Hi ALL ,  welcome  |  MY SITE  |  PLEASE READ  |  THANK'S YOU ALL
Selamat datang di online learning, Ayo, terus belajar dan ilmu adalah teman yang paling baik. (kritik dan saran hubungi mhharismansur@gmail.com atau Hp. 081329653007)

Jenis Alergi Kulit Pada Bayi

Written By mhharismansur on Jumat, 14 Desember 2012 | 00.18


“Seindah kulit bayi..” begitu ungkapan sering kita dengar. Namun kenyataannya banyak bayi tak berkulit mulus.
Mengapa demikian? Ternyata sangat banyak faktor yang dapat menyebabkan bayi tidak mulus kulitnya. Kulit bayi yang sensitif sangat rentan terkena alergi kulit. Untuk itu, pengetahuan sang ibu dalam mendekteksi jenis alergi kulit pada bayi akan membantu penanganan selanjutnya.
Acne infantile (jerawat) itu juga bisa terjadi pada bayi. Kulit muka terdapat benjolan kecil mirip jerawat dengan warna kemerahan yang bisa memenuhi wajah, dada, punggung dan sela paha. Hal ini bisa terlihat pada bayi berusia 0-30 hari, dan puncaknya minggu 2-4. Penyebabnya didominasi hormon androgennya masih tinggi, yakni sisa saat bayi masih dalam kandungan pada peredaran darahnya. Tak perlu khawatir berlebihan karena bisa lenyap dengan sendirinya, namun krim benzoil peroksida 2,5% terkadang menjadi resep dokter.
Biang keringat (miliaria), yang sangat gatal disertai kulit kemerahan bergelembung kecil-kecil. Biang keringat ini ada dua yakni Miliaria crystalline (MC) yakni bercak kecil yang berkelompok dan berwarna kulit atau merah muda. MC ini tak meradang, namun sangat mengganggu bayi. Menyerang bagian lipatan leher, ketiak, serta daerah yang tertutup baju.
Yang kedua yakni Miliaria rubra (MR) gejalanya bercak warna merah (Papula) bisa juga melebar (papula vesicles). MR ini suka terdapat pada lipatan leher, paha, ketiak, dahi, badan atas, sisi lengan. MC maupun MR disebabkan oleh keringat bayi, dimana kelenjar keringatnya tersumbat karena memang belum sempurna. Disinyalir cuaca panas sebabkan biang keringat ini muncul.
Ruam merah pada pantat dan selangkangan bayi. Jenis alergi kulit pada bayi ini sering didapati, ini disebabkan oleh pemakaian popok secara terus menerus, sehingga meradang pada bagian yang tertutup popok, sehingga bakteri ammonia yang terjadi saat bakteri tercampur dengan kotoran dan urine bayi. Iritasi ini bisa sebabkan eksim popok. Solusinya, gantilah popok setelah bayi mengompol, pilih dari katun dan tak terlalu ketat, bila 10 hari tak membaik, segeralah ke dokter untuk dapatkan krem anti jamur kandinda.
sumber : klik disini
Artikel pendukung
  • Mencegah Alergi Makanan Bayi
  • Tanda-Tanda Alergi Makanan Pada Anak Dan Pencegahannya
  • Mengatasi Batuk Alergi Pada Anak
  • Alergi Pada Bayi
  • Gejala Alergi Susu Sapi Pada Bayi
  • Batuk Alergi Pada Anak
  • Makanan Penyebab Alergi Pada Anak
  • Jenis Makanan Anak yang Menimbulkan Alergi
  • Infeksi Saluran Pernafasan Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Pernafasan Pada Bayi
  • Jenis Alergi Kulit Pada Bayi
  • Penyebab Alergi Kulit Pada Anak
  • Penyebab Alergi Udara Dingin Pada Anak
  • Mengatasi Alergi Makanan Pada Anak
  • Penyebab Batuk Alergi Pada Anak
  • Mengenal Penyakit Infeksi Telinga Pada Anak
  • Beberapa Gejala Alergi Susu Sapi Pada Anak
  • Penyebab Infeksi Saluran Kencing Pada Bayi
  • 2 komentar:

    Unknown mengatakan...

    Penyebab jerawat pada anak adalah hormon androgennya masih tinggi dan sering mengganti popok bayi merupakan salah satu cara untuk menghindarkan bayi dari ruam merah yang disebabkan oleh iritasi.

    Alergi Kosmetik Pada Kulit Bayi

    Jasa SEO mengatakan...

    wah mantep ya gan

    Dericsantoso.my.id
    http://www.duniaberbicara.com
    Breaktime Indonesia
    Arema FC

    Posting Komentar