Hi ALL ,  welcome  |  MY SITE  |  PLEASE READ  |  THANK'S YOU ALL
Selamat datang di online learning, Ayo, terus belajar dan ilmu adalah teman yang paling baik. (kritik dan saran hubungi mhharismansur@gmail.com atau Hp. 081329653007)
Tampilkan postingan dengan label kulit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kulit. Tampilkan semua postingan

Masalah Kulit Wajah Anak Usia 18 Tahun

Written By mhharismansur on Rabu, 12 Desember 2012 | 22.47


Anak usia 18 tahun dapat dikatakan sebagai usia menuju dewasa. Ia akan bisa mendapatkan KTP ataupun SIM sebagai identitas tambahan. Ia juga sudah mulai sibuk untuk kuliah setelah lulus dari sekolah menengah. Tetapi, karena umurnya yang masih dianggap ‘tanggung’ maka ia pun masih labil dan tanpa berpikir panjang melakukan apapun yang disukainya. Dan hal tersebut tentu saja berakibat kepada fisik dan kesehatannya sendiri. Masalah lain yang sering ditemukan oleh anak usia 18 tahun tentu saja dengan kulit. Sebenarnya, masalah kulit apa yang dihadapi oleh anak usia 18 tahun?

Kulit Wajah Anak Usia 18 Tahun

Anak usia 18 tahun biasanya bermasalah dengan kulit. Hal ini tidak mengherankan karena kulit wajah saat memasuki usia remaja akan muncul karena faktor hormonal. Untuk gadis remaja, faktor hormon biasanya berkaitan dengan siklus bulanan yang harus dihadapinya. Dalam keadaan seperti ini, kesetimbangan hormon menjadi tidak dapat dikendalikan sehingga wajah pun menjadi bermasalah. Apalagi bila ia tergolong malas untuk membersihkan wajah secara teratur, khususnya di malam hari sebelum tidur agar kulit wajahnya terbebas dari kosmetik yang menutup pori-pori. Masalah kulit wajah saat memasuki usia remaja juga dialami oleh anak laki-laki. Jika ia tidak dapat mengontrol makanan yang dikonsumsi dan tidak menjaga kebersihan wajah, maka masalah klasik anak usia 18 tahun berupa jerawat pun akan datang menghampiri. Untuk menghindari semua masalah kulit tersebut, maka anak usia 18 tahun harus rajin-rajin membersihkan wajah dan juga mengontrol makanan. Jika sembarangan mengkonsumsi makanan yang dapat memicu masalah jerawat di wajah seperti makan gorengan dan makanan cepat saji, tentu dampaknya akan langsung dapat terlihat di wajah. Tetapi, jika masalah kulit wajah saat memasuki usia remaja ini tetap membandel, anda dapat melakukan pencegahan dan pengobatan dengan pergi ke dokter sehingga masalah kulit anda pun dapat segera terpecahkan. Oleh karena itu, melakukan kebiasaan baik dengan melakukan olahraga, mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang serta meninggalkan kebiasaan mengkonsumsi makanan yang tidak baik untuk kulit harus benar-benar diperhatikan oleh anak usia 18 tahun.

Kulit Sensitif Pada Anak Usia 18 Tahun

Anak usia 18 tahun juga sering mengalami masalah kulit wajah sensitif. Hal ini sering kali terjadi karena bisa saja ia telah mencoba berbagai macam kosmetik saat masih duduk di SMP. Kulit remaja yang masih sangat alami semestinya dirawat dengan menggunakan kosmetik yang ramah terhadap kulit remaja. Kebanyakan, anak usia 18 tahun salah memilih kosmetik dan tanpa berpikir apakah umurnya telah cocok untuk menggunakannya. Hal ini tidak dibenarkan karena kulit remaja semestinya mendapatkan komposisi bahan yang lebih ringan dibandingkan mereka yang umurnya lebih tua. Jika ia mengabaikannya, maka kulit wajah sensitif dapat menjadi akibat yang harus ditanggung karena memang kulit remajanya telah terkontaminasi zat-zat yang semestinya belum boleh diaplikasikan di wajah. Oleh karena itu, anak umur 18 tahun harus pintar-pintar dalam memilih kosmetik yang akan digunakannya sehari-hari dengan memperhatikan bahan-bahan yang tertera dalam label kemasan. Dengan begitu, permasalahan kulit wajah yang sering dihadapi oleh para remaja pun dapat diminimalisir. Dan bila kulit wajah sensitif ini akhirnya harus ditanggung oleh remaja, maka ia pun harus semakin ekstra hati-hati dalam memilih semua produk perawatan kulit wajah bila tidak ingin wajahnya semakin ‘hancur’. Pemilihan produk kosmetik yang cocok untuk jenis kulit sensitif akan membantu mengurangi permasalahan yang jauh lebih parah bila ia membiarkan saja. Jadi, anak umur 18 tahun harus tahu tipe dan jenis kulitnya sendiri agar ia dapat menemukan kosmetik yang cocok agar tidak salah pilih. Dengan begitu, wajah halus dan mulus pun akan tetap dirasakan oleh anak umur 18 tahun.
sumber : klik disini
Artikel pendukung
  • Apakah Anak Anda Gemuk Sehat atau Obesitas?
  • Mengenal BMI (Body Mass Index) untuk Menangani Obesitas pada Anak
  • Gaya Hidup Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Jenis-Jenis Makanan Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Stress Dapat Meningkatkan Resiko Obesitas Pada Anak Perempuan
  • Obesitas pada Anak dan Tekanan Darah Tinggi
  • Pengenalan Makanan Padat Pada Bayi dan Resiko Obesitas
  • Pengenalan Puasa Ramadhan pada Anak Obesitas
  • Pertolongan Pertama Jika Terjadi Kejang Demam Pada Anak
  • Apa Yang Harus Dilakukan Jika Kejang Demam Pada Bayi
  • Tanda-Tanda Demam Berdarah Pada Anak dan Pencegahannya
  • Masalah Kulit Wajah Anak Usia 18 Tahun
  • Mengatasi Dehidrasi Kulit Di Bulan Ramadhan
  • Pengaruh Kulit Bayi Terhadap Penyakit Sepsis
  • Mengenal Jenis Gigi Anak dan Fungsinya
  • Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Gigi Anak
  • Mengenalkan Pentingnya Merawat Gigi Sejak Dini
  • Karang Gigi Anak: Penyebab dan Cara Membersihkan
  • Cara Mengatasi Keracunan Makanan
  • Mengatasi Luka Gigitan Ular
  • 22.47 | 0 komentar

    Mengatasi Dehidrasi Kulit Di Bulan Ramadhan


    Mengatasi Dehidrasi Kulit Di Bulan Ramadhan dari Dalam dan Luar

    Dehidrasi Kulit Di Bulan Ramadhan adalah suatu hal yang biasa terjadi. Tidak peduli apapun jenis kulit kita, kita akan mengalami perubahan kadar kelembaban pada kulit. Kulit kering pada saat berpuasa bisa terjadi pada orang yang bertipe kulit berminyak. Bagian kulit wajah yang biasanya berminyak akan sedikit terasa kering dan perubahan yang berarti akan terasa di kulit kaki dan tangan, terutama bagian siku dan lutut. Jika kita mempunyai kulit kering, kondisi kulit bisa lebih mengkhawatirkan karena bukan hanya kering, tapi kulit juga akan pecah-pecah dan mengelupas. Di bagian siku atau lutut, tidak jarang terjadi penebalan lapisan kulit karena penumpukan sel kulit mati yang berlebihan. Kekeringan yang cukup ekstrem ini terjadi karena tubuh mengalami dehidrasi yang cukup parah dan tidak ada cairan yang mengganti cairan tubuh yang hilang karena aktifitas tersebut. Satu-satunya kesempatan kita meminum air putih saat berpuasa adalah pada malam hari sesudah waktu berbuka dan pada saat sahur. Tentu saja, sebanyak apapun kita minum air pada saat tersebut, kita tetap akan mengalami kekeringan pada kulit.

    Mencegah Kekeringan pada Kulit dari Dalam

    Dehidrasi Kulit Di Bulan Ramadhan terjadi karena hilangnya cairan tubuh karena aktifitas dan tidak ada penggantian cairan tersebut lewat air putih yang kita minum. Bukan hanya terasa kering dan kasar, tetapi kulit yang kering juga akan terlihat kusam dan bahkan gatal. Untuk mencegah kekeringan pada kulit, terutama pada kulit kaki dan tangan, kita bisa melakukan beberapa perawatan.
    Kita tidak bisa minum air putih pada saat berpuasa, maka disarankan untuk minum air putih yang banyak pada saat berbuka dan sahur. Karena air putih yang menjadi sumber cairan tubuh tersebut akan hilang pada saat kita beraktifitas, maka kita perlu pengganti cairan tubuh lain yang bisa bertahan lebih lama dari air putih. Untuk mencegah Dehidrasi Kulit Di Bulan Ramadhan, kita disarankan untuk mengkonsumsi buah-buahan yang mengandung banyak cairan seperti apel, jeruk, semangka dan lain sebagainya pada saat sahur. Buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, kiwi dan mangga juga bisa menjadi pelembab kulit alami. Vitamin C akan menjaga kesegaran kulit dan mencerahkannya secara alami.
    Vitamin E mempunyai pengaruh yang besar dalam menjaga kelembaban kulit.  Banyak sayuran dan buah-buahan yang mengandung vitamin E seperti kacang-kacangan, kecambah dan lain sebagainya. Seperti yang kita tahu, vitamin E sangat dibutuhkan oleh wanita yang berumur diatas 35 tahun untuk mencegah penuaan dini. Penuaan dini pada kulit terjadi karena kadar kolagen pada tubuh yang berkurang. Vitamin E bekerja dengan cara yang sama pada saat kita berpuasa. Vitamin E dapat membantu kita mencegah kekeringan pada kulit dengan peningkatan produksi kolagen yang berfungsi sebagai lotion alami pada tubuh. Untuk kita yang berkulit kering, vitamin E menjadi kebutuhan utama, namun untuk yang mempunyai kulit cenderung berminyak, konsumsi vitamin E hanya disarankan pada saat berpuasa karena jika dikonsumsi secara terus-menerus, sebum akan meningkat dan menyebabkan jerawat.

    Mencegah Kekeringan Kulit dari Luar

    Selain mencegah Dehidrasi Kulit Di Bulan Ramadhan dari dalam, kita juga perlu perawatan dari luar. Kita butuh pelembab untuk kulit tubuh, wajah dan bibir. Tentu saja, kita akan membutuhkan pelembab yang berbeda-beda untuk bagian tubuh yang berbeda pula. Kita bisa memilih lotion untuk tubuh yang berbahan dasar minyak. Memilih lotion yang berbahan dasar air akan percuma karena kelembabannya akan hilang dalam sekejap. Hati-hati dalam memilih pelembab kulit wajah. Kita disarankan untuk tetap menggunakan pelembab wajah yang sudah biasa kita pakai. menggunakan minyak zaitun bisa menjadi solusi.
    Mengoleskan pelembab wajah dengan bahan dasar minyak pada kulit yang cenderung berminyak akan membuat kulit terlalu berminyak dan bahkan berjerawat. Jerawat masih sangat mungkin untuk muncul pada kulit dengan kondisi kering. Kita tidak ingin kulit kita terkelupas, kering dan berjerawat pada saat yang bersamaan. Karena itu, untuk kulit wajah yang cenderung berminyak, kita disarankan untuk menggunakan pelembab yang biasa kita gunakan, tetapi jangan lupa untuk memberikan perawatan ekstra seperti menggunakan masker untuk menambah kelembaban kulit. Bukan berarti pula kita disarankan untuk menggunakan masker untuk tipe kulit kering. Pakai cara aman seperti menggunakan masker alami seperti madu. Madu akan memberikan kelembaban alami pada kulit dan pada saat yang bersamaan mencegah dan mengobati jerawat. Dengan begitu, mencegah Dehidrasi Kulit Di Bulan Ramadhan bisa juga menjadi titik mula kulit halus yang bebas jerawat  karena pada saat yang bersamaan, tubuh dibersihkan dari racun-racun.
    Bukan hanya kulit tubuh dan wajah, tapi bibir juga harus menjadi perhatian kita. Pada saat kita berpuasa, bibir akan kering dan pecah-pecah. Tidak jarang bibir akan berdarah karena retaknya lapisan kulit bibir. Untuk mencegahnya, kita bisa mengoleskan pelembab bibir berbahan dasar minyak secara teratur. Minyak zaitun bisa menjadi pelembab paling alami untuk kulit tubuh dan bibir. Dehidrasi Kulit Di Bulan Ramadhan bukan suatu masalah dengan perawatan yang tepat.
    sumber : klik disini
    Artikel pendukung
  • Apakah Anak Anda Gemuk Sehat atau Obesitas?
  • Mengenal BMI (Body Mass Index) untuk Menangani Obesitas pada Anak
  • Gaya Hidup Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Jenis-Jenis Makanan Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Stress Dapat Meningkatkan Resiko Obesitas Pada Anak Perempuan
  • Obesitas pada Anak dan Tekanan Darah Tinggi
  • Pengenalan Makanan Padat Pada Bayi dan Resiko Obesitas
  • Pengenalan Puasa Ramadhan pada Anak Obesitas
  • Pertolongan Pertama Jika Terjadi Kejang Demam Pada Anak
  • Apa Yang Harus Dilakukan Jika Kejang Demam Pada Bayi
  • Tanda-Tanda Demam Berdarah Pada Anak dan Pencegahannya
  • Masalah Kulit Wajah Anak Usia 18 Tahun
  • Mengatasi Dehidrasi Kulit Di Bulan Ramadhan
  • Pengaruh Kulit Bayi Terhadap Penyakit Sepsis
  • Mengenal Jenis Gigi Anak dan Fungsinya
  • Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Gigi Anak
  • Mengenalkan Pentingnya Merawat Gigi Sejak Dini
  • Karang Gigi Anak: Penyebab dan Cara Membersihkan
  • Cara Mengatasi Keracunan Makanan
  • Mengatasi Luka Gigitan Ular
  • 22.45 | 0 komentar

    Pengaruh Kulit Bayi Terhadap Penyakit Sepsis


    Sepsis merupakan infeksi yang penyebabnya adalah bakteri. Ibu harus mengetahui Pengaruh Kulit Bayi Terhadap Penyakit Sepsis, agar ibu mengetahui ciri anak yang terkena sepsis dan dapat menanganinya dengan cepat. Bakteri yang menyebabkan sepsis ini berasal dari organ bagian dalam tubuh seperti usus, saluran kemih, paru-paru, atau kulit yang memproduksi racun sebagai penyebab dari penyerangan organ dan jaringan tubuh sendiri yang dilakukan oleh sistem kekebalan tubuhnya. Sepsis dapat menyebabkan penyakit seperti pada otak, paru-paru, bahkan menimbulkan kematian. Sepsis bisa menyerang siapapun yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau penderita penyakit kronik. Manusia yang sering terinfeksi bakteri akibat sepsis adalah bayi dibawah tiga bulan, bayi pada usia ini masih memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, sehingga belum cukup mampu melawan infeksi yang berat. Para manula juga biasa terkena serangan bakteri ini. Penderita penyakit kronik dan yang memiliki gangguan atau kelainan pada sistem kekebalan tubuh misalnya HIV aids juga sangat mudah terserang bakteri ini.

    Penyebab Sepsis Pada Bayi

    Beberapa bakteri seperti Listeria monocytogenes, E.coli, Neisseria meningitidis, Streptokokus pneumonia, Salmonella, Haemophilus influenza tipe b, dan Streptokokus grup B adalah penyebab sepsis yang paling sering mengidap bayi dibawah usia 3 bulan. Sebaiknya Pengaruh Kulit Bayi Terhadap Penyakit Sepsis diketahui dengan baik, sehingga ketika bayi menunjukkan ciri terjangkit sepsis, dapat diobati dengan cepat. Bayi prematur belum memiliki sistem kekebalan tubuh yang sempurna, sehingga rentan untuk terkena sepsis. Bakteri sepsis juga bisa masuk ke dalam tubuh bayi dari tubuh ibu selama masa kehamilan atau persalinan jika keadaan ibu demam, infeksi pada uterus dan plasenta, dan ketuban pecah dini.

    Gejala Sepsis Pada Bayi

     Beberapa gejala sepsis yang perlu ibu ketahui adalah bayi muntah saat diberikan ASI atau menolak untuk minum ASI. Suhu tubuh anak di bawah suhu tubuh yang normal atau tidak stabil, suhu tubuh ini diukur dari anus. Bayi rewel, tidak responsif dan lemas. Bayi bernafas sangat cepat atau malah kesulitan bernafas. Bayi jarang sekali buang air kecil dan mengalami ruam kemerahan. Terkadang bayi mengalami kesulitan bernafas lebih dari sepuluh detik. Kulit berwarna biru, terkadang kulit berwarna kuning dan mata bayi juga berwarna kuning, inilah Pengaruh Kulit Bayi Terhadap Penyakit Sepsis. Jika bayi anda mengalami ciri-ciri ini, sebaiknya anda segera menghubungi dokter.
    sumber : klik disini
    Artikel pendukung
  • Apakah Anak Anda Gemuk Sehat atau Obesitas?
  • Mengenal BMI (Body Mass Index) untuk Menangani Obesitas pada Anak
  • Gaya Hidup Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Jenis-Jenis Makanan Penyebab Obesitas Pada Anak
  • Stress Dapat Meningkatkan Resiko Obesitas Pada Anak Perempuan
  • Obesitas pada Anak dan Tekanan Darah Tinggi
  • Pengenalan Makanan Padat Pada Bayi dan Resiko Obesitas
  • Pengenalan Puasa Ramadhan pada Anak Obesitas
  • Pertolongan Pertama Jika Terjadi Kejang Demam Pada Anak
  • Apa Yang Harus Dilakukan Jika Kejang Demam Pada Bayi
  • Tanda-Tanda Demam Berdarah Pada Anak dan Pencegahannya
  • Masalah Kulit Wajah Anak Usia 18 Tahun
  • Mengatasi Dehidrasi Kulit Di Bulan Ramadhan
  • Pengaruh Kulit Bayi Terhadap Penyakit Sepsis
  • Mengenal Jenis Gigi Anak dan Fungsinya
  • Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Merusak Gigi Anak
  • Mengenalkan Pentingnya Merawat Gigi Sejak Dini
  • Karang Gigi Anak: Penyebab dan Cara Membersihkan
  • Cara Mengatasi Keracunan Makanan
  • Mengatasi Luka Gigitan Ular
  • 22.42 | 0 komentar
    Bse Information, Instructional Media And Educational Articles

    Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *

    Submit ExpressFree Webmaster Tools

    go green indonesia!