Hi ALL ,  welcome  |  MY SITE  |  PLEASE READ  |  THANK'S YOU ALL
Selamat datang di online learning, Ayo, terus belajar dan ilmu adalah teman yang paling baik. (kritik dan saran hubungi mhharismansur@gmail.com atau Hp. 081329653007)
Tampilkan postingan dengan label infeksi dan alergi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label infeksi dan alergi. Tampilkan semua postingan

Mencegah Alergi Makanan Bayi

Written By mhharismansur on Jumat, 14 Desember 2012 | 00.44


Saat beranjak beberapa bulan setelah kelahiran bayi Anda pasti membutuhkan suplai makanan lain selain ASI. Memang ASI adalah sumber paling penting bagi bayi Anda agar tumbuh menjadi sehat dan ASI sangat tidak boleh digantikan dengan air susu lainnya. Nah ada kalanya ketika bayi Anda mengkonsumsi makanan lain selain ASI dirinya tiba-tiba mengalami alergi seperti munculnya bentol-bentol merah yang terasa gatal pada hampir seluruh bagian tubuh seperti badan, leher, tangan, kaki dan bahkan juga mulut. Kejadian seperti ini disebabkan karena Alergi Makanan Bayi. Ya, bayi tidak langsung bisa menerima sumber makanan baru ke dalam tubuhnya dan sangat membutuhkan penyesuaian terlebih dahulu. Akan tetapi perlu Anda perhatikan karena gejala-gejala seperti di atas tersebut bisa berarti penyesuaian namun juga bisa berarti tanda bahaya pada bayi Anda. Nah apabila bayi Anda menandakan dirinya hanya perlu penyesuaian pada makanan tersebut, munculnya bentol merah tidak terlalu kentara dan biasanya bayi Anda akan menangis keras akibat rasa gatal yang terasa di hampir seluruh tubuhnya.
Tapi apabila bentol-bentol merah tersebut cukup kentara terlihat dan bahkan menyebar di seluruh bagian tubuh serta bayi Anda menangis sambil tersedak, maka saatnya Anda untuk membawanya ke dokter karena ini merupakan tanda yang berbahaya. Ya, jika sudah dalam kondisi ini maka bayi Anda mengalami alergi tingkat lanjut yang dapat menyebabkan sesak nafas dan apabila Anda telat menanganinya maka akan berakibat sangat fatal.
Agar hal seperti ini bisa Anda hindarkan dari bayi Anda, maka Anda perlu penanganan dari sekarang, apalagi jika bayi Anda saat ini masih dalam susuan ibunya.

Berikut adalah beberapa pencegahan terhadap Alergi Makanan Bayi :

  • Berikan hanya ASI secara rutin minimal 6 bulan. Bayi masih sangat peka terhadap dunia luar saat usianya beranjak 4-6 bulan, jadi jangan berikan apapun kepadanya selain ASI yang memang adalah makanan utamanya.
  • Setelah lewat masa 6 bulan, Anda memang sudah bisa memberikan bayi Anda makanan tambahan, akan tetapi harus benar-benar sehat dan jika perlu tanyakan kepada dokter terlebih dahulu sehingga tidak terjadi hal-hal negatif nantinya.
  • Cobalah untuk memperkenalkan kepadanya makanan tertentu (tentunya dengan saran dokter) dan lakukan dengan pelan-pelan dan bertahap sehingga jika nantinya memang ada reaksi alergi Anda bisa langsung mengetahuinya.
  • Cek garis keturunan keluarga Anda apakah ada di antara Anda bersama pasangan atau orang tua Anda yang pernah mengalami alergi terhadap makanan. Apabila ada, maka waspadalah jika Anda mengenalkannya pada makanan yang bisa menyebabkan alergi tersebut di keluarga Anda.
  • Hindarkan bayi dari udara kotor, debu apalagi asap rokok yang jelas bisa membuatnya sakit dan terkena alergi.
Alergi Makanan Bayi memang salah satu hal yang cukup sering terjadi, jadi jika bayi Anda mengalami ini maka Anda tidak perlu khawatir selama Anda tanggap dan selalu bertanya kepada dokter sehingga nantinya bisa mendapatkan saran dan perawatan lebih lanjut.
sumber : klik disini
Artikel pendikung
  • Mencegah Alergi Makanan Bayi
  • Tanda-Tanda Alergi Makanan Pada Anak Dan Pencegahannya
  • Mengatasi Batuk Alergi Pada Anak
  • Alergi Pada Bayi
  • Gejala Alergi Susu Sapi Pada Bayi
  • Batuk Alergi Pada Anak
  • Makanan Penyebab Alergi Pada Anak
  • Jenis Makanan Anak yang Menimbulkan Alergi
  • Infeksi Saluran Pernafasan Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Pernafasan Pada Bayi
  • Jenis Alergi Kulit Pada Bayi
  • Penyebab Alergi Kulit Pada Anak
  • Penyebab Alergi Udara Dingin Pada Anak
  • Mengatasi Alergi Makanan Pada Anak
  • Penyebab Batuk Alergi Pada Anak
  • Mengenal Penyakit Infeksi Telinga Pada Anak
  • Beberapa Gejala Alergi Susu Sapi Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Kencing Pada Bayi
  • 00.44 | 0 komentar

    Tanda-Tanda Alergi Makanan Pada Anak Dan Pencegahannya


    Tanda-tanda alergi pada anak sangat beragam yang umumnya berupa bengkak atau gatal di beberapa bagian tubuh yang disertai bersin atau batuk. Penelitian membuktikan bahwa reaksi ini akan timbul jika anak Anda alergi terhadap makanan. Cara terbaik yang pernah ada adalah menghindari makan makanan alergen (penyebab alergi). Perubahan pola makan baik makanan yang dikonsumsi ataupun pemberian ASI juga sangat membantu menurunkan reaksi alergi. Meskipun nampak sepele, bahaya laten alergi haruslah ditanggapi secara serius dengan pemeriksaan medis.
    Ragam Tanda-Tanda Alergi
    Warna kemerah-merahan pada pipi bayi (dermatitis) ini juga pertanda alergi yang sering dianggap sebagai kulit sensitif terhadap ASI. Selain itu, jika terdapat bintik merah di area mulut, mungkin ini juga salah satu pertanda alergi. Tanda ini sering kita anggap karena kita tidak membersihkan sisa makanan di area mulut. Ada juga anak yang bunyi nafasnya grok-grok yang sering kita anggap cairan bayi yang kurang bersih ketika disedot setelah bayi lahir. Anda juga perlu mewaspadai timbulnya warna kemerahan pada kulit bayi di area sekitar popok. Gejala ini sering kita anggap disebabkan oleh pemakaian popok, padahal Anda tiap hari ganti popok tapi terkadang timbul gejala seperti di atas.
    Kemudian, anak juga mungkin muntah yang dianggap menyempitnya lambung, atau stress. Nyeri pada perut yang sering dianggap penolakan terhadap makanan. Gejala ini hanya sebentar dan ringan. Orang dewasa juga mungkin mengalaminya dan menganggap sebagai gejala maag. Selain itu, kulit anak akan timbul bintil merah yang lambat-laun menjadi berwarna kehitam-hitaman. Tanda ini sering dianggap gigitan nyamuk padahal anggota keluarga yang lain tidak mengalami tanda ini.
    Tanda yang lain adalah gatal pada telinga atau mata. Anak sering menggosok pada bagian yang gatal yang sering kita anggap sebagai tanda anak sudah mengantuk. Anda juga mungkin menemukan tanda putih yang mirip panu pada dada, punggung atau pipi yang sering kita anggap akibat berenang. Ini juga mungkin merupakan pertanda bahwa anak anda alergi terhadap makanan tertentu.
    Pencegahan Munculnya Tanda-Tanda Alergi
    Karena ini adalah alergi terhadap makanan, maka cara yang paling baik adalah menghindari atau tidak mengkonsumsi makanan penyebab alergi. Sebagai orang tua, Anda harus menyadari hal makanan pemicu alergi dan memahami gejala alergi yang muncul. Alergi bisa dideteksi bahkan ketika bayi masih dalam kandungan sehingga pencegahan bisa dilakukan bahkan sebelum lahir. Maka, agar tanda-tanda alergi tidak muncul di kemudian hari, Anda sangat disarankan melakukan pencegahan sedini mungkin.
    sumber : klik disini
    Artikel pendukung
  • Mencegah Alergi Makanan Bayi
  • Tanda-Tanda Alergi Makanan Pada Anak Dan Pencegahannya
  • Mengatasi Batuk Alergi Pada Anak
  • Alergi Pada Bayi
  • Gejala Alergi Susu Sapi Pada Bayi
  • Batuk Alergi Pada Anak
  • Makanan Penyebab Alergi Pada Anak
  • Jenis Makanan Anak yang Menimbulkan Alergi
  • Infeksi Saluran Pernafasan Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Pernafasan Pada Bayi
  • Jenis Alergi Kulit Pada Bayi
  • Penyebab Alergi Kulit Pada Anak
  • Penyebab Alergi Udara Dingin Pada Anak
  • Mengatasi Alergi Makanan Pada Anak
  • Penyebab Batuk Alergi Pada Anak
  • Mengenal Penyakit Infeksi Telinga Pada Anak
  • Beberapa Gejala Alergi Susu Sapi Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Kencing Pada Bayi
  • 00.41 | 0 komentar

    Mengatasi Batuk Alergi Pada Anak


    Batuk yang “membandel” karena alergi terkadang membuat orangtua menjadi khawatir dan tak sabar untuk mengatasinya, hingga yang terjadi malah memberikan pengobatan yang berlebihan kepada anak. Bila orangtua tak mengantongi pengetahuan yang cukup dalam mengatasi batuk alergi pada anak, yang terjadi bukan kesembuhan yang cepat, namun malah sebaliknya.
    Hal yang paling masuk akal adalah diupayakan konsultasi kepada dokter terlebih dahulu, karena batuk alergi dengan batuk karena infeksi bakteri tentu beda penanganannya. Batuk alergi biasanya tidak disertai demam, cenderung tidak disertai dahak. Tanda lainnya yang perlu dikenali adalah batuk itu muncul saat pagi atau malam hari ataupun setelah mengkonsumsi makanan berminyak atau minuman dingin, atau setelah kontak dengan pemicu alergi lainnya, seperti debu, udara berAC, menghirup bulu binatang atau serbuk bunga, dan lain sebagainya.
    Obat apakah yang sebaiknya diminum? Sebenarnya cukup dengan obat anti alergi, anti histamine, atau bahkan cukup obat batuk saja. Antibiotik malah tidak disarankan oleh dokter karena bukan untuk mengatasi batuk yang disebabkan infeksi bakteri. Namun, bila kita membiarkan anak terkena alergi batuk ini berkepanjangan tanpa pengobatan yang tepat, maka alergi ini bisa menyerang semua organ dan sistem tubuh. Mulai dari paru, kulit, saluran kencing, jantung bahkan susunan syaraf, hingga menganggu perkembangan tubuh anak.
    Pengobatan secara alami mengatasi batuk alergi pada anak ternyata lebih disukai saat ini, karena kebanyakan orangtua khawatir bila terus menerus meminum obat kimia akan berdampak buruk dan menimbulkan efek samping di kemudian hari. Perbanyak minum madu, kencur, mengkudu, tanaman habbatussauda, meniran, jahe merah teh rosella adalah obat alami yang diharapkan bisa menyembuhkan batuk alergi anak.
    Bila ingin kepastian penyebab alergi, ada beberapa tahap dilakukan yakni anamnesa, dengan melihat riwayat keluarga, misalnya ada yang sakit asma akan menurunkan lebih banyak kadar alergi itu. Test skin allergy, foto rontgen, pemeriksaan laboratorium dan lain sebagainya. Kepastian ini diperlukan untuk penangan yang paling tepat pengobatan penyakit itu. Namun bila kita menghindari pencetusnya sebenarnya hal itu sangatlah membantu, hingga tidak perlu obat lagi. Makan bergizi, olahraga cukup, rumah sehat dan hidup teratur, sering terkena sinar matahari pagi, adalah hal paling sederhana dilakukan untuk atasi batuk alergi pada anak.
    sumber : klik disini
    Artikel pendukung
  • Mencegah Alergi Makanan Bayi
  • Tanda-Tanda Alergi Makanan Pada Anak Dan Pencegahannya
  • Mengatasi Batuk Alergi Pada Anak
  • Alergi Pada Bayi
  • Gejala Alergi Susu Sapi Pada Bayi
  • Batuk Alergi Pada Anak
  • Makanan Penyebab Alergi Pada Anak
  • Jenis Makanan Anak yang Menimbulkan Alergi
  • Infeksi Saluran Pernafasan Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Pernafasan Pada Bayi
  • Jenis Alergi Kulit Pada Bayi
  • Penyebab Alergi Kulit Pada Anak
  • Penyebab Alergi Udara Dingin Pada Anak
  • Mengatasi Alergi Makanan Pada Anak
  • Penyebab Batuk Alergi Pada Anak
  • Mengenal Penyakit Infeksi Telinga Pada Anak
  • Beberapa Gejala Alergi Susu Sapi Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Kencing Pada Bayi
  • 00.39 | 0 komentar

    Alergi Pada Bayi


    Secara tampilan fisik, usia, bayi adalah makhluk paling rentan terkena berbagai macam penyakit. Ini bisa dipahami dengan mudah, karena bayi belum lama beradaptasi dengan dunia luar, sehingga apa saja bisa menjadi pencetus sumber penyakit bayi. Termasuk diantaranya adalah alergi pada bayi. Alergi adalah reaksi sistem kekebalan yang terjadi terhadap substansi yang ada di lingkungan yang disebut dengan allergen.
    Nah, bila bayi yang memiliki alergi melakukan sentuhan langsung dengan allergennya, maka tubuh secara langsung memandang ini sebagai sesuatu yang berbahaya dan mengeluarkan histamines dan bahan-bahan kimia lainnya untuk melawan zat tersebut.
    Sebenarnya orangtua jangan menganggap sepele masalah alergi ini, karena bila meluas dan tak ditangani dengan tepat bisa merambah menyerang tubuh bagian dalam si bayi, dan ini tak banyak orang memahami. Setidaknya ada 4 alergi yang terdapat pada bayi, yakni alergi kulit, zat alergi makanan, alergi zat-zat tertentu juga alergi susu.
    Alergi yang paling banyak diderita bayi tentu alergi kulit. Hal ini terjadi biasanya karena salah makan dan minum saja yang bisa menyerang kulit. Tanda yang paling mudah dilihat pada alergi ini adalah bintik kemerahan yang terdapat pada lipatan kulit. Bisa jadi udara panas, lembab, dan mengenai bagian tertentu, seperti ketiak, paha, atau tubuh lainnya. Penanganan paling sederhana adalah setiap tubuh bayi berkeringat upayakan basuh dengan lap basah, lalu keringkan dengan handuk dan taburi bedak.
    Jika lidah dan langit-langit pada mulut bayi berwarna putih, gatal-gatal pada kulit wajah dan tangan, mencret, itu perlu diwaspadai sebagai alergi susu, baik susu formula maupun kedelai.
    Bila bayi terkena alergi makanan, biasanya akan diare. Telur, kacang-kacangan, tomat dan stoberi adalah beberapa makanan pencetus terjadinya alergi. Zat-zat tertentu, yang tertempel pada kulit bayi, atau bahkan minyak bedak pun bisa membuat kulit bayi yang sensitif terkena alergi.
    Segera konsultasi ke dokter anak sebagai solusi yang tepat. Selalu perhatikan asupan bayi juga hal-hal yang berkenanan dengan kesehatannya. ASI eksklusif adalah pilihan paling tepat, agar alergi pada bayi bisa diminimalisir.
    sumber : klik disini
    Artikel pendukung
  • Mencegah Alergi Makanan Bayi
  • Tanda-Tanda Alergi Makanan Pada Anak Dan Pencegahannya
  • Mengatasi Batuk Alergi Pada Anak
  • Alergi Pada Bayi
  • Gejala Alergi Susu Sapi Pada Bayi
  • Batuk Alergi Pada Anak
  • Makanan Penyebab Alergi Pada Anak
  • Jenis Makanan Anak yang Menimbulkan Alergi
  • Infeksi Saluran Pernafasan Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Pernafasan Pada Bayi
  • Jenis Alergi Kulit Pada Bayi
  • Penyebab Alergi Kulit Pada Anak
  • Penyebab Alergi Udara Dingin Pada Anak
  • Mengatasi Alergi Makanan Pada Anak
  • Penyebab Batuk Alergi Pada Anak
  • Mengenal Penyakit Infeksi Telinga Pada Anak
  • Beberapa Gejala Alergi Susu Sapi Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Kencing Pada Bayi
  • 00.37 | 0 komentar

    Gejala Alergi Susu Sapi Pada Bayi


    Asupan pertama bagi bayi adalah susu. Tapi tak semua ibu dapat memberikan ASI secara eksklusif. Banyak alasan mengapa para ibu kemudian memutuskan memberi ‘sambungan’ susu formula kepada bayinya. Salah satu alasan terbanyak diungkapkan, karena air susu ibu yang keluar sedikit atau terbatas, tak mencukupi kebutuhan anaknya. Sehingga susu formula yang berbahan dasar susu sapi masih primadona digunakan sebagai pengganti ASI. Sayangnya tak semua bayi memiliki toleransi daya tahan terhadap susu sapi sehingga terdapat gejala alergi susu sapi pada bayi.
    Untuk menguak mengapa alergi terhadap susu sapi ini terjadi, ternyata belum bisa diperkirakan sebabnya secara tepat. Tapi biasanya alergi ini dipicu oleh protein casein dan wey yang terdapat dalam susu sapi.
    Sebenarnya kedua protein tadi memiliki nilai gizi yang cukup tinggi, namun bagi anak yang hipersensitif, protein itu bisa memicu zat antibody immunoglobulin E (IgE). Nah zat antibody ini bisa menyebabkan pelepasan hitamin, zat yang bisa menimbuilkan berbagai reaksi alergi.
    Gejala alergi susu sapi pada bayi ini bisa dilihat dari bengkak dan gatal di bibir, terdapat bentol-bentol merah sampai lidah dan orofarings, bisa juga kejang pada perut, muntah sampai diare berat dengan tinja berdarah. Terkadang leher dan lidahnya juga membengkak sehingga sulit bernafas.
    Bila sudah terlihat gejala tersebut, sebaiknya jangan ditunda untuk memeriksakan pada tenaga kesehatan terdekat, karena terkadang reaksi alergi setiap bayi berbeda-beda. Ada yang lambat, namun ada yang sangat cepat (anafilaksis). Jika sudah tahap seperti ini keadaan akan membahayakan bagi bayi.
    Konsultasi ke dokter anak adalah tindakan yang tepat. Lakukan test alergi jika diperlukan dengan menyuntikan berbagai zat allergen di permukaan kulit untuk melihat reaksinya, bisa juga dengan test darah. Pengetahuan orangtua, terutama ibu mengenai gejala alergi susu sapi terhadap bayinya sangat diharapkan agar dengan cepat menangani si bayi saat alergi ini datang mendera. Pergantian dengan susu kedelai merupakan solusi, meski terkadang kedelai juga merupakan pencetus alergi.
    sumber : klik disini
    Artikel pendukung
  • Mencegah Alergi Makanan Bayi
  • Tanda-Tanda Alergi Makanan Pada Anak Dan Pencegahannya
  • Mengatasi Batuk Alergi Pada Anak
  • Alergi Pada Bayi
  • Gejala Alergi Susu Sapi Pada Bayi
  • Batuk Alergi Pada Anak
  • Makanan Penyebab Alergi Pada Anak
  • Jenis Makanan Anak yang Menimbulkan Alergi
  • Infeksi Saluran Pernafasan Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Pernafasan Pada Bayi
  • Jenis Alergi Kulit Pada Bayi
  • Penyebab Alergi Kulit Pada Anak
  • Penyebab Alergi Udara Dingin Pada Anak
  • Mengatasi Alergi Makanan Pada Anak
  • Penyebab Batuk Alergi Pada Anak
  • Mengenal Penyakit Infeksi Telinga Pada Anak
  • Beberapa Gejala Alergi Susu Sapi Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Kencing Pada Bayi
  • 00.35 | 0 komentar

    Batuk Alergi Pada Anak


    Dari berbagai macam alergi pada anak, ternyata batuk alergi menduduki peringkat yang paling atas. Hal ini cukup dimaklumi karena dewasa ini pemicunya sangat mudah terkena pada anak. Masalah batuk ini cukup membuat orangtua khawatir, karena bisa menjurus pada penyakit asma.
    Apa sebenarnya batuk alergi itu?
    Batuk alergi merupakan reaksi yang ditimbulkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk mentoleransi berbagai zat tertentu, misalnya debu atau cuaca dingin. Sebenarnya batuk itu sendiri merupakan refleks dari sistem saluran nafas untuk membersihkannya dari partikel asing seperti lendir, iritasi dan mikroba. Sebenarnya ini merupakan reaksi tubuh yang normal dan sebagai peringatan awal jika tubuh mengalami gangguan pada saluran pernafasan.
    Nah, reaksi batuk alergi muncul karena alergen memicu produksi lendir berlebihan dalam saluran pernafasan. Bagaimana kalau penyakit ini sudah muncul pada anak? Tak perlu panik! Ada beberapa hal yang perlu dilakukan orang tua supaya bijak mengatasinya dan paham pengetahuan yang baik tentang batuk alergi pada anak, agar tidak perlu berlebihan memberikan takaran obat. Meski sifat alergi tak bisa dihilangkan sama sekali, tapi dengan mengontrolnya diharapkan tidak akan menimbulkan penyakit asma.
    Pemicunya antara lain udara dingin, berAC, kipas angin, makanan mengandung pengawet, penyedap rasa, makanan tertentu atau minuman dingin dan lain sebagainya. Tak sulit sebenarnya mengontrol penyakit ini jika menanganinya dengan tepat. Diobati secara bertahap dengan obat anti alergi, anti histamine atau bahkan cukup dengan obat batuk saja. Antibiotik biasanya tak direkomendasikan dokter, karena batuk bukan disebabkan infeksi bakteri.
    Pengobatan secara bertahap dan diawasi dengan baik sampai batuknya berkurang dan bisa dihentikan bila sembuh. Tingkat kesembuhan tergantung dari kondisi dan daya tahan tubuh anak. Namun bila inginkan pengobatan alami daripada medis, Anda dapat mencoba mengkudu, jahe merah, teh rosella yang dicampur madu.
    Ajak anak sering terkena sinar matahari dipagi hari, olahraga dan makan-makanan bergizi seperti tomat, wortel, brokoli dan lain sebagainya. Paling terpenting yang harus dilakukan adalah menghindari pemicunya agar batuk alergi pada anak bisa terkendali.
    sumber : klik disini
    Artikel pendukung
  • Mencegah Alergi Makanan Bayi
  • Tanda-Tanda Alergi Makanan Pada Anak Dan Pencegahannya
  • Mengatasi Batuk Alergi Pada Anak
  • Alergi Pada Bayi
  • Gejala Alergi Susu Sapi Pada Bayi
  • Batuk Alergi Pada Anak
  • Makanan Penyebab Alergi Pada Anak
  • Jenis Makanan Anak yang Menimbulkan Alergi
  • Infeksi Saluran Pernafasan Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Pernafasan Pada Bayi
  • Jenis Alergi Kulit Pada Bayi
  • Penyebab Alergi Kulit Pada Anak
  • Penyebab Alergi Udara Dingin Pada Anak
  • Mengatasi Alergi Makanan Pada Anak
  • Penyebab Batuk Alergi Pada Anak
  • Mengenal Penyakit Infeksi Telinga Pada Anak
  • Beberapa Gejala Alergi Susu Sapi Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Kencing Pada Bayi
  • 00.32 | 0 komentar

    Makanan Penyebab Alergi Pada Anak


    Tidak semua jenis makanan bisa aman dimakan oleh bayi dan balita. Karena sistem pencernaan mereka yang masih rentan dan sangat peka terhadap jenis makanan baru yang masuk ke dalam tubuh mereka. Dan, beberapa anak dan bayi bisa dengan mudah terpicu alergi pada makanan tertentu, walau sebagian lain ternyata tidak. Untuk itu perlu pengetahuan yang cukup bagi kita agar mengetahui makanan penyebab alergi pada anak.
    Apakah ada perbedaan yang cukup signifikan antara alergi makanan dan intolerasi makanan? Karena sering masyarakat salah kaprah terhadap keduanya.
    Yang disebut alergi adalah respon tubuh abnormal terhadap suatu zat yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh. Sedangkan, kalau intoleransi makanan terjadi secara bertahap dan tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh, dan hanya respon sistem pencernaan (bukan sistem kekebalan) ketika zat makanan menganggu sistem pencernaan atau tidak dapat dicerna oleh tubuh dengan baik, atau dikarenakan penyakit tertentu.
    Makanan yang sering timbulkan alergi pada anak antara lain, susu sapi, susu kedelai, telur, makanan laut yakni ikan, kepiting, udang dan lobster, kacang-kacangan seperti kacang tanah, kacang kedelai, kacang polong dan lainnya, sereal yang mengandung gluten yaitu gandum, gandum hitam, gandum oat dan gandum barley, wijen, makanan dan minuman yang mengandung pengawet Sulfur dioksida dan sulfit juga seledri.
    Lalu, makanan apa saja yang aman untuk anak-anak? Sebenarnya semua jenis makanan bisa dimakan oleh anak-anak, sampai kita tahu jika anak mengalami alergi pada jenis makanan tertentu, namun ada beberapa jenis makanan yang tidak disarankan untuk bayi dibawah 6 bulan untuk menghindari resiko adanya alergi. Yakni sereal atau makanan yang mengandung Gluten, makanan laut dan jenis-jenis kacang.
    Para orangtua hendaknya tidak khawatir berlebihan terhadap asupan anak. Tips yang harus dilakukan bila memberikan makanan baru adalah dengan memberikan satu jenis makanan dan lihat reaksinya. Diberikan dalam porsi secukupnya. Jangan lupa untuk meneliti label kandungan bahan makanan kemasan. Dengan demikian tak perlu kecil hati jika anak alergi terhadap makanan tertentu. Karena dengan mengenali makanan penyebab alergi pada anak akan membantu solusi asupan anak
    sumber : klik disini
    Artikel pendukung
  • Mencegah Alergi Makanan Bayi
  • Tanda-Tanda Alergi Makanan Pada Anak Dan Pencegahannya
  • Mengatasi Batuk Alergi Pada Anak
  • Alergi Pada Bayi
  • Gejala Alergi Susu Sapi Pada Bayi
  • Batuk Alergi Pada Anak
  • Makanan Penyebab Alergi Pada Anak
  • Jenis Makanan Anak yang Menimbulkan Alergi
  • Infeksi Saluran Pernafasan Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Pernafasan Pada Bayi
  • Jenis Alergi Kulit Pada Bayi
  • Penyebab Alergi Kulit Pada Anak
  • Penyebab Alergi Udara Dingin Pada Anak
  • Mengatasi Alergi Makanan Pada Anak
  • Penyebab Batuk Alergi Pada Anak
  • Mengenal Penyakit Infeksi Telinga Pada Anak
  • Beberapa Gejala Alergi Susu Sapi Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Kencing Pada Bayi
  • 00.30 | 0 komentar

    Jenis Makanan Anak yang Menimbulkan Alergi


    Sesaat setelah makan kerang, tubuh dan muka anak menjadi terlihat bengkak, kulitnya memerah dan terlihat benjolan sana sini. Waspadai hal itu, karena kemungkinan anak Anda terkena alergi makanan laut. Memang bila belum pernah terkena terlebih dahulu, Anda masih meraba sebab keadaan anak, terkena sengatan serangga atau yang lain. Namun setelah ditelusuri dan beberapa kali mengamati barulah Anda sadar. Untuk itu perlu memahami jenis makanan anak yang dapat timbulkan alergi.
    Gluten
    Gluten adalah protein yang banyak ditemui pada biji-bijian namun sejenis gandum. Gandum hitam, gandum oat, dan gandum barley. Untuk anak-anak yang alergi sejenis ini sebaiknya ibu mencari makanan yang berlabel “bebas gluten”.
    Jenis kacang-kacangan
    Ternyata kacang mete, kenari, kacang tanah bahkan kacang kedelai pun sering menimbulkan alergi pada anak. Untuk itu, kenali dari jenis kacang apa saja yang dimungkinkan terjadinya alergi. Dan jangan coba-coba beri kacang-kacangan pada bayi yang belum bisa mengunyah agar resiko tersedak dapat terhindari.
    Makanan Laut
    Ikan, kerang, kepiting, cumi, udang dan segala hasil laut bisa membuat seorang anak alergi. Tapi bukan berarti alergi cumi, pasti alergi udang dan seterusnya. Perhatikan dengan seksama jenis makanan laut anak apa yang buat alergi, karena dalam ikan terdapat protein yang besar.
    Telur dan ayam
    Untuk jangan salah kaprah terhadap dua jenis makanan ini, tak selamanya orang yang alergi telur, pasti alergi ayam dan turunannya dan sebaliknya. Bahan makanan lain seperti roti atau masakan yang mengandung telur seperti perkedel juga tak mesti jadi alergi walau anak alergi telur.
    Segala jenis susu
    Bisa susu sapi maupun susu kambing atau susu kedelai sekalipun. Alergi ini juga bisa produk olahan dari susu, misalnya es krim, atau roti.
    Buah-buahan
    Memang agak aneh terdengar buah bisa bikin alergi, namun pada anak-anak hal ini bisa terjadi. Strawberry dan tomat adalah contohnya. Juga wijen, seledri dan makanan yang mengandung pengawet sulfur dioksida dan sulfit.
    Dengan kenali jenis makanan anak yang menimbulkan alergi diharapkan orang tua lebih tanggap dalam pencegahannya.
    sumber : klik disini
    Artikel pendukung
  • Mencegah Alergi Makanan Bayi
  • Tanda-Tanda Alergi Makanan Pada Anak Dan Pencegahannya
  • Mengatasi Batuk Alergi Pada Anak
  • Alergi Pada Bayi
  • Gejala Alergi Susu Sapi Pada Bayi
  • Batuk Alergi Pada Anak
  • Makanan Penyebab Alergi Pada Anak
  • Jenis Makanan Anak yang Menimbulkan Alergi
  • Infeksi Saluran Pernafasan Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Pernafasan Pada Bayi
  • Jenis Alergi Kulit Pada Bayi
  • Penyebab Alergi Kulit Pada Anak
  • Penyebab Alergi Udara Dingin Pada Anak
  • Mengatasi Alergi Makanan Pada Anak
  • Penyebab Batuk Alergi Pada Anak
  • Mengenal Penyakit Infeksi Telinga Pada Anak
  • Beberapa Gejala Alergi Susu Sapi Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Kencing Pada Bayi
  • 00.27 | 0 komentar

    Infeksi Saluran Pernafasan Pada Anak


    Tahukah Anda bahwa kira-kira 1 dari 4 atau sekitar 20%-30% dari angka kematian bayi dan anak itu disebabkan oleh Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA)? Angka ini cukup fantastis, mengingat penyakit ini sering menyerang anak-anak, yang tanpa disadari bila tak ditangani dengan tepat dan cepat ternyata menjadi hal yang fatal.
    Definisi ISPA oleh DepKes menyimpulkan bahwa infeksi saluran pernafasan adalah suatu keadaan dimana kuman penyakit berhasil menyerang alat-alat tubuh yang digunakan untuk bernafas, yakni mulai dari hidung, hulu kerongkongan, tenggorokan, batang tenggorokan sampai paru-paru dan berlangsung tidak lebih dari 14 hari.
    Masyarakat awam biasanya mengartikan penyakit ini sebagai pilek disertai flu. Padahal ada beberapa penyakit yang menyertainya seperti sinusitis, tonsillitis, faringitis, laryngitis oleh infeksi virus dan bakteri lainnya. Dan ternyata bronchitis, bronklolitis juga pneumonia tidak tercakup dalam ISPA, namun bisa dimungkinkan penyakit itu dimulai oleh ISPA atau berkembang sebagai komplikasi.
    Secara sederhana penyakit ini dimulai dari flu yang disebabkan virus yang memiliki masa infeksi antara 5 hari sampai 2 minggu. Gejala flu bisa dikenali dari hidung meler, atau malah tersumbat, mata merah berair, batuk, bersin, suara serak, nyeri dan rasa sakit pada tulang, otot sendi dan seringkali disertai demam. Penularannya bisa dengan bersin, kontak dengan orang lain secara langsung dan memakai barang secara bersama-sama.
    Tak perlu panik jika infeksi saluran pernafasan pada anak ini terjadi. Pengetahuan yang cukup bagi orangtua mengenai penyakit ini akan banyak membantu mengenai apa yang diperlukan dalam mencegah penyakit ini, penularan, serta perawatan penderita ISPA.
    Sebenarnya untuk yang bersifat ringan seperti batuk dan pilek disertai demam, penyakit ini tak terlalu merisaukan karena bisa sembuh dengan sendirinya (self limited diseases), atau hanya diobati dengan obat flu biasa saja tanpa antibiotic, namun bila yang termasuk infeksi saluran pernafasan yang berat, tak perlu menunggu terlalu lama harus ditangani lebih lanjut untuk menghindari hal yang lebih fatal dan akan berakibat kematian.
    sumber : klik disini
    Artikel pendukung
  • Mencegah Alergi Makanan Bayi
  • Tanda-Tanda Alergi Makanan Pada Anak Dan Pencegahannya
  • Mengatasi Batuk Alergi Pada Anak
  • Alergi Pada Bayi
  • Gejala Alergi Susu Sapi Pada Bayi
  • Batuk Alergi Pada Anak
  • Makanan Penyebab Alergi Pada Anak
  • Jenis Makanan Anak yang Menimbulkan Alergi
  • Infeksi Saluran Pernafasan Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Pernafasan Pada Bayi
  • Jenis Alergi Kulit Pada Bayi
  • Penyebab Alergi Kulit Pada Anak
  • Penyebab Alergi Udara Dingin Pada Anak
  • Mengatasi Alergi Makanan Pada Anak
  • Penyebab Batuk Alergi Pada Anak
  • Mengenal Penyakit Infeksi Telinga Pada Anak
  • Beberapa Gejala Alergi Susu Sapi Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Kencing Pada Bayi
  • 00.25 | 0 komentar

    Penyebab Infeksi Saluran Pernafasan Pada Bayi


    Sebuah survey yang cukup mencengangkan tentang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Ternyata di Indonesia penyakit ini selalu menduduki urutan pertama penyebab kematian bayi dan balita, dan berada pada daftar 10 penyakit yang terbanyak di rumah sakit. Lalu, sebenarnya apa yang menjadi penyebab ISPA pada bayi ini?
    Sebelumnya terlebih dahulu dijabarkan apa yang dimaksud ISPA yakni proses infeksi akut yang berlangsung selama 14 hari yang disebabkan oleh mikroorganisme dan menyerang salah satu bagian, dan atau lebih dari saluran nafas, dimulai dari saluran atas (hidung) sampai saluran bawah (alveoli), termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura.
    Gaya hidup juga peralihan kehidupan dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern ternyata menjadi tudingan penyebab ISPA pada bayi. Selain itu juga hasil industrialisasi dan modernisasi kota-kota besar ternyata berdampak sangat buruk terhadap kesehatan, terutama pada bayi yang rentan terhadap penyakit. Asap yang keluar dari cerobong pabrik yang cemari udara sekitar, menjadikan ISPA pada bayi semakin sering ditemui.
    Selain itu ternyata didalam rumah kita sendiri tak luput dari ancaman penyebab penyakit yang mematikan pada bayi dan balita ini karena asap yang berasal dari dapur pun juga turut andil penyakit ini kerap muncul.
    Dan tahukah Anda bahwa merokok itu selain melakukan pekerjaan yang tak bermanfaat bahkan menimbulkan berbagai macam penyakit pada pelakunya namun juga sebagai biang penyebab ISPA pada bayi?
    Lalu bagaimana mekanisme penyebab ISPA ini? Asap yang masuk menyebabkan pergerakan silia hidung menjadi lambat bahkan kaku ataupun malah berhenti sama sekali, sehingga tak dapat membersihkan saluran pernafasan akibat iritasi oleh bahan pencemar. Sedangkan produksi lendir akan meningkat sehingga menyebabkan penyempitan saluran nafas dan rusaknya sel pembunuh bakteri di saluran pernafasan sehingga menyebabkan kesulitan bernafas. Lalu benda asing tertarik dan bakteri lain tidak dapat keluar dari saluran pernafasan, hingga ini akan memudahkan terjadinya ISPA. Penyuluhan masyarakat tentang penyebab infeksi saluran nafas pada bayi ini sangat penting karena diharapkan mereka peduli tentang bahaya ISPA ternyata akibat dari ulah kita.
    sumber : klik disini
    Artikel pendukung
  • Mencegah Alergi Makanan Bayi
  • Tanda-Tanda Alergi Makanan Pada Anak Dan Pencegahannya
  • Mengatasi Batuk Alergi Pada Anak
  • Alergi Pada Bayi
  • Gejala Alergi Susu Sapi Pada Bayi
  • Batuk Alergi Pada Anak
  • Makanan Penyebab Alergi Pada Anak
  • Jenis Makanan Anak yang Menimbulkan Alergi
  • Infeksi Saluran Pernafasan Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Pernafasan Pada Bayi
  • Jenis Alergi Kulit Pada Bayi
  • Penyebab Alergi Kulit Pada Anak
  • Penyebab Alergi Udara Dingin Pada Anak
  • Mengatasi Alergi Makanan Pada Anak
  • Penyebab Batuk Alergi Pada Anak
  • Mengenal Penyakit Infeksi Telinga Pada Anak
  • Beberapa Gejala Alergi Susu Sapi Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Kencing Pada Bayi
  • 00.23 | 0 komentar

    Jenis Alergi Kulit Pada Bayi


    “Seindah kulit bayi..” begitu ungkapan sering kita dengar. Namun kenyataannya banyak bayi tak berkulit mulus.
    Mengapa demikian? Ternyata sangat banyak faktor yang dapat menyebabkan bayi tidak mulus kulitnya. Kulit bayi yang sensitif sangat rentan terkena alergi kulit. Untuk itu, pengetahuan sang ibu dalam mendekteksi jenis alergi kulit pada bayi akan membantu penanganan selanjutnya.
    Acne infantile (jerawat) itu juga bisa terjadi pada bayi. Kulit muka terdapat benjolan kecil mirip jerawat dengan warna kemerahan yang bisa memenuhi wajah, dada, punggung dan sela paha. Hal ini bisa terlihat pada bayi berusia 0-30 hari, dan puncaknya minggu 2-4. Penyebabnya didominasi hormon androgennya masih tinggi, yakni sisa saat bayi masih dalam kandungan pada peredaran darahnya. Tak perlu khawatir berlebihan karena bisa lenyap dengan sendirinya, namun krim benzoil peroksida 2,5% terkadang menjadi resep dokter.
    Biang keringat (miliaria), yang sangat gatal disertai kulit kemerahan bergelembung kecil-kecil. Biang keringat ini ada dua yakni Miliaria crystalline (MC) yakni bercak kecil yang berkelompok dan berwarna kulit atau merah muda. MC ini tak meradang, namun sangat mengganggu bayi. Menyerang bagian lipatan leher, ketiak, serta daerah yang tertutup baju.
    Yang kedua yakni Miliaria rubra (MR) gejalanya bercak warna merah (Papula) bisa juga melebar (papula vesicles). MR ini suka terdapat pada lipatan leher, paha, ketiak, dahi, badan atas, sisi lengan. MC maupun MR disebabkan oleh keringat bayi, dimana kelenjar keringatnya tersumbat karena memang belum sempurna. Disinyalir cuaca panas sebabkan biang keringat ini muncul.
    Ruam merah pada pantat dan selangkangan bayi. Jenis alergi kulit pada bayi ini sering didapati, ini disebabkan oleh pemakaian popok secara terus menerus, sehingga meradang pada bagian yang tertutup popok, sehingga bakteri ammonia yang terjadi saat bakteri tercampur dengan kotoran dan urine bayi. Iritasi ini bisa sebabkan eksim popok. Solusinya, gantilah popok setelah bayi mengompol, pilih dari katun dan tak terlalu ketat, bila 10 hari tak membaik, segeralah ke dokter untuk dapatkan krem anti jamur kandinda.
    sumber : klik disini
    Artikel pendukung
  • Mencegah Alergi Makanan Bayi
  • Tanda-Tanda Alergi Makanan Pada Anak Dan Pencegahannya
  • Mengatasi Batuk Alergi Pada Anak
  • Alergi Pada Bayi
  • Gejala Alergi Susu Sapi Pada Bayi
  • Batuk Alergi Pada Anak
  • Makanan Penyebab Alergi Pada Anak
  • Jenis Makanan Anak yang Menimbulkan Alergi
  • Infeksi Saluran Pernafasan Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Pernafasan Pada Bayi
  • Jenis Alergi Kulit Pada Bayi
  • Penyebab Alergi Kulit Pada Anak
  • Penyebab Alergi Udara Dingin Pada Anak
  • Mengatasi Alergi Makanan Pada Anak
  • Penyebab Batuk Alergi Pada Anak
  • Mengenal Penyakit Infeksi Telinga Pada Anak
  • Beberapa Gejala Alergi Susu Sapi Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Kencing Pada Bayi
  • 00.18 | 2 komentar

    Penyebab Alergi Kulit Pada Anak


    Zat penyebab alergi yang disebut allergen itu bisa berasal dari berbagai jenis dan masuk kedalam tubuh melalui berbagai macam cara. Bisa melalui saluran pernafasan, berasal dari makanan, melalui suntikan atau bisa juga melalui zat-zat tertentu lainnya, misalnya akibat kontak langsung dengan kulit seperti, kosmetik, logam perhiasan, jam tangan dan lain sebagainya. Beberapa penyebab alergi kulit pada anak adalah dari makanan dan minuman, serbuk tanaman, pinisilin, bulu binatang, debu sampai dengan zat aditif pada makanan.
    Untuk mengetahui penyebab alergi kulit pada anak, sebaiknya diadakan berbagai test atau mengamati reaksi tubuh sesaat setelah kontak atau makan dan minum sesuatu untuk beberapa kali. Karena tidak bisa dalam sekali saja dipastikan bahwa anak menderita alergi tertentu.

    Adapun jenis alergi kulit ini dibagi menjadi tiga, yakni:

    • Alergi Kulit Dermatitis Atopik atau sering disebut juga eksim, yakni yang disebabkan oleh goresan. Kebanyakan diderita oleh anak-anak., orang dewasa atau terbawa sampai dewasa. Pada bayi bisa terjadi pada pipi, dada dan kulit kepala.
    • Alergi kulit Angiodema (pembengkakan) dan Urtikaria (hives) yang muncul karena pengangkatan benjolan merah dari berbagai ukuran, namun hanya terjadi dalam beberapa menit saja. Bengkak bisa terjadi pada mata, tangan kaki dan bibir. Dan alergi ini mempunyai sensasi membakar, menyengat atau terasa seperti kesemutan, namun tak menyebabkan merah atau gatal. Meski demikian alergi jenis ini bila parah bisa menyulitkan pernafasan sehingga jiwa dapat terancam.
    • Terakhir, Alergi Kontak Dermatitis yang disebabkan oleh zat yang menyebabkan reaksi pada kulit setelah melalui kontak langsung. Penyebab alergi kulit pada anak untuk jenis ini biasanya karena mereka menyentuh tanaman, dan saat mereka terkena resleting pakaian, sentuhan logam pada ikat pinggang ataupun jam tangan yang terbuat dari logam. Untuk orang dewasa kulitnya akan bereaksi bila berhadapan dengan bahan kimia, pewarna rambut, logam, kosmetik, obat tipical. Efeknya bisa terjadi ruam pada bagian tangan, kaki, leher dan kelopak mata.
    Segera konsultasi ke dokter bila penyebab alergi kulit pada anak ini mulai menyerang.
    sumber : klik disini
    Artikel pendukung
  • Mencegah Alergi Makanan Bayi
  • Tanda-Tanda Alergi Makanan Pada Anak Dan Pencegahannya
  • Mengatasi Batuk Alergi Pada Anak
  • Alergi Pada Bayi
  • Gejala Alergi Susu Sapi Pada Bayi
  • Batuk Alergi Pada Anak
  • Makanan Penyebab Alergi Pada Anak
  • Jenis Makanan Anak yang Menimbulkan Alergi
  • Infeksi Saluran Pernafasan Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Pernafasan Pada Bayi
  • Jenis Alergi Kulit Pada Bayi
  • Penyebab Alergi Kulit Pada Anak
  • Penyebab Alergi Udara Dingin Pada Anak
  • Mengatasi Alergi Makanan Pada Anak
  • Penyebab Batuk Alergi Pada Anak
  • Mengenal Penyakit Infeksi Telinga Pada Anak
  • Beberapa Gejala Alergi Susu Sapi Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Kencing Pada Bayi
  • 00.14 | 0 komentar

    Penyebab Alergi Udara Dingin Pada Anak


    Alergi udara dingin memang diakibatkan oleh udara dingin. Berbeda dengan alergi dingin yang bisa diakibatkan bukan hanya oleh udara dingin tetapi juga oleh makanan dan minuman yang dingin.
    Alergi udara dingin berbeda dengan alergi dingin. Perbedaannya terletak pada gejala yang ditimbulkannya. Misalnya saja, pada anak yang menderita alergi udara dingin, dia tidak mengalami demam seperti halnya yang ditunjukkan pada anak yang menderita alergi dingin. Pada anak yang menderita alergi udara dingin biasanya merasa gatal, sedangkan penderita alergi dingin cenderung sakit di tenggorokan yang diikuti oleh flu. Penderita alergi udara dingin cenderung lebih kuat dibandingkan penderita alergi dingin, dan juga reaksi alergi yang menjalar hingga ke mata merupakan gejala penderita alergi udara dingin.

    Apa penyebab alergi udara dingin pada anak?

    Tentu saja salah satunya adalah udara yang dingin. Sebaiknya jika anak sudah mengalami gejala alergi udara dingin maka orang tua sebisa mungkin melakukan pencegahan terjadinya alergi, misalnya dengan membuat si anak tetap merasa hangat pada kondisi cuaca dingin. Anak sebaiknya mulai menggunakan baju-baju yang tebal setiap saat ketika kondisi cuaca sedang tidak bersahabat, berikan juga minuman yang hangat untuk mengatasi dingin di dalam tubuhnya.
    Penyembuhan alergi udara dingin tidak bisa menuntaskan alergi udara dingin, namun obat-obatan bisa membantu mengurangi gejala yang timbul karena cuaca dingin tersebut. Jangan lupa, anak yang memiliki alergi udara dingin untuk bisa melakukan immunotherapy yaitu proses desensitisasi terhadap alergen. Proses yang diperlukan dalam menuntaskan alergi udara dingin ini membutuhkan waktu yang lama, bahkan bisa lebih dari tiga tahun. Namun, keberhasilannya sangat tinggi, bisa 90% berhasil.
    Penyebab alergi udara dingin pada anak adalah udara dingin, Anda harus mulai mencegah anak untuk bersentuhan langsung dengan udara dingin melalui berbagai hal yang membuatnya tetap merasa nyaman dan hangat walau cuaca memang tidak bersahabat dan bisa memicu alergi udara dinginnya. Jangan lupa berikan pengertian kepada anak kenapa dia tidak bisa bermain hujan dan harus mengenakan baju tebal sebab kerapkali anaklah yang sering merasa tidak nyaman dengan kondisi ini.
    sumber klik disini
    Artikel pendukung
  • Mencegah Alergi Makanan Bayi
  • Tanda-Tanda Alergi Makanan Pada Anak Dan Pencegahannya
  • Mengatasi Batuk Alergi Pada Anak
  • Alergi Pada Bayi
  • Gejala Alergi Susu Sapi Pada Bayi
  • Batuk Alergi Pada Anak
  • Makanan Penyebab Alergi Pada Anak
  • Jenis Makanan Anak yang Menimbulkan Alergi
  • Infeksi Saluran Pernafasan Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Pernafasan Pada Bayi
  • Jenis Alergi Kulit Pada Bayi
  • Penyebab Alergi Kulit Pada Anak
  • Penyebab Alergi Udara Dingin Pada Anak
  • Mengatasi Alergi Makanan Pada Anak
  • Penyebab Batuk Alergi Pada Anak
  • Mengenal Penyakit Infeksi Telinga Pada Anak
  • Beberapa Gejala Alergi Susu Sapi Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Kencing Pada Bayi
  • 00.12 | 0 komentar

    Mengatasi Alergi Makanan Pada Anak


    Ada cara sederhana yang bisa diterapkan bagi anak yang memiliki kecenderungan alergi pada makanan, yakni dengan menghindari makanan pencetus alerginya. Dengan apa? Tentu kita sebagai orangtuanya dapat memilih dan memilah menu makanan sehari-hari agar pencetus alerginya tidak termakan oleh anak.
    • Segera membuat list atau daftar makanan yang seharus ada dalam menu sehari-hari anak, atau yang harus dihapuskan. Biasanya allergen yang paling umum adalah kacang-kacangan dan susu. Tapi gandum, gluten unggas, makanan laut bahkan coklat yang notabene kesukaan anakpun bisa timbulkan alergi.
    • Memberikan pengertian kepada orang-orang sekitar, guru maupun komunitas bermainnya agar turut menjaga pola makan anak yang riskan terhadap alergi makanan tertentu. Misalnya bila anak alergi susu berikut turunannya, maka makanan atau minuman apapun yang mengandung susu diminta untuk tidak diberikan pada anak, atau selalu mengingatkan anak tentang hal itu. Dan dibiasakan tak malu bertanya saat diberi makanan dengan mengatakan,”Apakah makanan ini mengandung susu atau telur? karena saya alergi..”.
    • Jangan panik bila gejala alergi muncul tiba-tiba, misalnya anak muntah, diare, kulit memerah dan menjadi gatal atau tiba-tiba anak menjadi sesak nafas. Selalu sediakan obat-obatan yang sudah direkomendasikan oleh dokter jika anak mulai terserang alergi. Seperti obat anti sesak, obat asma yang berupa pil atau semprot, obat antihistamin untuk mengatasi alergi makanan pada anak dibagian kulit, pencernakan, bersin dan gatal pada hidung.
    • Ajarkan anak selalu peka terhadap gejala alergi pada tubuhnya saat ia di dekat apalagi jauh dari keluarga saat reaksi fisik allergen, seperti gatal, nyeri perut, bengkak, kulit kemerahan atau bahkan ia muntah, dan apa yang harus anak lakukan saat darurat itu, misalnya segera beritahukan guru atau orang dewasa.
    Sebaiknya orangtua melakukan test alergi untuk mengetahui sejauh mana alergi yang diderita anak, juga penanganan yang tepat untuk mengatasi alergi makanan pada anak. Tak perlu was-was berlebihan karena untuk sebagian orang, alergi akan hilang seiring bertambahnya usia dan tergantung kekebalan tubuh anak.
    sumber : klik disini
    Artikel pendukung
  • Mencegah Alergi Makanan Bayi
  • Tanda-Tanda Alergi Makanan Pada Anak Dan Pencegahannya
  • Mengatasi Batuk Alergi Pada Anak
  • Alergi Pada Bayi
  • Gejala Alergi Susu Sapi Pada Bayi
  • Batuk Alergi Pada Anak
  • Makanan Penyebab Alergi Pada Anak
  • Jenis Makanan Anak yang Menimbulkan Alergi
  • Infeksi Saluran Pernafasan Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Pernafasan Pada Bayi
  • Jenis Alergi Kulit Pada Bayi
  • Penyebab Alergi Kulit Pada Anak
  • Penyebab Alergi Udara Dingin Pada Anak
  • Mengatasi Alergi Makanan Pada Anak
  • Penyebab Batuk Alergi Pada Anak
  • Mengenal Penyakit Infeksi Telinga Pada Anak
  • Beberapa Gejala Alergi Susu Sapi Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Kencing Pada Bayi
  • 00.11 | 0 komentar
    Bse Information, Instructional Media And Educational Articles

    Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *

    Submit ExpressFree Webmaster Tools

    go green indonesia!