Hi ALL ,  welcome  |  MY SITE  |  PLEASE READ  |  THANK'S YOU ALL
Selamat datang di online learning, Ayo, terus belajar dan ilmu adalah teman yang paling baik. (kritik dan saran hubungi mhharismansur@gmail.com atau Hp. 081329653007)
Tampilkan postingan dengan label pend. keluarga dan sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pend. keluarga dan sosial. Tampilkan semua postingan

Perkembangan Usia Remaja Secara Fisik dan Emosional

Written By mhharismansur on Senin, 17 Desember 2012 | 21.59


Perkembangan usia remaja merupakan masa yang penting untuk persiapan seseorang menapaki usia dewasa. Bilamana pada masa perkembangan remaja, seorang anak tidak mendapatkan bimbingan dan pengarahan yang baik maka dapat menimbulkan dampak yang serius. Salah satu contohnya adalah banyaknya remaja yang terjebak dalam perbuatan kriminal dan asusila saat ini.
Pada masa perkembangan usia remaja, seseorang akan mulai dapat mengemukakan pendapatnya kepada orang lain. Remaja cenderung akan berkomunikasi sesuai dengan apa yang ada dalam hati dan pikirannya, terutama kepada orang yang lebih tua. Sehingga sering terjadi ketidakcocokan antara gagasan remaja dengan para orang tua di rumah. Apabila ketidakharmonisan ini dibiarkan terus-menerus akan menimbulkan perasaan yang tidak puas pada remaja. Sehingga dia akan mencari kesenangan sesaat untuk pelariannya.
Para remaja adalah penerus masa depan bangsa ke depannya, oleh sebab itu kita perlu mengetahui ciri-ciri dan penanganan masalah remaja.

Perkembangan Usia Remaja Secara Fisik

Ciri-ciri fisik seorang anak yang memasuki masa remaja dapat mudah dikenali. Berikut ini penjelasan ciri-ciri fisik menginjak perkembangan usia remaja.
Remaja laki-laki:
  • Organ testis berkembang fungsinya dengan produksi sperma serta kelenjar prostat. Sehingga pada masa peralihan anak ke remaja ditandai dengan mimpi basah, yakni keluarnya sperma sewaktu bermimpi.
  • Munculnya bulu pada organ-organ tertentu. Seperti pada organ kemaluan, janggut, kumis, dan ketiak.
  • Jakun pada tenggorokan nampak
  • Suaranya menjadi besar
Remaja perempuan:
  • Mengalami menstruasi untuk pertama kalinya
  • Munculnya bulu pada sekitar kelamin dan ketiak
  • Payudara dan pinggul akan terlihat lebih besar dari sebelumnya

Perkembangan Usia Remaja Secara Emosional

Usia remaja merupakan usia dimana seseorang mengalami peningkatan segi emosional yang cukup signifikan. Bila kita cermati seorang anak yang awalnya pendiam akan dapat berubah drastis sering melawan dan temperamen. Sebaliknya terkadang seseorang yang semula sangat agresif pada usia anak-anak, tiba-tiba menjadi remaja yang pendiam dan penurut. Tentu hasil ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat dia bergaul dan hidup di dalamnya.
Seorang remaja yang tinggal dan bergaul di lingkungan yang tenang dan harmonis, dia akan cenderung menjadi remaja yang pandai dalam mengendalikan amarah atau emosinya bila terganggu. Sebab dia dapat berpikir matang sebelum bertindak. Peran pendidikan di terutama dalam emosional dan berpikir bisa menciptakan kematangan karakter seorang remaja, terlebih lagi dampaknya di usia dewasa nanti.
Sebaliknya seorang remaja yang banyak bergelut dengan lingkungan yang tidak harmonis dan tidak terkondisikan, dia akan memiliki emosi yang tidak terkendali. Dalam bertingkah laku dan mencari kesenangan cenderung akan mengedepankan emosi daripada kematangan berpikirnya. Sehingga kemungkinan besar akan mudah terseret kepada hal-hal yang negatif. Misalnya meminum minuman keras, free seks, memakai obat-obat terlarang dan lain-lain.
Semoga artikel mengenai informasi perkembangan usia remaja ini bermanfaat bagi semua. Selamat berkreasi para remaja!
sumber : klik disini
Artikel-artikel terkait
  • Perkembangan Usia Remaja Secara Fisik dan Emosional
  • Tahap Pertumbuhan Anak ke Masa Remaja
  • Mengetahui Psikologi Perkembangan Anak ke Remaja
  • Menjalin Hubungan Keluarga Dengan Sekolah Yang Kuat Demi Kesuksesan Belajar Anak
  • Menjalin Hubungan Keluarga Dan Masyarakat Yang Harmonis Sejak Dini
  • 21.59 | 0 komentar

    Tahap Pertumbuhan Anak ke Masa Remaja


    Pertumbuhan anak ke masa remaja memang merupakan masa yang bisa dibilang cukup cepat. Terkadang banyak para orang tua tidak menyadari atau melewatkan masa penting ini; seolah secara tiba-tiba mereka mendapati putra putri mereka sudah beranjak remaja. Pada dasarnya pada masa ini terjadi perubahan yang cukup signifikan pada diri si anak, baik dari segi fisik maupun dari segi psikologis anak tersebut. Pada masa pertumbuhan dari anak-anak ke masa remaja merupakan saat-saat paling penting.
    Pertumbuhan anak ke masa remaja selain karena faktor makanan juga dipengaruhi oleh faktor yang lain seperti faktor genetis, dan juga hormon seperti hormon pertumbuhan, hormon tiroid dll. Setiap orang tua hendaknya mengetahui tahap-tahap pertumbuhan seorang anak. Karena akan terjadi perubahan secara drastis dari masa anak-anak ke masa remaja tidak hanya dari fisik namun juga psikologinya.

    Tahap –Tahap Pertumbuhan Anak ke Masa Remaja

    Pertumbuhan anak ke masa remaja akan mengalami berbagai tahap dalam perkembangan sesuai dengan umurnya :
    • Pertumbuhan anak paling cepat terjadi pada tahun pertama. Pada usia 0 sampai 3 tahun anak tumbuh sangat cepat namun pada usia 3-4 tahun pertumbuhannya berangsur – angsur berkurang tidak secepat pada tahun-tahun awal pertumbuhannya.
    • Lalu pertumbuhan berjalan dengan lamban dan teratur sampai pada masa akil balik.
    • Pada masa akil baligh yakni sekitar umur 12 hingga 16 tahun pertumbuhannya kembali cepat
    • Lalu kecepatannya akan berangsur-angsur berkurang hingga suatu waktu (biasanya sekitar umur 18 tahun) akan berhenti.

    Ciri – Ciri Fisik Pada Remaja

    Pada pertumbuhan anak ke masa remaja akan terjadi perubahan fisik yang sangat terlihat. Diantaranya adalah
    • Ciri-ciri Seks Primer
      Pada remaja pria perubahan fisik karena kematangan organ-organ seksualitas biasanya terjadi pada usia sekitar 14 hingga 16 tahun yang ditandai dengan adanya mimpi basah. Sedangkan pada remaja putri ditandai dengan adanya menstruasi pertama. Terjadi pertumbuhan yang cepat pada organ reproduksinya seperti rahim dan ovarium yang berfungsi untuk memproduksi sel telur serta hormon kehamilan. Pada siklus awal menstruasi sering diiringi dengan sakit pinggang, sakit kepala, mudah lelah, dan mudah tersinggung.
    • Ciri-ciri Seks Sekunder
      Pada remaja putra akan mengalami pertumbuhan bulu-bulu pada bagian tubuhnya seperti kumis, janggut, tangan, kaki. jambang, ketiak dan alat kelaminnya. Kulit akan berubah menjadi kasar, serta suara akan berubah menjadi parau dan rendah. Serta akan tumbuh jakun di lehernya. Sedangkan pada remaja putri juga akan mengalami perubahan pada tubuhnya. Seperti tumbuhnya bulu-bulu di ketiak dan kelaminnya. Pertumbuhan juga terjadi pada kelenjar yang akan memproduksi air susu sehingga terjadi pertumbuhan di dadanya seperti pada wanita normal serta pembesaran pada bagian pinggulnya.
    Semoga artikel mengenai pertumbuhan anak ke masa remaja ini dapat menambah wawasan kita, khususnya para orang tua yang memiliki anak-anak di keluarganya.
    sumber : klik disini

    Artikel-artikel terkait
  • Perkembangan Usia Remaja Secara Fisik dan Emosional
  • Tahap Pertumbuhan Anak ke Masa Remaja
  • Mengetahui Psikologi Perkembangan Anak ke Remaja
  • Menjalin Hubungan Keluarga Dengan Sekolah Yang Kuat Demi Kesuksesan Belajar Anak
  • Menjalin Hubungan Keluarga Dan Masyarakat Yang Harmonis Sejak Dini
  • 21.55 | 0 komentar

    Mengetahui Psikologi Perkembangan Anak ke Remaja


    Psikologi perkembangan anak ke remaja sangat perlu diperhatikan oleh para orang tua. Karena pada masa ini remaja cenderung mempunyai sikap yang masih labil. Dengan mengetahui berbagai perubahan psikologis pada anak yang mulai menginjak remaja, diharapkan dapat membantu dalam memahami serta mengarahkan putra putri Anda.
    Berbagai tulisan mengenai psikologi perkembangan anak ke remaja dapat kita cari di berbagai media informasi. Bila menginginkan akses yang cepat mengenai informasi seputar remaja maka tidak salah Anda mengunjungi website kami ini.

    Pembagian Masa Remaja

    Psikologi perkembangan anak ke remaja dibagi menjadi 2 yakni :
    • Masa puber, adalah masa awal remaja dari umur 12 tahun hingga umur 18 tahun. Pada masa ini remaja sudah tidak mau diperlakukan seperti anak kecil lagi. Masa ini adalah masa-masa pencarian jati diri. Sikapnya pun tidak menentu atau cenderung plin plan.
    • Masa adolesen, adalah masa akhir remaja sekitar umur 19 hingga 21 tahun. Pada masa ini remaja sudah mulai menyadari akan halnya realitas, perhatiannya pun sudah tertutup pada hal-hal yang bersifat realistis serta sudah mulai memikirkan masa depan. Mulai nampak bakat dan minat yang dipunyainya.

    Berbagai Psikologi Perkembangan Anak ke Remaja

    • Kognitif Psikologi Remaja
      Pada perkembangan ini remaja sudah mulai dapat membedakan mana yang konkrit dan mana yang abstrak, dapat berpikir logis, serta berfungsinya kegiatan kognitif seperti pembuatan perencanaan, strategi serta berbagai pengambilan keputusan. Mulai memikirkan masa depan, belajar instropeksi diri. Mempunyai wawasan dan pengetahuan yang semakin luas meliputi agama, moralitas maupun identitas atau jati diri.
    • Emosi Psikologi Remaja
      Pada masa remaja mempunyai emosi yang tinggi cukup tinggi, bahkan terkadang hingga meluap-luap, sensitif, reaktif, dan cenderung negatif dan temperamen seperti mudah tersinggung, marah, sedih dan murung. Namun pada remaja akhir sudah mulai dapat mengendalikan emosinya.
    • Lingkungan sangat berpengaruh kuat terhadap perkembangan psikologi anak.
      Pada remaja yang hidup dilingkungan yang kurang tepat biasanya perkembangan emosionalnya cenderung agresif dan regresif atau lari dari kenyataan. Namun berbeda dengan remaja yang hidup dilingkungan yang kondusif cenderung mempunyai emosi yang tepat dan tidak agresif serta mampu mengendalikannya.
    • Sosial Psikologi Remaja
      Remaja sudah mulai dapat memahami orang lain serta mampu menjalin persahabatan. Namun biasanya remaja cenderung lebih memilih teman yang sama dengannya baik dari hobi, minat, sikap dan lainnya.
    • Kepribadian Psikologi Remaja
      Teori psikologi perkembangan anak ke remaja menjelaskan bahwa masa ini merupakan pencarian jati diri remaja. Tidak mengherankan jika remaja sering risau tentang mau jadi serta mencari idola dalam hidupnya.
    • Kesadaran Beragama
      Remaja mulai memperhatikan aspek ini. Mulai memperhatikan keadaan sekitar yang tidak sesuai dengan aspek agama seperti terjadinya tindakan-tindakan amoral, pencurian, tidak jujur dan lain sebagainya. Mereka mulai ingin membawa nilai-nilai agama dalam kehidupannya. Keimanan mulai tumbuh didalamnya hatinya.
    Demikianlah artikel tentang psikologi perkembangan anak ke remaja, semoga dapat bermanfaat untuk anda yang sedang menghadapi putra putri yang sedang dalam masa remaja.
    sumber : klik disini
    Artikel-artikel terkait
  • Perkembangan Usia Remaja Secara Fisik dan Emosional
  • Tahap Pertumbuhan Anak ke Masa Remaja
  • Mengetahui Psikologi Perkembangan Anak ke Remaja
  • Menjalin Hubungan Keluarga Dengan Sekolah Yang Kuat Demi Kesuksesan Belajar Anak
  • Menjalin Hubungan Keluarga Dan Masyarakat Yang Harmonis Sejak Dini
  • 21.54 | 0 komentar

    Menjalin Hubungan Keluarga Dengan Sekolah Yang Kuat Demi Kesuksesan Belajar Anak


    Hubungan keluarga dengan sekolah adalah salah satu elemen penting dalam kesuksesan belajar anak. Jika selama ini anda pikir sekolah dengan biaya setinggi langit adalah sekolah terbaik, yang dapat anda percaya sepenuhnya sehingga anda dapat bebas dari urusan pendidikan anak, anda salah. Sekolah yang terbaik, justru yang mampu menjembatani peran orangtua pada kegiatan belajar anak atau menciptakan hubungan keluarga dengan sekolah. Jadi, sesibuk apapun anda di kantor, tetaplah menjaga hubungan keluarga dengan sekolah yang baik.
    Hubungan keluarga dengan sekolah biasanya dibentuk pihak sekolah dengan memberikan informasi penting kepada orangtua seputar kemampuan anak yang berhasil dipetakan di sekolah, menyampaikan pentingnya dukungan dari keluarga untuk keberlangsungan kegiatan belajar anak, sampai kondisi rumah seperti apa yang kondusif untuk anak belajar. Guru menjadi ujung tombak harmonisnya hubungan keluarga dengan sekolah, karena gurulah yang bertugas menyampaikan informasi penting ke orangtua demi terwujudnya kondisi dasar yang dibutuhkan anak untuk belajar dengan baik di lingkungan keluarganya.

    Manfaat Menjalin Hubungan Keluarga Dengan Sekolah Yang Harmonis

    Dengan terjalinnya hubungan keluarga dengan sekolah, orangtua akan dengan mudah mendapatkan informasi tentang perkembangan putra-putri mereka. Tentu saja, ini berarti anda sebagai orangtua juga mau meluangkan waktu untuk menghadiri pertemuan yang diselenggarakan sekolah. Dengan menghadirinya, anda tidak hanya mendapatkan informasi terbaru tentang anak anda, tetapi juga menunjukkan kepada anak anda bahwa anda memperhatikan pendidikan mereka. Anda juga perlu mengenal orang tua teman-teman anak anda dan bukan hanya guru mereka. Bentuklah hubungan keluarga dengan sekolah yang harmonis dengan menyediakan diri anda untuk menjadi sukarelawan di sekolah. Anda dapat mentransfer keterampilan yang anda miliki kepada anak-anak di dalam kelas bergiliran dengan orangtua lainnya, tapi tidak hanya berhenti sampai disini saja. Keterlibatan anda juga sangat dibutuhkan anak ketika belajar dirumah. Melalui hubungan keluarga dengan sekolah yang baik, anda dapat meminta keterangan dari sekolah tentang apa yang saat ini sedang dipelajari, serta cara maupun strategi apa yang dapat diterapkan untuk mendampingi anak mempelajari hal tersebut dengan lebih mendalam di rumah.
    sumber : klik disini
    Artikel-artikel terkait
  • Perkembangan Usia Remaja Secara Fisik dan Emosional
  • Tahap Pertumbuhan Anak ke Masa Remaja
  • Mengetahui Psikologi Perkembangan Anak ke Remaja
  • Menjalin Hubungan Keluarga Dengan Sekolah Yang Kuat Demi Kesuksesan Belajar Anak
  • Menjalin Hubungan Keluarga Dan Masyarakat Yang Harmonis Sejak Dini
  • 21.52 | 0 komentar

    Menjalin Hubungan Keluarga Dan Masyarakat Yang Harmonis Sejak Dini


    Hubungan keluarga dan masyarakat yang baik memang perlu diusahakan, karena berhubungan dengan banyak orang dan banyak karakter. Semakin dini seseorang menyadari perannya dalam kehidupan bermasyarakat, akan semakin baik dan mudah baginya untuk berperan di lingkungan sosial.
    Anak juga perlu diajak mengenal lingkungan tempat tinggalnya sejak dini. Kenalkan pada anak tentang etika maupun norma yang penting untuk dipatuhi dalam bermasyarakat, bagaimana menjaga perasaan orang lain, serta menghormati keberadaan orang lain apapun kondisi mereka. Anda sendiri sebagai orangtua perlu memberi contoh dalam membina hubungan keluarga dan masyarakat yang baik. Tidak dapat dipungkiri, tantangan terbesar bagi orangtua adalah keberadaan tetangga dengan beragam karakternya yang tentunya dapat memicu konflik. Untuk itu, peganglah beberapa prinsip dasar, seperti prinsip kesetaraan untuk menjaga keharmonisan hubungan keluarga dan masyarakat terutama dengan tetangga. Lupakan tentang siapa lebih superior atau siapa yang inferior. Apa yang anda miliki tidak perlu disombongkan di depan tetangga demi menghargai mereka.

    Beberapa Hal Untuk Mempererat Hubungan Keluarga Dan Masyarakat

    Tidak dapat dipungkiri, seringkali anda terganggu dengan status sosial yang tercipta dalam masyarakat. Jangan sampai hal ini menghalangi anda dalam membentuk hubungan keluarga dan masyarakat yang indah, lewat bergaul tanpa pandang bulu. Perbedaan status bukanlah sebuah masalah yang harus dibesar-besarkan, apalagi sampai menciptakan perbedaan golongan. Lebih baik, gunakan energi anda untuk menguatkan hubungan keluarga dan masyarakat, dengan sesekali mengunjungi tetangga anda. Percayalah, kegiatan berkunjung ini bisa sangat menyenangkan selama dilakukan dengan ikhlas tanpa tendensi atau niat buruk apapun. Berkunjunglah pada momen-momen yang memang pas secara umum sebagai waktu berkunjung. Utamakan untuk mengunjungi tetangga yang sedang sakit atau berduka. Kunjungan anda akan memberi arti mendalam bagi si sakit dan mempererat tali persaudaraan dalam hubungan keluarga dan masyarakat di lingkungan tempat tinggal anda.

    Cara Mengajari Anak Tentang Hubungan Keluarga Dan Masyarakat

    Komunikasi adalah kunci harmonisnya suatu hubungan. Rumusan tersebut juga berlaku dalam membina hubungan keluarga dan masyarakat. Hindari memicu perselisihan dengan tetangga anda. Jagalah sikap dan ucapan anda, karena anda tidak pernah tahu suasana hati yang sesungguhnya dari tetangga lawan bicara anda. Kebutuhan utama anda adalah hidup berdampingan dengan harmonis. Jadi, ajaklah seluruh anggota keluarga termasuk si kecil untuk menebar kebaikan, menjauhi kerusuhan, dan menjaga kedamaian di lingkungan tempat tinggalnya. Sesungguhnya hal ini tidak terlalu sulit, jika anda terbiasa melakukannya setiap hari.
    Kunci keberhasilan Hubungan Keluarga Dan Masyarakat adalah toleransi, kemauan untuk saling menghargai, bersedia untuk mengulurkan tangan bagi tetangga yang membutuhkan bantuan, serta bekerjasama dengan mereka dalam segala hal. Anak-anak perlu mempelajari hal ini sejak dini, karena dengan merekam hal-hal yang baik dalam berhubungan dengan masyarakat, anda sudah membentuk calon manusia yang mampu bersosialisasi dengan baik dan mengambil peranan penting dalam masyarakat di masa depan. Awali hubungan keluarga dan masyarakat yang baik, lewat hal-hal yang sederhana, tidak rumit, dan berdasarkan pada keinginan untuk mengasihi dan melayani sesama.
    sumber : klik disini
    Artikel-artikel terkait
  • Perkembangan Usia Remaja Secara Fisik dan Emosional
  • Tahap Pertumbuhan Anak ke Masa Remaja
  • Mengetahui Psikologi Perkembangan Anak ke Remaja
  • Menjalin Hubungan Keluarga Dengan Sekolah Yang Kuat Demi Kesuksesan Belajar Anak
  • Menjalin Hubungan Keluarga Dan Masyarakat Yang Harmonis Sejak Dini
  • 21.50 | 0 komentar
    Bse Information, Instructional Media And Educational Articles

    Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *

    Submit ExpressFree Webmaster Tools

    go green indonesia!