 dan juga gangguan pada metabolismenya yang dapat mengakibatkan sakit jantung, tumpukan lemak di bagian perut, tekanan darah tinggi, sampai kolesterol tinggi.
    Selain itu, obesitas pada anak juga memicu bertumpuknya plak pada arteri yang biasanya berujung pada stroke. Gangguan pada pernafasan, batu empedu, ketidaksuburan, sampai keseimbangan hormon juga dapat terjadi. Seringkali hal ini yang mengakibatkan anak mengalami menstruasi dan masa puber lebih dini, bahkan depresi dan kehilangan kepercayaan diri akibat sering diejek oleh teman-teman atau orang lain disekitarnya. Rawatlah anak dengan tepat supaya obesitas tidak berlanjut terus sampai dewasa. Tambahkan sayuran kaya serat serta buah-buahan yang lebih banyak pada hidangannya, lalu kurangi camilan maupun makanan lain yang bercita rasa manis. Temukan aktifitas yang menarik bagi si kecil dan bisa melatih fisiknya untuk bergerak. Anda bisa meluangkan waktu anda untuk menemaninya bersepeda, berenang, atau sekedar bermain bola di halaman rumah anda. Lakukan ini demi kesehatan dan masa depannya.

    Stress Dapat Meningkatkan Resiko Obesitas Pada Anak Perempuan Yang Kurang Sehat

    Anda patut bersyukur jika si kecil bebas dari obesitas, tetapi jika anda ingin menjauhkannya dari resiko yang bisa menyerang kapan saja, ciptakan hubungan emosional yang dekat dengan anak perempuan anda, selain melakukan beberapa anjuran berikut ini. Ketika anak sudah merasa kenyang, jangan memaksanya untuk menghabiskan makanan. Lebih baik ambil makanan dalam porsi kecil sejak awal, supaya tidak ada yang disisakan. Ketika anak sanggup menghabiskan makanannya, anda tidak perlu menghadiahinya dengan permen atau makanan manis lainnya. Beri kesempatan anak menikmati tayangan televisi, tetapi batasi jamnya. Ingat bahwa kesehatan tidak identik dengan tubuh berisi apalagi gemuk. Nutrisi yang diberikan dengan baik tidak selalu harus sampai menggemukkan anak anda. Bekali anak anda dengan makanan sehat buatan anda sendiri untuk menghindarinya jajan di sekolah. Perhatikan beberapa hal penting tadi untuk membantu anak lebih sehat dan terhindar dari kenyataan bahwa stress dapat meningkatkan resiko obesitas pada anak perempuan
    sumber : klik disini
    Artikel pendukung
  • Apakah Anak Anda Gemuk Sehat atau Obesitas?
  • Mengenal BMI (Body Mass Index) untuk Menangani Obesitas pada Anak
  • Gaya Hidup Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Jenis-Jenis Makanan Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Stress Dapat Meningkatkan Resiko Obesitas Pada Anak Perempuan
  • Obesitas pada Anak dan Tekanan Darah Tinggi
  • Pengenalan Makanan Padat Pada Bayi dan Resiko Obesitas
  • Pengenalan Puasa Ramadhan pada Anak Obesitas
  • Pertolongan Pertama Jika Terjadi Kejang Demam Pada Anak
  • Apa Yang Harus Dilakukan Jika Kejang Demam Pada Bayi
  • Tanda-Tanda Demam Berdarah Pada Anak dan Pencegahannya
  • Masalah Kulit Wajah Anak Usia 18 Tahun
  • Mengatasi Dehidrasi Kulit Di Bulan Ramadhan
  • Pengaruh Kulit Bayi Terhadap Penyakit Sepsis
  • Mengenal Jenis Gigi Anak dan Fungsinya
  • Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Gigi Anak
  • Mengenalkan Pentingnya Merawat Gigi Sejak Dini
  • Karang Gigi Anak: Penyebab dan Cara Membersihkan
  • Cara Mengatasi Keracunan Makanan
  • Mengatasi Luka Gigitan Ular
  • 05.30 | 0 komentar

    Obesitas pada Anak dan Tekanan Darah Tinggi


    Obesitas pada anak dan tekanan darah tinggi  adalah satu kesatuan yang kurang baik bagi masa depan anak. Ketika si kecil mengalami obesitas, periksakan ke dokter tekanan darahnya. Ini sangat penting untuk mendeteksi sedini mungkin hipertensi yang muncul pada anak. Biasanya, anak yang terserang hipertensi akan mengeluh pusing, nyeri di bagian perut, muntah, gelisah, sakit kepala, pandangan kabur, kehilangan nafsu makan, turunnya berat badan, sampai keluar keringat yang cukup berlebihan.
    Untuk memastikan hipertensi pada anak, perlu dilakukan diagnosa yang berbeda dibandingkan dengan hipertensi pada orang dewasa. Anak-anak akan diperiksa, lalu diagnosa akan diberikan berdasarkan angka persentil hasil perbandingan menggunakan tabel tekanan darah. Tekanan darah yang normal akan menampilkan angka dibawah 90, sedangkan persentil 90-95 sudah memasuki batas atas, persentil diatas 95 masuk kategori hipertensi, dan persentil diatas 99 tergolong hipertensi berat. Apabila yang dialami anak anda masih tergolong ringan, tanpa terapi obat-obatan apapun, anda bisa mengusahakan penurunan tekanan darahnya melalui cara-cara yang alami seperti mengurangi berat badan si kecil lewat diet yang lebih sehat serta pola makan yang lebih tertata. Cari tahu jenis olahraga yang disukai anak anda, lalu ajak dia untuk berolahraga dengan teratur. Anda juga bisa menikmati serta merasakan manfaat dari kegiatan berenang maupun hiking bersamanya bukan?

    Tingginya Angka Penderita Obesitas pada Anak dan Tekanan Darah Tinggi di Seluruh Dunia

    Ketika anda mengolah makanan sehari-hari anak anda, kurangilah kadar garamnya, karena yang aman hanya sekitar 4-5 gram saja sehari. Menjauhkan anak dari asap rokok juga tidak kalah penting. Obesitas pada anak dan tekanan darah tinggi dapat ditangani dengan terapi tanpa obat maupun dengan obat-obatan dari dokter. Ketika terapi tanpa obat tidak menunjukkan hasil yang signifikan, lebih baik anda segera menemui dokter anda untuk mendapatkan petunjuk yang spesifik tentang terapi yang sesuai tanpa meninggalkan usaha-usaha lain yang sudah anda lakukan setiap hari.
    Anda memang harus memperhatikan masalah ini dengan lebih serius, mengingat angka penderita obesitas dibawah lima tahun sudah mencapai 22 juta anak di seluruh dunia. Perbandingannya mencapai satu dari tiga anak yang pasti mengidap obesitas. Di Amerika Serikat sendiri, anak-anak yang menderita obesitas di rentang usia 6-11 tahun meningkat sampai 3 kali lipat hanya dalam 3 dasawarsa.

    Mengatasi Resiko Obesitas pada Anak dan Tekanan Darah Tinggi dengan Mudah

    Negara-negara berkembang seperti Indonesia juga tidak kalah rentan dengan kasus obesitas pada anak-anak yang mungkin membentuk generasi baru yang lebih dahulu meninggal dibandingkan orangtuanya akibat komplikasi yang ditimbulkan oleh obesitas, termasuk hipertensi. Semakin tinggi angka kasus obesitas, berarti angka kasus hipertensi pada anak juga meningkat tajam. Segera tangani sebelum terjadi booming kasus penyakit kardiovaskular pada remaja.
    Kenyataannya, faktor genetis bukanlah penyebab satu-satunya. Yang lebih sering terjadi adalah pilihan makanan yang buruk bersamaan dengan kurangnya aktifitas fisik. Orang tua yang terlalu sibuk akhirnya memilih fast food untuk anak-anaknya. Semakin lahap anak anda memakan fast food tersebut, semakin besar resiko obesitas pada anak dan tekanan darah tinggi yang mengancamnya akibat kadar gula serta lemak yang cukup tinggi.
    sumber : klik disini
    Artikel pendukung
  • Apakah Anak Anda Gemuk Sehat atau Obesitas?
  • Mengenal BMI (Body Mass Index) untuk Menangani Obesitas pada Anak
  • Gaya Hidup Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Jenis-Jenis Makanan Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Stress Dapat Meningkatkan Resiko Obesitas Pada Anak Perempuan
  • Obesitas pada Anak dan Tekanan Darah Tinggi
  • Pengenalan Makanan Padat Pada Bayi dan Resiko Obesitas
  • Pengenalan Puasa Ramadhan pada Anak Obesitas
  • Pertolongan Pertama Jika Terjadi Kejang Demam Pada Anak
  • Apa Yang Harus Dilakukan Jika Kejang Demam Pada Bayi
  • Tanda-Tanda Demam Berdarah Pada Anak dan Pencegahannya
  • Masalah Kulit Wajah Anak Usia 18 Tahun
  • Mengatasi Dehidrasi Kulit Di Bulan Ramadhan
  • Pengaruh Kulit Bayi Terhadap Penyakit Sepsis
  • Mengenal Jenis Gigi Anak dan Fungsinya
  • Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Gigi Anak
  • Mengenalkan Pentingnya Merawat Gigi Sejak Dini
  • Karang Gigi Anak: Penyebab dan Cara Membersihkan
  • Cara Mengatasi Keracunan Makanan
  • Mengatasi Luka Gigitan Ular
  • 05.27 | 0 komentar

    Pengenalan Makanan Padat Pada Bayi dan Resiko Obesitas


    Kaum ibu harus mulai disosialisasikan tentang pengenalan makanan padat pada bayi dan resiko obesitas. Mengapa demikian? Susu formula dan makanan padat seperti biskuit bayi dan bubur bayi merupakan hal yang kita kenal sejak bayi keluar dari usia 1 bulan. Dewasa ini, semakin gencar dikampanyekan pemberian ASI eksklusif untuk bayi selama 6 bulan penuh. Namun, tak sedikit kaum ibu yang masih tak menggubris peringatan tersebut. Alih-alih memberi ASI eksklusif pada bayi, kaum ibu justru malah gencar memberikan susu formula dan makanan padat sejak bayi berusia 4 bulan dengan berbagai alasan. Tapi, tahukah anda, jika pemberian makanan padat bayi sejak dini justru akan memacu obesitas pada anak setelah tumbuh berkembang hingga usia balita nanti? Yuk kita ulas bersama.
    Banyak sekali artikel yang sudah mengulas mengenai pengenalan makanan padat pada bayi dan resiko obesitas pada anak. Namun, entah dengan alasan apa, banyak ibu yang masih memaksakan bayinya untuk mengkonsumsi makanan padat sebelum waktunya. Tidak berbahaya sebenarnya, tetapi pemberian makanan padat yang terlalu berlebih justru akan memicu kegemukan atau obesitas anak selepas usia 3 tahun.

    Pengenalan Makanan Pendamping pada Bayi dan Resiko Obesitas Anak

    Bayi bukanlah seperti orang dewasa yang dapat menerima segala macam makanan secara langsung. Organ dalam tubuh bayi masih belum sempurna dan masih berkembang, oleh karena itu anda harus lebih berhati-hati dalam melakukan pemberian makanan padat. Waktu yang tepat untuk pengenalan makanan pendamping pada bayi adalah selepas masa pemberian ASI eksklusif, yaitu pada usia 6 bulan. Pemberian makanan pendamping pada bayi tidak boleh dilakukan serta merta, melainkan secara bertahap. Penting juga untuk memperhatikan jenis makanan, tekstur kekasaran, rasa dan porsi makannya.

    Jenis Makanan pada Bayi yang Disarankan

    Pengenalan tahap awal makanan padat pada bayi adalah dengan pemberian makanan lunak. Orang-orang jaman dahulu biasa memberikan pisang sebagai makanan pendamping ASI. Pisang dengan tekstur lunak merupakan contoh makanan yang tepat sebagai makanan pengenal. Bayi mempunyai kecenderungan menyukai makanan yang rasanya mirip dengan ASI, yaitu manis. Oleh karena itu, berikanlah makanan manis alami seperti pisang atau pepaya. Namun, anda juga harus berhati-hati, sebaiknya seiring pertumbuhan bayi, variasikanlah dengan bubur halus dengan variasi sayuran yang tidak terlalu manis. Karena apabila terus-menerus bayi diberikan makanan pendamping manis, maka menginjak balita akan mudah mengalami obesitas.
    Menginjak usia 9 bulan, bayi diperkenankan memakan biskuit bayi. Hal ini dimaksudkan agar melatih bayi yang pada umumnya usia 9 bulan merupakan usia pertumbuhan gigi pertamanya. Semakin bertambah usianya, semakin variasikan macam makanannya. Namun perlu diketahui bahwa terlalu banyak pemberian karbohidrat seperti bubur, pisang dan biskuit terlebih lagi dengan rasa yang manis, justru akan menyebabkan resiko obesitas lebih besar. Oleh karena itu, hindari terlalu banyak memberikan makanan manis dan banyak mengandung karbohidrat, sebelum anak anda mulai aktif bergerak. Sebaliknya, pemberian makanan berbau atau berasa tajam karena bumbu-bumbu justru akan mengganggu sistem pencernaan dari bayi anda.
    Kita harus berhati-hati dalam memberikan makanan terhadap bayi. Selain pencernaan bayi masih sangat sensitif, ternyata makanan pada bayi juga mampu menimbulkan resiko obesitas. Sosialisasi mengenai pengenalan makanan padat pada bayi dan resiko obesitas sangat perlu dilakukan agar resiko obesitas dapat ditekan.
    sumber : klik disini
    Artikel pendukung
  • Apakah Anak Anda Gemuk Sehat atau Obesitas?
  • Mengenal BMI (Body Mass Index) untuk Menangani Obesitas pada Anak
  • Gaya Hidup Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Jenis-Jenis Makanan Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Stress Dapat Meningkatkan Resiko Obesitas Pada Anak Perempuan
  • Obesitas pada Anak dan Tekanan Darah Tinggi
  • Pengenalan Makanan Padat Pada Bayi dan Resiko Obesitas
  • Pengenalan Puasa Ramadhan pada Anak Obesitas
  • Pertolongan Pertama Jika Terjadi Kejang Demam Pada Anak
  • Apa Yang Harus Dilakukan Jika Kejang Demam Pada Bayi
  • Tanda-Tanda Demam Berdarah Pada Anak dan Pencegahannya
  • Masalah Kulit Wajah Anak Usia 18 Tahun
  • Mengatasi Dehidrasi Kulit Di Bulan Ramadhan
  • Pengaruh Kulit Bayi Terhadap Penyakit Sepsis
  • Mengenal Jenis Gigi Anak dan Fungsinya
  • Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Gigi Anak
  • Mengenalkan Pentingnya Merawat Gigi Sejak Dini
  • Karang Gigi Anak: Penyebab dan Cara Membersihkan
  • Cara Mengatasi Keracunan Makanan
  • Mengatasi Luka Gigitan Ular
  • 05.24 | 0 komentar

    Pengenalan Puasa Ramadhan pada Anak Obesitas


    Pengenalan puasa Ramadhan pada anak obesitas mungkin merupakan hal yang tidak mudah bagi setiap orang tua untuk menerapkannya kendati hal tersebut perlu untuk diajarkan oleh orang tua pada anak-anak mereka yang menderita obesitas tersebut. Hal ini tentu saja dapat dimaklumi karena sebagai Muslim, kita semua tahu dan setuju bahwa mengajarkan anak untuk puasa Ramadhan merupakan kewajiban orang tua dalam rangka membimbing dan menanamkan nilai-nilai agama kepada anak. Bagi anak, puasa Ramadhan merupakan perjuangan yang besar untuk menahan lapar dan dahaga serta hawa nafsu lainnya. Hal ini disebabkan pada masa ini, anak sedang ‘doyan-doyannya’ makan dan jajan. Apalagi jika anak Anda mengalami obesitas yang notabene suka makan dalam porsi besar. Apalagi jika adik dan teman sepermainannya tidak berpuasa. Tentu Anda akan menemui tantangan tersendiri ketika memberikan pengenalan mengenai puasa pada anak yang menderita obesitas. Bagaimana Anda bisa melakukannya? Simak terus artikel berikut ini.

    Mengapa Anak Obesitas Perlu Berpuasa?

    Anak obesitas merupakan anak yang mengalami kelebihan berat badan jauh di atas normal menurut tinggi badan dan body mass index (BMI) melebihi BMI normal untuk usianya.Anak obesitas jika tumbuh dewasa akan rentan terhadap penyakit seperti kolesterol, jantung dan diabetes. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha pengurangan berat badan agar berat badannya mendekati ideal. Salah satunya yaitu dengan berpuasa.
    Mengajarkan anak berpuasa bertujuan untuk melatih anak menjalankan perintah agama dan juga melatih anak untuk hidup sehat. Pada akhirnya anak yang berpuasa akan mempunyai sifat yang disiplin terhadap waktu makan dan pola makan teratur. Ini penting karena obat paling mujarab untuk mengatasi obesitas yaitu dengan menjaga pola makan yang sehat dan teratur. Mengingat pentingnya manfaat berpuasa, sebagai orang tua sudah selayaknya kita lakukan pengenalan puasa pada anak penderita obesitas.

    Bagaimana Caranya?

    Sebagai tahap awal pengenalan puasa Ramadhan pada anak obesitas Anda perlu mengajarkan beberapa hal berikut ini:
    1. Tanamkan kepada anak mengenai pentingnya menjalankan perintah agama khususnya berpuasa di bulan Ramadhan bagi umat muslim. Meskipun anak-anak belum wajib berpuasa, namun Anda perlu memperkenalkannya sedini mungkin.
    2. Pada satu minggu pertama ajak anak untuk melakukan kegiatan makan sahur dan berbuka puasa bersama. Ini bertujuan untuk menumbuhkan pada diri anak mengenai arti pentingnya kebahagiaan saat berbuka dan makan sahur bersama sehingga diharapkan pula anak akan tertarik mengikuti puasa seperti orang tuanya.
    3. Pada minggu berikutnya ajarkan si anak diajak untuk berpuasa setengah hari dimulai dari terbitnya matahari hingga menjelang siang hari. Ini bertujuan agar si anak tidak kaget dan mudah untuk menjalankannya. Selama menjalankan ibadah puasa, ajak anak untuk berolahraga dan jangan bermalas-malasan. Untuk mengalihkan perhatian dari rasa haus dan lapar, ajak anak untuk bermain atau mendengarkan dongeng cerita Anda.
    4. Pada minggu ke-3 dan ke-4, barulah si anak diajarkan untuk berpuasa sehari penuh. Menahan lapar dan haus bagi anak obe: klisitas tentu hal yang berat. Oleh karena itu ajarkan kepada si anak memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi setiap hari untuk menjaga vitalitas tubuhnya.
    Demikian artikel seputar cara pengenalan puasa Ramadhan pada anak obesitas. Semoga dengan berpuasa anak akan belajar bersikap dan berperilaku sesuai nilai-nilai agama. Begitu juga kesehatannya akan bertambah seiring berkurangnya berat badan yang telah dibakar saat berpuasa.
    sumber : klik disini
    Artikel pendukung
  • Apakah Anak Anda Gemuk Sehat atau Obesitas?
  • Mengenal BMI (Body Mass Index) untuk Menangani Obesitas pada Anak
  • Gaya Hidup Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Jenis-Jenis Makanan Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Stress Dapat Meningkatkan Resiko Obesitas Pada Anak Perempuan
  • Obesitas pada Anak dan Tekanan Darah Tinggi
  • Pengenalan Makanan Padat Pada Bayi dan Resiko Obesitas
  • Pengenalan Puasa Ramadhan pada Anak Obesitas
  • Pertolongan Pertama Jika Terjadi Kejang Demam Pada Anak
  • Apa Yang Harus Dilakukan Jika Kejang Demam Pada Bayi
  • Tanda-Tanda Demam Berdarah Pada Anak dan Pencegahannya
  • Masalah Kulit Wajah Anak Usia 18 Tahun
  • Mengatasi Dehidrasi Kulit Di Bulan Ramadhan
  • Pengaruh Kulit Bayi Terhadap Penyakit Sepsis
  • Mengenal Jenis Gigi Anak dan Fungsinya
  • Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Gigi Anak
  • Mengenalkan Pentingnya Merawat Gigi Sejak Dini
  • Karang Gigi Anak: Penyebab dan Cara Membersihkan
  • Cara Mengatasi Keracunan Makanan
  • Mengatasi Luka Gigitan Ular
  • 05.20 | 0 komentar
    Bse Information, Instructional Media And Educational Articles

    Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *

    Submit ExpressFree Webmaster Tools

    go green indonesia!