18.17 | 0
komentar
Tampilkan postingan dengan label ADHD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ADHD. Tampilkan semua postingan
Makalah hiperaktif
Written By mhharismansur on Sabtu, 16 Februari 2013 | 18.17
kategori dan masalah bahasa kanak-kanak bermasalah pembelajaran
18.06 | 0
komentar
Penyebab Dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif
Penyebab ADHD Pada Anak
Written By mhharismansur on Jumat, 14 Desember 2012 | 03.51
Apakah sebenarnya penyebab ADHD pada anak?
ADHD atau yang dikenal dengan attention Deficit Hyperactivity Disorder merupakan sebuah gangguan dalam perkembangan mengenai meningkatnya aktivitas motorik dari anak hingga bisa menyebabkan aktifitas anak yang cenderung tidak lazim dan berlebihan. Lalu apakah ADHD ini bisa di bilang sebuah penyakit, mungkin tidak. Seperti yang dijelaskan di atas jika penyakit ADHD pada anak ini merupakan gangguan pada sistem sarafnya yang mengakibatkan adanya tindakan yang berlebihan pada tingkah laku sang anak, sehingga sang anak merasakan gelisah, dan relatif tidak bisa diam atau duduk dengan tenang, dan selalu meninggalkan keadaan yang tetap. Mungkin anda harus lebih memperhatikan anak anda apakah mengalami gangguan seperti ini.Memahami Penyebab ADHD Pada Anak
Kebanyakan ahli mengatakan bahwa penyebab sebenarnya dari ADHD ini sulit untuk diketahui, namun dari beberapa penelitian ditemukan beberapa hal yang berkemungkinan besar memiliki keterkaitan dengan ADHD dan bisa dikatakan sebagai kemungkinan penyebab dari gangguan ini, diantaranya :
- Cedera Otak
Hal ini adalah yang paling ingin dihindari oleh anda untuk terjadi pada anak anda, baik terjadinya pada saat kehamilan maupun persalinan, atau di saat lainnya. ADHD dapat disebabkan oleh cedera otak yang dialami oleh sang anak entah itu dikarenakan infeksi, atau luka berat yang dialami semasa kehamilan ibu atau saat menjalani persalinan. - Merokok Dan Mengkonsumsi Alkohol Selama Kehamilan
Ini adalah salah satu kebiasaan buruk yang harus dihindari oleh para calon ibu, dikarenakan hal tersebut dapat mempengaruhi kesehatan janin. Walaupun sang ibu juga terkadang mengalami sebuah tekanan mental tapi tidak seharusnya menggunakan alkohol dan rokok sebagai salah satu upaya pelarian. - Kelahiran prematur
Seorang anak yang mengalami kelahiran prematur selalu memiliki kemungkinan untuk menderita gangguan ADHD ini, mungkin disebabkan ketidaksempurnaan yang di alami oleh seorang anak akibat mengalami kelahiran prematur ini
Genetik Sebagai Salah Satu Penyebab ADHD
Banyak ahli yang berpendapat bahwa salah satu penyebab utama ADHD ini ialah dari faktor genetika atau bisa di bilang dengan keturunan. Dan hal ini seringkali ditemukan sebagai faktor tunggal dari penyebab ADHD. Meskipun demikian, masih banyak pendapat lainnya mengenai penderita ADHD, terutama yang berkaitan dengan perilakunya sampai bagaimana ia diperlakukan di dalam keluarganya, selain itu pula tidak mudah untuk mendiagnosa ADHD pada anak hanya dengan melihatnya secara langsung, karena sebenarnya tingkah lakunya bisa dibilang hampir sama dengan anak lainnya.
Demikian sedikit penjelasan mengenai penyebab ADHD pada anak, semoga berguna.
sumber : klik disini
Artikel pendukung
03.51 | 0
komentar
Mengenal Penyakit ADHD Pada Anak

Banyak orang tua yang belum Mengenal Penyakit ADHD Pada Anak. ADHD atau Attention Deficit Hyperactive-impulsif Disorder merupakan gangguan perkembangan motorik pada anak yang menimbulkan sebuah tingkah laku yang tidak lazim atau terkadang bersifat berlebihan.
Mengenal Penyakit ADHD Pada Anak dan Penyebabnya.
Penyebab ADHD pada anak ini memang sampai saat ini belum dapat diketemukan secara pasti, tapi dipercaya terdapat unsur faktor genetik dimana di dalam silsilah keluarga sang anak terdapat seseorang yang juga mengidap ADHD. Tapi bukan hanya itu saja penyebab dari penyakit ADHD ini , cedera otak atau brain injury saat kehamilan dan persalinan juga termasuk di dalamnya, selain itu juga faktor lingkungan tempat sang anak tinggal pun termasuk didalamnya. Kebiasaan buruk sang ibu saat mengandung seperti merokok dan minuman beralkohol pun di percaya dapat menyebabkan penyakit ADHD ini. Kita perlu mengenal penyakit ADHD sebab sebenarnya penyakit ini bukan saja menyerang anak-anak tapi terkadang juga menyerang orang dewasa. Seorang anak yang terkena penyakit ADHD ini seringkali memiliki kesulitan dalam memahami atau memperhatikan sesuatu sehingga terkadang sering melakukan kesalahan dalam melakukan aktivitas dan kegiatannya sehari-hari, bersifat impulsif atau tidak sabar dan terkadang bertindak secara berlebihan.
Mengenal Penyakit ADHD Melalui Kriteria Tingkah Laku Anak
Kriteria ADHD yang terbagi menjadi 2 yaitu Inattention dimana sang anak kurang memperhatikan atau tidak memiliki keinginan untuk memperhatikan segala sesuatunya dan Hyperactive-Impulsif dimana sang anak bersifat berlebihan dalam menanggapi sesuatu, tidak bisa tenang dan cenderung bersifat tidak sabar dalam melaksanakan atau dalam keterlibatannya dalam kehidupan sehari-harinya. Dan jika sang anak melakukan tingkah laku seperti ini bukan berarti sang anak memiliki kelainan seperti ADHD ini, segala tingkah lakunya harus diperhatikan benar dan setidaknya terdapat gejala ini selama minimal 6 bulan. Lalu jika memang terbukti secara klinis tentunya seorang anak memiliki ciri – ciri ADHD dan didiagnosa memiliki ADHD, apa yang harus kita lakukan? Ada beberapa metode pengobatan untuk anak ADHD ini selain melakukan pengobatan secara medical juga terdapat terapi yang diperuntukkan untuk anak yang mengalami ADHD ini, diantaranya terapi behaviour atau tingkah laku, terapi biomedis, dan terapi diet. Selain itu juga karena sudah jelas peran bahwa orangtua sangat dibutuhkan di sini untuk kelancaran dari pengobatan untuk anak ADHD ini, sangat perlu diadakan Parenting Education agar orang tua lebih Mengenal Penyakit ADHD Pada Anak tersebut.
sumber : klik disini
Artikel pendukung
03.49 | 0
komentar
Mengenali Ciri-Ciri ADHD Pada Anak
Ciri-ciri ADHD pada anak perlu diperhatikan dalam mendiagnosa ADHD meski hal tersebut agak sulit karena terkadang tidak dapat dilihat secara sekilas atau mengambil kesimpulan hanya dengan melakukan satu tes saja, tapi harus melalui beberapa proses. Bukan hanya itu saja ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder memang terlihat hampir sama dengan kelainan lainnya seperti depresi sehingga terkesan agak sulit membedakannya. Untuk itu diharapkan para orangtua mengenal gangguan ADHD pada anak mereka.
Apa Saja Yang Menjadi Ciri-Ciri ADHD Pada Anak
Walaupun sulit dalam mendiagnosanya tetapi terdapat ciri-ciri khas pada anak yang menderita ADHD, juga terdapat kriteria yang bisa menggolongkan termasuk ADHD manakah anak tersebut. Jika seorang anak memiliki karakteristik atau tingkah laku yang termasuk kriteria tersebut maka bisa dikatakan anak tersebut mengalami ADHD dengan syarat setidaknya atau minimal 50% dan dalam periode tertentu.
Seorang anak ADHD dapat dikriteriakan menjadi:
- Predominant Inattention dimana anak tersebut kurang memperhatikan terhadap segala sesuatunya dalam menjalankan aktifitasnya.
- Anak tersebut sering tidak memperhatikan dan bahkan terkadang melakukan kesalahan dalam melaksanakan kegiatannya baik dirumah maupun di sekolahnya
- Cenderung tidak memperhatikan terhadap segala sesuatunya
- Tidak mau mendengarkan saat berbicara dengannya secara langsung
- Mudah teralihkan
- Mengalami kesulitan dalam mengikuti instruksi yang berkaitan dengan kegiatan dan aktivitasnya
- Selalu menghindari kegiatan dan aktivitas yang membutuhkan kegiatan berpikir dalam waktu tertentu
- Sering kehilangan sesuatu yang berhubungan dengan aktivitasnya atau bahkan yang tidak berhubungan sama sekali
- Mengalami kelupaan dalam kegiatan aktivitasnya
- Predominant Hyperaktif-Impulsif dimana anak melakukan aktifitasnya selalu dalam kriteria “berlebihan”.
- Sang anak selalu dalam keadaan gelisah dalam keadaan menunggu atau terlihat menggerakkan kaki dan tangannya apabila sedang dalam keadaan duduk.
- Selalu tidak sabar atau tidak tenang saat duduk
- Melakukan kegiatan melompat dan berlari dengan berlebihan dan terkadang dalam situasi yang tidak memungkinkan
- Selalu mengalami kesulitan dalam menjalankan aktivitasnya dengan tenang
- Selalu bergerak
- Berbicara dengan berlebihan
- Terkadang menjawab sebuah pertanyaan walaupun pertanyaan tersebut belum selesai untuk ditanyakan
- Tidak mau menunggu atau antri
- Selalu mengganggu lainnya baik saat pembicaraan maupun saat melakukan aktivitas lainnya
Demikian kriteria yang bisa membantu anda untuk mengenali ciri-ciri ADHD dari kriteria di atas, anda dapat menggolongkan apakah anak anda termasuk kedalam ADHD Predominant Inattention atau ADHD Hyperaktif-Impulsif. Atau mungkin termasuk kedalam keduanya.
Memahami Dan Membantu Anak Dengan ADHD
Jika anda telah mengetahui bahkan yakin jika anak anda termasuk anak yang mengalami ADHD janganlah anda merasa berputus asa atau panik atau hal-hal yang bersifat negatif lainnya. Dalam hal ini berpikiran positif sangatlah diperlukan, dan bukan hanya itu saja dibutuhkan komunikasi dengan anak ADHD ini secara intensif. Selain itu juga terdapat pengobatan dan terapi untuk anak ADHD ini, dengan demikian anda tidak perlu takut jika penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Dengan segera mengetahui ciri-ciri ADHD pada anak, orang tua dapat melakukan penanganan yang tepat.
sumber : klik disini
Artikel pendukung
03.46 | 0
komentar
Pengobatan Untuk Anak ADHD
Adakah pengobatan untuk anak ADHD?
Suatu hari anak anda ternyata didiagnosa memiliki gejala atau ciri-ciri anak ADHD, lalu apa yang anda lakukan? Sangat penting bagi orangtua untuk mengenal ADHD pada anak , karena walaupun pada kenyataannya anak yang mengalami ADHD ini kecil kemungkinan untuk disembuhkan tetapi masih ada kemungkinan jika tingkah lakunya masih dapat diatur atau diarahkan. Untuk memperbesar kemungkinan keberhasilan dari terapi untuk anak ADHD ini, dibutuhkan dukungan dari semua pihak, baik dari orangtua, guru dan semua orang yang berhubungan dengan anak. Terapi tersebut dilakukan bukan hanya di rumah atau di tempat terapi, tetapi juga dilakukan di sekolah dan di tempat dimana anak tersebut melakukan aktivitasnya. Terapi untuk anak ADHD ini dilakukan dengan menggunakan beberapa metode bahkan ada yang diantaranya merupakan kombinasi dari semuanya. Tetapi hal ini membutuhkan pemantauan secara intensif untuk mengamati setiap perubahan dari hasil proses pengobatan tersebut.Metode Pengobatan Untuk Anak ADHD
Medication atau menggunakan obat. Metode ini dilakukan dengan memberikan obat-obatan yang dapat membuat anak penderita ADHD bisa mengontrol tingkah laku mereka pada saat mereka melakukan aktivitasnya. Metode ini setidaknya mendapatkan sekitar lebih dari 50% respon positif. Pengobatan dengan metode ini dilakukan dengan pemberian obat-obatan yang memiliki kriteria:
- Stimulan
Pemberian obat-obatan yang mengandung stimulan ini sangat berguna bagi anak penderita ADHD. Sekitar 70-80 % dari anak yang mengalami ADHD ini merespon secara positif pemberian obat-obatan ini. - Nonstimulan
Hal ini telah dicoba untuk menghindari efek samping yang dihasilkan oleh obat stimulan yang diberikan, walaupun hasilnya tidak sebagus dengan pemberian obat stimulan tapi memiliki efek samping yang tidak begitu besar dibandingkan obat stimulan. Pengobatan dengan metode ini memang memiliki efek samping yang bervariasi untuk setiap anak yang melakukannya, bukan hanya itu saja setiap anak terkadang harus mengkonsumsi atau pemberian obat yang berbeda untuk hasil yang diharapkan.
Pengobatan Untuk Anak ADHD; Terapi tingkah laku
Terapi ini sangat penting bagi anak penderita ADHD, karena biasanya sang anak bukan saja mengalami kesulitan dalam mengatur tingkah lakunya dalam kegiatan sehari-hari tapi juga terkadang berpengaruh terhadap hubungannya dengan orangtuanya maupun dengan orang sekitarnya , dan terapi ini seharusnya dilakukan setelah sang anak diketahui mengalami ADHD ini. Dalam hal ini orangtua sangat berperan dalam suksesnya pengobatan karena terkadang sang anak tidak dapat merespon dengan baik terhadap anak lainnya dibandingkan terhadap orangtuanya. Dengan adanya pendidikan untuk orangtua ini diharapkan sang orangtua bisa memberikan atau memberikan pendidikan bagi anaknya bagaimana bertingkah laku, atau memberi motivasi, mengorganisasi segala aktivitasnya dan hal-hal lainnya. Dengan keterlibatan penuh dari orangtua ini maka tingkat keberhasilan dari pengobatan untuk anak ADHD ini akan semakin besar.
sumber : klik disini
Artikel pendukung
03.39 | 0
komentar
Berkomunikasi Dengan Anak ADHD
Bagaimana cara yang tepat untuk berkomunikasi dengan anak ADHD? Seorang anak yang memiliki ciri-ciri anak ADHD memang terkadang sulit untuk dikendalikan, karena terkadang mereka bergerak sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Tapi hal ini bukan berarti kita tidak dapat berkomunikasi dengan mereka, justru sebaliknya. Komunikasi dengan anak ADHD ini sangat perlu dilakukan untuk memahami mereka dan tingkah laku mereka. Dan memberikan mereka kemampuan untuk memotivasi diri mereka dan menambah rasa percaya diri mereka.Kriteria Anak ADHD
Untuk mencoba berkomunikasi dengan mereka, mungkin ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu ke dalam kriteria mana anak ADHD tersebut. Ada tiga kriteria yang menggolongkan seorang anak ADHD yaitu anak ADHD dengan kriteria Inattention atau kurang memperhatikan; anak ADHD dengan kriteria Hiperaktif, atau bertindak berlebihan dan yang terakhir adalah anak ADHD dengan kriteria Impulsif dimana anak tersebut sering melakukan sesuatu tanpa berpikir panjang atau istilah umumnya tidak sabaran.
Berkomunikasi Dengan Anak ADHD Melalui Pemahaman Kriteria ADHD Yang Diperlihatkan Anak
Dengan mengetahui termasuk kriteria atau memiliki ciri-ciri anak ADHD tersebut maka akan mempermudah untuk merencanakan bagaimana berkomunikasi dengan mereka. Seorang anak yang termasuk inattention, atau inatensi dengan seorang anak bersifat hiperaktif akan memerlukan cara berkomunikasi yang berbeda. Anak dengan kriteria inatensi akan cenderung bersifat pasif atau tidak menghiraukan apa yang terjadi di sekelilingnya, hiperaktif juga bersifat demikian tetapi anak ADHD yang termasuk kriteria ini akan selalu kesulitan dalam melaksanakan aktivitasnya karena kecenderungannya untuk tidak memperhatikan instruksi dan petunjuk yang diberikan kepadanya. Jika anda menjelaskan sesuatu kepadanya maka ia cenderung akan seperti tidak tertarik dengan apa yang anda jelaskan sehingga sebaiknya anda menjelaskan sesuatu itu dengan pendek dan jelas. Selain itu anda juga harus memberikan kegiatan-kegiatan yang bersifat memberikannya rutinitas dalam kesehariannya, karena anak tersebut akan cenderung lupa terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan aktivitasnya.
Anak dengan kriteria hyperaktif – impulsif membutuhkan tenaga ekstra untuk mencoba mengontrol segala tingkah lakunya yang seolah-olah tidak memiliki rasa lelah. Anak ADHD dengan kriteria ini akan cenderung selalu bergerak dan tidak suka dalam keadaan diam dalam beberapa saat. Selalu bersikap berlebihan dan berbicara berlebihan, selain karena sikapnya yang hiperaktif sering dianggap mengganggu kegiatan kawan lainnya.
Cara berkomunikasi dengan anak yang memiliki kecenderungan ADHD pun harus disesuaikan dengan tahapan umur anak tersebut, berbeda umur atau semakin bertambahnya umur maka akan berbeda pula setiap kegiatan ataupun cara yang dipergunakan untuk berkomunikasi dengan anak ADHD
Cara berkomunikasi dengan anak yang memiliki kecenderungan ADHD pun harus disesuaikan dengan tahapan umur anak tersebut, berbeda umur atau semakin bertambahnya umur maka akan berbeda pula setiap kegiatan ataupun cara yang dipergunakan untuk berkomunikasi dengan anak ADHD
sumber : klik disini
Artikel pendukung
03.36 | 0
komentar
Terapi Untuk Anak ADHD
Bagaimanakah terapi untuk anak ADHD yang tepat?
Pengobatan untuk anak ADHD meliputi salah satunya adalah dengan melakukan terapi tingkah laku dengan tepat atau sering disebut juga dengan behaviour therapy. Tapi ada juga yang menggunakan cara lain untuk mengontrol tingkah laku dari sang anak. Walaupun pada intinya memiliki tujuan yang sama, sebuah behaviour therapy atau terapi tingkah laku sangat di perlukan dalam beberapa kasus anak dengan ADHD ini. Karena untuk beberapa alasan di mana sang anak dapat bertingkah laku sebagai hyperaktif, impulsif atau inattention, termasuk performa akademis yang dilakukannya saat dia di sekolah maupun hubungannya dengan saudara kandungnya, orangtuanya.Menggunakan Jadwal Sebagai Terapi Untuk Anak ADHD
Salah satu kegiatan yang digunakan dalam terapi ini adalah membuat sebuah kegiatan yang tersusun rapi atau terjadwal. Ciptakan sebuah rutinitas, dengan begini anak akan belajar untuk mengikuti jadwal harian yang ada dan bersikap lebih disiplin. Bukan hanya itu saja sang anak akan terpancing untuk mengikuti instruksi atau petunjuk yang ada sehingga ia dapat menjalankan rutinitas yang ada. Selain itu, agar anak ADHD dapat belajar untuk lebih terorganisir, tempatkan benda-benda yang sering digunakan oleh anak anda di tempat yang mudah diketemukan sehingga anak anda tidak mudah untuk lupa dan ingat dimana ia meletakkan benda tersebut. Saat ia melakukan pekerjaannya seperti belajar, hindari segala bentuk pengalih perhatian; matikan TV atau radio misalnya.
Mengubah Cara Anda Berkomunikasi
Sebaiknya anda menghindari cara menjelaskan sesuatu dengan panjang lebar sehingga anak anda malas untuk memperhatikan, jelaskan cukup dengan sederhana, jelas dan tegas apa yang menjadi tanggung jawabnya. Ajarkan untuk mendapatkan sebuah tujuan dan berikan hadiah jika ia mendapatkannya, dengan membuatkan semacam chart yang mengontrol atau memonitor tingkah lakunya jika ia mendapatkannya maka berikanlah hadiah dan berikan tanda kapan ia mendapatkannya, bukan hanya berkisar tentang tingkah laku melainkan untuk hal lainnya juga. Ajarkan pula untuk berprilaku disiplin, dengan mengharuskan hak istimewa atau hal lainnya dibandingkan menggunakan kekerasan atau berteriak dengannya. Bantu anak anda untuk menemukan apa yang menjadi bakatnya. Hal ini sangatlah penting, karena selain dapat meningkatkan motivasi juga dapat menambah rasa percaya dirinya.
Terapi tingkah laku sangatlah penting dan diharapkan bisa membawa anak kepada sebuah kebiasaan baru yang lebih positif. Ditambah dengan mengajarkan berbagai hal yang bersifat kognitif, maka anak akan menjadi lebih baik. Di sinilah mengapa peran semua pihak di lingkungan anak sangat dibutuhkan, karena seorang anak ADHD tidaklah berbeda, tapi mereka spesial dan memerlukan terapi untuk anak ADHD.
sumber : klik disini
Artikel pendukung
03.35 | 0
komentar
Mitos Tentang Anak ADHD
Pernahkan anda mendengar beberapa mitos tentang anak ADHD? Apa yang sebenarnya anda ketahui mengenai ADHD atau Attention Deficit Hyperactive Disorder yang merupakan sebuah gangguan perkembangan motorik dari sang anak yang memunculkan beberapa perilaku yang berbeda dari anak lainnya. Baik ADHD Inattention maupun Hyperaktive-Impulsive, anak tetap memerlukan penanganan khusus dalam mengatasi gangguan tersebut. Entah karena kurangnya informasi atau karena gangguan ini tidak begitu terkenal, maka berkembang beberapa mitos tentang anak ADHD yang keabsahannya masih diperdebatkan. Berikut akan dibahas mitos – mitos mengenai ADHD yang sering dibicarakan.Mitos Tentang ADHD #1 : Kelainan Atau Gangguan Motorik Tersebut Tidak Nyata
Ada mitos yang mengatakan bahwa ADHD sebenarnya merupakan sebuah isu yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan obat untuk kepentingan bisnis semata. Namun hal tersebut tidak dapat dibuktikan kebenarannya karena seseorang yang mengalami ADHD terlihat jelas memilki kesulitan dalam melakukan interaksi sosial, akademis, dan pekerjaannya dibandingkan dengan orang lain. Selain itu orang yang mengalami ADHD biasanya lebih mudah mengalami depresi dalam kehidupannya dibandingkan orang lain.
Mitos Tentang ADHD #2 : ADHD Merupakan Sebuah Diagnosa Yang Berlebihan
Banyak yang menganggap jika ADHD merupakan sebuah hasil yang dari diagnosa yang berlebihan dan banyak anak yang sebenarnya tidak mengalami ADHD . Tapi berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan dengan beberapa metode untuk mencari penyebab ADHD membuktikan bahwa mitos tersebut tidak terbukti. ADHD bukanlah hasil dari diagnosa yang berlebihan tapi memang sebuah gangguan atau kelainan.
Mitos Tentang ADHD #3 : ADHD adalah Hasil Kesalahan Pendidikan Yang Dilakukan Orangtua Terhadap Anak
Banyak yang berpendapat jika ADHD merupakan hasil dari salah didikan orangtua. Namun, hal ini agak sulit dibuktikan mengingat banyaknya kekurangan dalam hal mendidik yang dilakukan oleh orangtua kepada anaknya. Beberapa penelitian terkini membuktikan bahwa salah satu penyebab dari ADHD ini bukan hasil kesalahan pendidikan dari orangtua, akan tetapi faktor genetik dan faktor lainnya seperti brain injury atau cedera otak yang mungkin pernah dialami anak saat ia masih di dalam kandungan atau saat melalui tahap kelahiran.
Apapun mitos mengenai anak ADHD yang beredar itu muncul dikarenakan kurangnya informasi dan data yang mengacu kepada ADHD itu sendiri sehingga banyak pendapat yang spekulatif. Oleh karena itu orang tua sebaiknya mengenal ADHD agar tidak terkecoh dengan banyaknya mitos tentang anak ADHD yang berkembang di masyarakat.
sumber : klik disini
Artikel pendukung
03.33 | 0
komentar
Diagnosa ADHD Pada Anak
Bagaimana bila dokter memberi diagnosa ADHD pada anak anda? Mengetahui apakah anak mengalami ADHD tentu saja sangatlah sulit diterima oleh orang tua. Diagnosa tersebut biasanya dibuat setelah seorang ahli anak mengobservasi tingkah laku dari anak yang menderita ADHD tersebut, dimana sebelum memutuskan apakah anak tersebut memang mengalami ADHD akan membutuhkan beberapa proses. Observasi ini penting karena sampai saat ini belum ada satu pun tes fisik yang bisa mendiagnosa ADHD dan permasalahan lainnya yang berkaitan dengan gangguan syaraf atau lainnya yang memiliki gejala yang hampir sama.
Diagnosa ADHD Pada Anak Dengan Melihat Karakteristik
Seorang anak harus memenuhi 6 tingkah laku dari 9 karakteristik yang ditentukan oleh telah dikriteriakan oleh American Psychiatric Association’s Diagnostic and Statistical Manual IV Text Revision (DSM-IV-TR) yaitu standar untuk mendiagnosa apakah seorang anak mengalami ADHD. Kriteria ADHD yang dimaksud di antaranya:
- Kurang memperhatikan (inattention)
- Sering untuk tidak memperhatikan untuk sebuah detail atau membuat kesalahan dalam sebuah kegiatan atau pekerjaan
- Sering mengalami kesulitan untuk memperhatikan setiap tugas dan aktivitas
- Sering terlihat tidak terlalu mendengarkan saat berbicara dengannya secara langsung
- Kesulitan dalam mengikuti setiap instruksi
- Kesulitan dalam bekerja sama dalam sebuah organisasi
- Selalu menghindari tugas atau tidak menyukai kegiatan atau tugas yang berkaitan dengan kegiatan berpikir selama periode
- Terkadang kehilangan sesuatu yang dibutuhkan untuk kegiatan
- Seringkali perhatiannya teralihkan
- Sering merasa lupa pada kegiatan sehari-harinya
- Hiperaktif atau Impulsif
- Pada saat keadaan duduk atau diam selalu terlihat gelisah atau sering menggerakkan tangan dan kakinya
- Seringkali bangun dari tempat duduknya saat keadaan duduk
- Terkadang melakukan kegiatan seperti berlari dan melompat dengan berlebihan dimana situasi dan kondisinya tidak mendukung
- Mengalami kesulitan saat melakukan kegiatannya dengan tenang
- Bergerak dengan berlebihan
- Sering berbicara secara berlebihan
- Sering menjawab pertanyaan walaupun pertanyaan tersebut belum selesai untuk diajukan
- Sering menginterupsi atau mengganggu kegiatan seperti percakapan atau permainan
- Kesulitan dalam menunggu, atau bisa dibilang tidak sabar dalam kegiatan menunggu.
Jika gejala-gejala ini timbul dalam waktu 6 bulan atau berulang-ulang selama 6 bulan maka ada kemungkinan anak anda mengalami ADHD. Untuk itulah sangat diperlukan untuk mengamati dan memahami tingkah laku anak anda secara seksama dan teliti. Selain itu juga harus diperhatikan jika gejala yang mendukung itu terjadi dalam dua lingkungan yang berbeda seperti di sekolah atau di rumah, dan tidak di sertai dengan gejala gangguan atau kelainan lainnya. Untuk itu anda harus benar-benar mengenal ADHD pada anak anda untuk dapat menggolongkannya ke dalam kriteria yang sesuai.
sumber : klik disini
Artikel pendukung
03.18 | 0
komentar
Mengatur Diet Untuk Anak ADHD
Apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi oleh anak ADHD? ADHD adalah singkatan dari Attention Deficit Hiperactivity Disorder yaitu sebuah gangguan yang umum dijumpai pada anak-anak, atau dalam bahasa sehari-hari kita biasa menyebutnya anak hiperaktif. Banyak orang tua yang tidak sadar ketika anaknya mengalami ADHD ini, biasanya hanya dianggap anak sedang aktif, padahal jika dilihat perilakunya cenderung pada anak yang mengidap ADHD. Berdasarkan penelitian pemberian makanan yang tepat lebih mempengaruhi perkembangan penyembuhan anak ADHD ketimbang pemakaian obat-obatan. Kebanyakan orang tua yang memiliki anak hiperaktif biasanya menyalahkan konsumsi gula berlebihan, padahal tidak hanya itu, ada berbagai faktor yang memicu anak hingga mengidap ADHD.
Makanan Yang Tidak Boleh Dikonsumsi Anak ADHD
- Gula
Gula merupakan sumber kalori yang cepat diserap oleh tubuh. Seorang anak pengidap ADHD bukan berarti tidak oleh mengkonsumsi gula, tetapi sebaiknya dibatasi. Berbagai sumber karbohidrat mengandung gula yang cukup tinggi, sehingga lebih baik mengurangi makanan manis, karena konsumsi gula sudah banyak dipenuhi dari sumber karbohidrat. Perbanyak konsumsi buah karena di dalam buah terdapat gula alami yang baik bagi tubuh. - Makanan dengan bahan tambahan kimia
Berbagai penelitian menyatakan konsumsi bahan kimia menjadi penyebab utama pemicu ADHD pada anak-anak. Lebih baik anak-anak ADHD tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan kimiawi. Bahan kimiawi yang umum dipakai adalah seperti pengawet, pemanis buatan, dan pewarna makanan. Berbagai bahan kimiawi tersebut umum terdapat dalam jajanan yang banyak dijual dipasaran, bahkan tidak jarang dipakai juga bahan-bahan kimia yang berbahaya. Oleh karena itu lebih baik buatkan sendiri jajanan sehat untuk buah hati anda, terutama bagi anak yang mengidap ADHD. Selain itu konsumsi bahan makanan organik untuk membatasi masuknya bahan kimia kedalam tubuh anak. - Kafein
Kita sudah mengetahui bahwa kafein memiliki efek stimulan bagi tubuh, bagi orang dewasa konsumsi kafein bermanfaat untuk meningkatkan kebugaran tubuh dengan cara memacu jantung untuk memompa darah lebih cepat. Bagi anak-anak pengaruh kafein akan sangat terasa ketimbang orang dewasa, apalagi untuk anak ADHD. Mungkin kita berfikir tidak mungkin kita memberikan kopi kepada anak-anak bukan, tetapi kafein tidak hanya ada dalam kopi, beberapa minuman soda atau minuman energi memiliki kandungan kafein. Dan inilah yang harus kita cermati.
Diet Untuk Anak ADHD Yang Menyertakan Omega 3
Berdasarkan penelitian, Omega 3 yang banyak terkandung dalam ikan dan beberapa kacang-kacangan, memiliki efek yang baik bagi perkembangan otak dan memperbaiki kerja otak. Zat ini sangat dianjurkan untuk ditambahkan dalam diet untuk penderita ADHD. Bagi anak ADHD yang tidak suka mengkonsumsi ikan, bisa dialihkan dengan mengkonsumsi bahan makanan yang diperkaya dengan omega3. Dalam berbagai produk bahan makanan saat ini seperti telur, susu maupun roti banyak yang sudah diperkaya dengan omega3, dan ini bisa dijadikan sebagai alternatif sumber omega 3 dalam diet untuk anak ADHD.
sumber : klik disini
Artikel pendukung
03.17 | 0
komentar
Memahami Penyakit ADHD Pada Anak Perempuan
Penyakit ADHD pada anak perempuan sebenarnya tidak begitu berbeda dengan pada anak laki – laki. Penyakit ADHD dapat menyerang siapa saja, tidak peduli jenis kelamin ataupun usia. Walaupun anak – anak adalah yang paling sering terkena ADHD dan gejala yang paling jelas terlihat pada saat mereka berusia dini. Penyakit ADHD ini merupakan penyakit sulit didiagnosa karena gejalanya bisa dibilang jika tidak memperhatikan secara teliti akan sama dengan perilaku sang anak saat kesehariannya. Salah satu cara mendiagnosanya yaitu dengan mengadakan wawancara terhadap sang anak.Dampak Penyakit ADHD Pada Anak Perempuan
Apakah ADHD memiliki dampak yang sama pada anak perempuan dan anak laki-laki? Jawabannya tidak, kebanyakan penyakit ADHD ini lebih mudah terdeteksi pada anak laki-laki dibandingkan anak perempuan mungkin disebabkan anak laki-laki agak memiliki karakteristik sedikit agresif dibandingkan perempuan. Tapi pada anak perempuan lebih banyak ditemukan ADHD dengan tipe Inattention dibandingkan dengan tipe Hiperaktif – Impulsif.
Sebuah penelitian pernah diadakan di San Fransisco, Amerika dengan koresponden sebanyak 223 anak perempuan berusia 6 – 12 tahun, 140 diantaranya menderita ADHD dan sisanya termasuk ke dalam sistem kontrol. Di antara 140 anak tersebut terdapat 93 anak yang didiagnosa memiliki penyakit ADHD gabungan, dan 47 lainnya memilki penyakit ADHD Inattention. Hasil penelitian menunjukkan ADHD pada anak perempuan membuat anak perempuan tersebut memiliki permasalahan yang lebih kompleks dibandingkan dengan anak laki-laki. Kebanyakan dari mereka mengalami kesulitan untuk bersosialisasi terhadap lingkungan sekitar serta cenderung menyakiti diri sendiri. Dari 93 anak perempuan yang menjadi responden tersebut 10 persennya berusaha untuk bunuh diri pada pengecekan tahun pertama.
Terapi ADHD Pada Anak Perempuan
Observasi serta terapi terhadap anak perempuan yang memiliki penyakit ADHD ini dapat dilakukan dengan hasil yang cukup baik. Namun, permasalahan yang timbul ialah sulitnya mendiagnosa penyakit ADHD karena kurang terlihatnya ciri-ciri anak ADHD pada anak perempuan. Dan seorang anak perempuan bisa saja memiliki atau gejala ADHD Inattention tanpa disertai Hiperaktif- Impulsif.
ADHD pada anak perempuan lebih memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak laki-laki, tapi hal ini bisa teratasi dengan menyadarinya lebih dini dan melakukan terapi lebih awal. Dan biasanya hal ini terlihat dengan kesulitannya untuk tetap fokus pada suatu hal terutama saat proses akademis, tapi ADHD bukanlah penyebab utama dari kehilangan fokus ini terutama dalam kegiatan akademis, oleh karena itu mungkin ada baiknya anda memastikan terlebih dahulu masalah ini sebelum mendiagnosa adanya penyakit ADHD pada anak perempuan anda.
sumber : klik disini
Artikel pendukung
02.53 | 0
komentar
Alergi Dan Hyperaktif Pada Anak ADHD

Alergi dan hyperaktif bisa merupakan dua hal yang berbeda atau dua hal yang sama tergantung dari cara memandangnya. Untuk anak ADHD maka hal ini jelaslah berbeda, walaupun kedua-duanya berkaitan erat dengan kata “berlebihan”.
Perbedaan Alergi Dan Hyperaktif
Jika berbicara dengan istilah alergi maka hal ini bisa berarti sebuah respon atau reaksi yang berlebihan terhadap suatu hal. Dalam hal ini bisa berarti reaksi kimia yang ditimbulkan oleh proses imun dari tubuh kita yang bisa berupa bersin maupun timbul rasa gatal pada kulit atau hal lainnya. Atau terhadap sesuatu hal yang berkaitan erat dengan sikap, walaupun arti yang sesungguhnya ialah reaksi kimia tubuh. Hal ini berbeda dengan hyperaktif yang cenderung mengacu kearah tingkah laku dari sang anak. Hyperaktif merupakan salah satuciri-ciri anak ADHD yaitu merupakan sebuah sikap yang berlebihan dari sang anak sehingga ia cenderung seperti tidak mau diam, berbicara berlebihan bahkan terkadang sering dinilai sebagai pengganggu teman-temannya karena sikapnya yang sering untuk menginterupsi permainan temannya atau aktivitas lainnya.
Mengatasi Alergi Dan Hyperaktif Pada Anak
Jika dilihat dari asal berlebihannya jelas hal yang berbeda. Alergi adalah sebuah reaksi kimia dari sistem imun tubuh dan sebuah tingkah laku. Tapi kedua hal ini memiliki penawarnya atau pengobatannya. Untuk alergi asalkan bukan alergi obat maka bisa dicari penawar dari sebab alergi yang dideritanya. Sedangkan untuk anak yang hyperaktif atau anak ADHD, agak sedikit sulit dalam mencari obatnya, karena memang ADHD bukan sebuah penyakit. Diperlukan terapi yang sedikit kompleks dan membutuhkan kesabaran dalam mengatasi anak ADHD yang hyperaktif ini.
Ada beberapa metode dalam mengatasi anak ADHD yang termasuk dalam kriteria hyperaktif ini, pengobatan dengan obat-obatan adalah salah satunya. Tapi terapi tingkah laku juga tidak kalah efektifnya dengan pemberian obat-obatan. Tentu saja berkomunikasi dengan anak ADHD hyperaktif seperti dijelaskan akan memerlukan sebuah kesabaran yang sangat ekstra. Komunikasi atau berinteraksi dengan anak seperti ini tidak bisa disamakan dengan usia perkembangan sang anak.
Semakin bertambahnya usia maka akan berbeda pula bagaimana cara berkomunikasi dan mengajarkan hal-hal yang bisa membuatnya untuk dapat mengontrol dari tingkah lakunya yang cenderung berlebihan. Membuat sebuah aktivitasnya yang cenderung bisa mengaturnya untuk lebih disiplin dalam tingkah lakunya maka aan membawanya kearah yang lebih positif dalam kegiatan sehari-harinya. Alergi dan hyperaktif kedua hal yang sama dalam konteks berlebihan, tetapi memiliki perbedaan dalam penanganannya.
sumber : klik disini
Artikel pendukung
02.51 | 0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)




