Hi ALL ,  welcome  |  MY SITE  |  PLEASE READ  |  THANK'S YOU ALL
Selamat datang di online learning, Ayo, terus belajar dan ilmu adalah teman yang paling baik. (kritik dan saran hubungi mhharismansur@gmail.com atau Hp. 081329653007)
Tampilkan postingan dengan label perkembangan emosi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perkembangan emosi. Tampilkan semua postingan

Hubungan Perkembangan Emosi Anak Dengan Perkembangan Kecerdasan Spiritual

Written By mhharismansur on Kamis, 13 Desember 2012 | 07.51


Hubungan atara perkembangan emosi anak dengan perkembangan kecerdasan spiritual sangatlah dekat hanya saja beberapa orang tua cenderung mengabaikan kecerdasan spiritual anak-anak mereka. Alasannya bisa sangat beragam karena mereka terlalu sibuk sehingga hanya punya cukup waktu untuk mengirim anak-anak mereka ke lembaga-lembaga pendidikan terkenal tanpa memikirkan kebutuhan spiritual mereka. Secara teori baik kecerdasan mental, emosi dan spiritual haruslah seimbang namun praktiknya orang-orang tidak memahami hal ini bahkan beberapa belum tahu tentang apa makna kecerdasan spiritual dan seberapa penting kecerdasan tersebut jika dibandingkan dengan kecerdasan mental dan emosi.
Pengertian Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Dengan Perkembangan Kecerdasan Spiritual
Awalnya orang hanya fokus pada kecerdasan mental saja yang dikenal dengan IQ kemudian fokus manusia juga berkembang pada kecerdasan emosi yang juga dikenal dengan singkatan EQ. Akhir-akhir ini muncul istilah baru yaitu EQ yang berhubungan dengan kecerdasan spiritual. Apa itu kecerdasan spiritual? Jika seseorang memiliki kecerdasan spiritual maka dia akan memiliki kesempatan lebih banyak untuk mengoptimalkan kecerdasan yang lainnya (IQ dan EQ). Oleh karena itu erat sekali hubungan Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Dengan Perkembangan Kecerdasan Spiritual. Dengan memiliki kecerdasan spiritual seseorang akan lebih mampu melihat sesuatu diluar kepentingan dirinya sendiri oleh karena itu mereka akan lebih mudah menilai nilai-nilai moral yang berkembang di masyarakat sehingga segala keputusan yang dibuat juga dipertimbangkan berdasarkan pada kemampuan seseorang menilai lewat batin dan kejiwaan.
Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Dengan Perkembangan Kecerdasan Spiritual Lewat Agama
Pendidikan agama dianggap perlu untuk membantu meningkatkan kecerdasan spiritual seorang anak. Karena hanya lewat pendidikan agama seorang anak dapat diajarkan mengenai nilai-nilai moral dasar. Oleh karena itu jangan mengabaikan kebutuhan akan pendidikan agama untuk anak dan orang tua harus berperan aktif dalam menanamkan nilai-nilai itu karena orang tua akan menjadi contoh untuk anak-anak mereka. Orang tua yang memiliki budaya spiritual dirumah akan sedikit banyak membantu kecerdasan spiritual seorang anak sehingga ketika seorang anak sudah tumbuh besar dan meninggalkan rumah kebiasaan itu akan tetap selalu mereka bawa.
Sudah saatnya bagi setiap orang tua untuk memahami dan tidak hanya tahu tentang apa itu kecerdasan mental, kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual. Yang lebih penting lagi, para orang tua harus tahu pentingnya peranan dan adanya hubungan antara perkembangan emosi anak dengan perkembangan kecerdasan spiritual.
sumber : klik disini
Artikel-artikel terkait
  • Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas
  • Mengontrol Perkembangan Emosi Pada Anak Berkebutuhan Khusus
  • Dampak Tayangan Televisi Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas
  • Pengaruh Perceraian Orangtua Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Perkembangan Emosi Anak
  • Dampak Kemajuan Teknologi Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal
  • Pengaruh Puasa Ramadhan Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Perkembangan Emosi Anak dengan Perkembangan Kecerdasan Musikal
  • 07.51 | 0 komentar

    Mengontrol Perkembangan Emosi Pada Anak Berkebutuhan Khusus


    Cara Mengontrol Perkembangan Emosi Pada Anak Berkebutuhan Khusus bukanlah sesuatu yang biasa anda temukan dalam text book. Banyak teori yang menyarankan orang tua melakukan berbagai macam terapi bahkan beberapa orang tua rela mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk segala jenis pengobatan. Kebanyakan orang salah mengira bahwa anak yang memiliki kebutuhan khusus adalah sejenis penyakit yang dapat diobati, sebenarnya adalah hanya lewat kesabaran dan pembinaan ekstra kepada anak yang memiliki kebutuhan khususlah emosi mereka dapat dikontrol. Selain itu diet mereka juga sangat perlu diperhatikan karena beberapa zat makanan terbukti dapat mempengaruhi emosi mereka sehingga beberapa anak memiliki kebutuhan khusus menjadi lebih cenderung hiperaktif sehingga seperti hampir sulit diatur.
    Cara Mengontrol Perkembangan Emosi Pada Anak Berkebutuhan Khusus Berdasarkan Tipe Kebutuhan
    Sebelum mencari tahu Cara Mengontrol Perkembangan Emosi Pada Anak Berkebutuhan Khusus perlu diperjelas terlebih dahulu mengenai apa saja yang dimaksud dengan memiliki kebutuhan khusus karena setiap anak yang memiliki kebutuhan khusus memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dari satu anak ke anak yang lain. Berikut adalah jenis-jenis anak yang memiliki kebutuhan khusus:
    • Tunagrahita yaitu anak-anak yang memiliki masalah dengan fungsi intelektual yang berada dibawah rata-rata anak normal.
    • Tunalaras adalah anak-anak yang memiliki masalah dalam pengontrolan emosi dan hubungan sosial dengan anak-anak lainnya.
    • Tunarungu Wicara adalah anak-anak yang memiliki masalah dengan pendengaran yang berakibat pada masalah dalam berbicara.
    • Tunanetra adalah anak-anak yang memiliki masalah dengan penglihatan.
    • Autistik adalah anak-anak yang memilki masalah dalam berkomunikasi yang disebabkan adanya kerusakan pada otak.
    • Anak berbakat adalah anak-anak yang dikenal dengan sebutan jenius dengan tingkat kreatifitas diatas rata-rata anak-anak normal.
    Guru Harus Tahu Cara Mengontrol Perkembangan Emosi Pada Anak Berkebutuhan Khusus
    Tidak hanya orang tua yang harus tahu mengenai bagaimana cara untuk mengontrol emosi seorang anak yang memiliki kebutuhan khusus tapi juga guru tempat mereka bersekolah terutama guru untuk sekolah-sekolah umum dimana seorang anak yang memiliki kebutuhan khusus belajar. Kebanyakan orang yang mendengar anak-anak memiliki kebutuhan khusus adalah anak-anak yang memiliki keterbelakangan mental atau idiot tapi pada kenyataannya adalah tidak. Mungkin untuk anak-anak tunarungu, tunanetra dan autis memiliki sekolah khusus tapi tidak bagi anak-anak tunagrahita dan anak berbakat mereka harus masuk sekolah umum dan sudah menjadi tugas guru untuk mengetahui Cara Mengontrol Perkembangan Emosi Pada Anak Berkebutuhan Khusus.
    sumber : klik disini
    Artikel-artikel terkait
  • Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas
  • Mengontrol Perkembangan Emosi Pada Anak Berkebutuhan Khusus
  • Dampak Tayangan Televisi Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas
  • Pengaruh Perceraian Orangtua Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Perkembangan Emosi Anak
  • Dampak Kemajuan Teknologi Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal
  • Pengaruh Puasa Ramadhan Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Perkembangan Emosi Anak dengan Perkembangan Kecerdasan Musikal
  • 07.49 | 0 komentar

    Dampak Tayangan Televisi Terhadap Perkembangan Emosi Anak


    Seberapa Buruk Dampak Tayangan Televisi Terhadap Perkembangan Emosi Anak? 
    Tentunya kita semua tahu bahwa kita telah sampai pada era dimana televisi sebagai kotak ajaib merupakan sumber hiburan utama bagi sebagian besar kelompok masyarakat. Televisi, sebagai produk dari kemajuan teknologi yang terus menerus berkembang, memiliki kemampuan yang mungkin tidak dimiliki oleh teknologi “pemberi” hiburan lainnya. Ya, kemampuan itu adalah kemampuan untuk menjangkau seluruh lapisan umur dan juga seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya sebagai pusat hiburan bagi keluarga, televisi juga menjadi pusat informasi bagi masyarakat dimana kita dapat mengetahui segala hal yang ingin kita ketahui hanya dengan menonton televisi.
    Nah, seperti yang telah kita ketahui sebelumnya televisi mampu menjangkau segala lapisan masyarakat pada usia berapapun, termasuk didalamnya anak-anak. Sudah banyak yang mengeluhkan tentang berkurangnya minat baca anak-anak pada masa-masa ini. Dan tentu saja, televisilah yang dijadikan sebagai “tersangka”. Hal ini dikarenakan menonton televisi lebih mudah daripada membaca buku. Selain itu, televisi merupakan media yang menyebarkan informasi baik lewat visual (penglihatan) maupun audio (pendengaran). Berbeda dengan buku yang hanya melalui visual. Penyampaian melalui visual dan audio ini, bagi sebagian besar orang, menjadi sangat memudahkan karena proses penyampaian informasi akan menjadi lebih cepat. Terutama anak kecil yang memiliki kecenderungan untuk lebih menyukai gambar-gambar bergerak dan juga bunyi-bunyian dari televisi dibandingkan gambar statis yang ada di buku.

    Adakah Dampak Tayangan Televisi Terhadap Perkembangan Emosi Anak?

    Apakah ada dampak tayangan televisi terhadap perkembangan emosi anak kita? Mungkin itulah yang menganggu pikiran Anda saat ini. Karena bila ketika melihat begitu tergila-gilanya seorang anak terhadap televisi, maka kita sudah seharusnya mengkhawatirkan adakah dampak tayangan televisi terhadap perkembangan emosi anak. Apakah dampak tersebut bersifat positif atau negatif terhadap perkembangan emosi anak. Semua hal tersebut perlu untuk diketahui bagi para orang tua.

    Apa Dampak Tayangan Televisi Terhadap Perkembangan Emosi Anak?

    Dampak tayangan televisi terhadap perkembangan emosi anak sendiri sangat besar. Tayangan televisi dapat menentukan bagaimana emosi anak berkembang dan seperti emosi tersebut nantinya. Mengapa bisa demikian ? Anak kecil pada umumnya memiliki rasa ingin tahu serta keinginan belajar yang besar. Selain itu, anak kecil juga cenderung meniru apa yang ada di sekitarnya yang menarik bagi dirinya. Bila rasa keingintahuan anak hanya “terpuaskan” oleh tayangan yang ada di televisi serta kegiatan pembelajaran anak sebagian besar diperoleh dari menonton televisi, maka perkembangan emosi anak tidak akan berujung ke arah positif. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan anak yang seharusnya berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, baik dengan orang tuanya maupun dengan teman-teman sebayanya, secara dua arah justru lebih banyak “berinteraksi” dengan televisi yang hanya bersifat satu arah. Padahal dengan berinteraksi secara dua arah anak dapat belajar mengenai reaksi-reaksi yang seharusnya ia lakukan ketika terjadi sesuatu. Reaksi dan tindakan yang dilakukan oleh anak inilah yang menjadi penentu perkembangan emosi anak. Bila anak cenderung melakukan reaksi yang bersifat positif maka ini dikarenakan emosi anak memang berkembang ke arah positif, demikian pula sebaliknya. Sedangkan, saat anak hanya berinteraksi dengan televisi, maka anak akan cenderung meniru apa yang disuguhkan televisi. Dengan demikian, kepekaan dan kecerdasan emosi anak tidak akan terbentuk karena anak hanya meniru apa yang dia lihat dan bukan melakukan apa yang sesuai dengan apa yang dirasakannya.
    Oleh karena itu, penting bagi para orang tua untuk mendampingi anak selama menonton televisi untuk mengarahkan dan memberi penjelasan pada anak, sehingga perkembangan emosi anak dapat terkontrol dan dampak tayangan televisi terhadap perkembangan emosi anak dapat diminimalkan.
    sumber : klik disini
    Artikel-artikel terkait
  • Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas
  • Mengontrol Perkembangan Emosi Pada Anak Berkebutuhan Khusus
  • Dampak Tayangan Televisi Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas
  • Pengaruh Perceraian Orangtua Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Perkembangan Emosi Anak
  • Dampak Kemajuan Teknologi Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal
  • Pengaruh Puasa Ramadhan Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Perkembangan Emosi Anak dengan Perkembangan Kecerdasan Musikal
  • 07.47 | 0 komentar

    Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas


    Bagaimana orang tua Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas? Emosi merupakan hal yang dapat terjadi pada setiap orang tanpa kecuali. Bahkan bayipun memiliki rasa emosi yang mungkin hanya dapat diungkapkan dengan menangis. Emosi adalah sifat yang dibawa sejak lahir.
    Perkembangan emosi seseorang akan berkembang seiring dengan perkembangan kematangan pola pikir, bukan sekedar kematangan dalam hal usia. Emosi seseorang dalam hal ini contohnya marah, jengkel, sebal, dan jenuh dapat terpicu oleh kondisi atau pribadi orang bersangkutan, namun dapat juga emosi terpicu oleh keadaan atau kejadian diluar dirinya. Namun, hal berbeda dialami oleh anak yang memasuki masa pubertas. Bagaimana mempersiapkan perkembangan emosi anak memasuki masa pubertas? Hal tersebut harus menjadi perhatian bagi orangtua yang memiliki anak yang mulai memasuki masa pubertas.

    Apa saja hal untuk mempersiapkan perkembangan emosi anak memasuki masa pubertas?

    Kita ketahui, tahap perkembangan manusia meliputi balita, anak-anak, remaja, dewasa, dan manula. Dalam keadaan tersebut diatas manusia akan mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Sedangkan, masa pubertas biasa disebut masa remaja, yaitu masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa. Masa pubertas pada wanita berkisar antara usia 9 – 13 tahun, sedangkan pada anak laki-laki berkisar usia 10 – 14 tahun. Pada masa pubertas terjadi berbagai perubahan baik hormon di dalam tubuh yang tidak terlihat maupun ciri fisik diluar tubuh yang terlihat. Selain itu, terjadi perkembangan emosi atau mental pada masa pubertas, yaitu ketidakstabilan emosi. Sebenarnya, masa remaja adalah masa yang sulit bagi seseorang saat memasukinya. Ketidakstabilan emosi ini akibat perubahan hormon yang terjadi pada tubuh.
    Hal-hal dalam mempersiapkan perkembangan emosi anak memasuki masa pubertas, antara lain: 
    1. Orangtua memahami tentang bagaimana tahap seorang anak menjadi seorang remaja. Hal ini dapat diperoleh dari berbagai sumber, yaitu melalui surat kabar, tabloid, majalah, televisi dan internet. Saat ini, informasi tentang remaja dan berbagai seluk beluknya dapat dengan mudah ditemukan.
    2. Orangtua semakin mendekatkan diri dengan anak yang mulai memasuki masa pubertas. Kedekatan yang baik akan dapat mempersiapkan anak memasuki masa remaja dengan lebih baik, dan terhindar dari pengaruh buruk lingkungan..
    3. Berikan alternative kegiatan atau aktifitas fisik yang akan berdampak positif bagi perkembangan fisik dan mentalnya. Anak dapat diajak untuk beraktifitas bersama orangtua. Selain itu, anak dapat memilih olahraga yang disukainya.
    4. Berikan dorongan dan dukungan yang tulus bagi anak dalam menghadapi masa remajanya. Kenakalan remaja terjadi karena minimnya dukungan positif dari orang terdekatnya, khususnya orangtua.

    Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas Dengan Komunikasi Yang Baik

    Rasa emosi yang terjadi pada remaja adalah hal yang lumrah terjadi pada masa pubertas. Namun, emosi tersebut tetap harus diarahkan ke arah yang positif. Memberikan pengertian pada remaja tentang masa tersebut adalah hal yang penting. Hal itu untuk mencegah remaja melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Peranan guru, dan lebih lagi orangtua menjadi kunci keberhasilan seorang anak melewati masa pubertas. Pengertian, dan arahan yang tepat akan membantu remaja untuk menggapai cita-citanya, dan menjadikan remaja lebih berhasil di masa depannya. Mempersiapkan perkembangan emosi anak memasuki masa pubertas, bukanlah hal yang dapat dianggap sepele. Sebisa mungkin ajaklah anak untuk bertukar pikiran saat anak-anak telah dapat diajak berkomunikasi dengan baik. Biasanya, anak usia 10 – 12 tahun sudah dapat mengerti dan memahami sebuah persoalan yang ada di sekitarnya. Mulailah dengan topik yang ringan, dan pilih waktu santai. Lakukan yang terbaik untuk mempersiapkan perkembangan emosi anak memasuki masa pubertas.
    sumber : klik disini
    Artikel-artikel terkait
  • Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas
  • Mengontrol Perkembangan Emosi Pada Anak Berkebutuhan Khusus
  • Dampak Tayangan Televisi Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas
  • Pengaruh Perceraian Orangtua Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Perkembangan Emosi Anak
  • Dampak Kemajuan Teknologi Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal
  • Pengaruh Puasa Ramadhan Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Perkembangan Emosi Anak dengan Perkembangan Kecerdasan Musikal
  • 07.44 | 0 komentar

    Pengaruh Perceraian Orangtua Terhadap Perkembangan Emosi Anak


    Seperti apa Pengaruh Perceraian Orangtua Terhadap Perkembangan Emosi Anak?. Anak adalah harta titipan Tuhan, sebagai orangtua wajib untuk merawat dan mendidik anak sehingga anak menjadi orang yang berhasil dan berahklak baik. Namun bagaimana bila secara tidak diduga orangtua bercerai. Bagaimana Pengaruh Perceraian Orangtua Terhadap Perkembangan Emosi Anak? Apakah anak akan berubah baik perkembangan pola pikir, dan emosinya?
    Pengaruh Perceraian Orangtua Terhadap Perkembangan Emosi Anak
    Perceraian secara umum dipahami sebagai tanda berakhirnya sebuah pernikahan. Perceraian terjadi karena berbagai macam sebab. Semua orang yang menikah, tentu tidak ingin terjadi perceraian di kemudian hari.  Perceraian tidak hanya berpengaruh terhadap pasangan suami istri namun perceraian sangat berpengaruh terhadap perkembangan emosi anak. Bila perceraian harus terjadi, orangtua harus memikirkan berbagai dampak yang dapat mempengaruhi kondisi anak, baik fisik maupun psikis anak. Dalam hal ini anak adalah korban dari perceraian orangtua. Tentu saja ada pengaruh perceraian orangtua terhadap perkembangan emosi anak  meskipun mungkin tidak terlihat secara kasat mata, namun pengaruh itu tetap ada bagi anak. Anak akan merasa kehilangan sosok orangtua. Tekanan yang dihadapi anak dengan adanya perceraian orangtua hampir sama dengan tekanan yang dialami oleh anak-anak usia yang lebih tua. Anak cenderung mengalami gangguan perkembangan baik fisik maupun mentalnya. Gangguan tersebut berupa kemunduran perkembangannya.
    Pengaruh perceraian orangtua terhadap perkembangan emosi anak dan cara penanganannya
    Anak yang menjadi korban perceraian orangtua, harus mendapat perhatian dengan baik. Anak yang orangtuanya bercerai membutuhkan perhatian yang tepat untuk mengatasi trauma yang terjadi pasca perceraian.
    Beberapa hal yang harus tetap dilakukan oleh orangtua untuk anak adalah:
    1. Orangtua tetap harus memberikan perhatian dan dukungan agar anak tetap memiliki rasa aman dan kepercayaan diri yang utuh. Hal itu untuk mencegah anak depresi, frustasi, cemas, stress, kesepian, instabilitas emosi dan gangguan psikis lainnya. Memberikan dukungan dan perhatian memang tidak mudah untuk dilakukan paska perceraian.
    2. Orangtua berkewajiban meyakinkan hati anak dan menentramkannya dan mengatakan bahwa perceraian itu bukan disebabkan oleh kesalahan anak.
    3. Orangtua harus membantu anak untuk menyesuaikan diri menghadapi perceraian orangtua. Dampak psikologis dari sebuah perceraian terhadap anak tentu saja ada namun dampak tersebut harus dibuat seminimal mungkin agar saat dewasa nanti anak tidak menjadi trauma, misalnya terhadap sebuah pernikahan atau lawan jenisnya.
    4. Orangtua tetap melakukan kewajiban sehari-hari yang biasa dilakukan sebelum perceraian, misalnya mengantar anak sekolah, menelpon, mengajak berjalan-jalan, atau liburan. Pengasuhan anak paska perceraian tetap tanggung jawab kedua orangtua.
    5. Hindari mengatakan hal yang buruk tentang mantan suami atau mantan istri kepada anak. Hal ini berpengaruh negative bagi anak karena dapat menimbulkan kebencian anak pada kedua orangtuanya. Jangan sampai terjadi pengaruh perceraian orangtua terhadap perkembangan emosi anak.
    6. Anak tetap dapat bertemu dengan kedua orangtuanya dengan bebas. Bagi pasangan suami istri yang bercerai, ada istilah mantan suami atau mantan istri namun bagi anak tidak ada istilah mantan anak.
    Berbagai hal harus dilakukan oleh kedua orangtua paska perceraian agar anak tidak merasa ditinggalkan atau diabaikan. Bila berbagai upaya telah dilakukan namun anak ternyata masih mengalami trauma perceraian, ada baiknya orangtua datang mengunjungi seorang psikolog. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang lebih buruk yang mungkin dapat terjadi dari pengaruh perceraian orangtua terhadap perkembangan emosi anak.

    sumber : klik disini
    Artikel-artikel terkait


  • Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas
  • Mengontrol Perkembangan Emosi Pada Anak Berkebutuhan Khusus
  • Dampak Tayangan Televisi Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas
  • Pengaruh Perceraian Orangtua Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Perkembangan Emosi Anak
  • Dampak Kemajuan Teknologi Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal
  • Pengaruh Puasa Ramadhan Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Perkembangan Emosi Anak dengan Perkembangan Kecerdasan Musikal
  • 07.42 | 0 komentar

    Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Perkembangan Emosi Anak


    Bagaimanakah hubungan antara kepercayaan diri dengan perkembangan emosi anak? Emosi merupakan pemegang peranan penting dalam perkembangan seorang anak. Hal ini dikarenakan emosi dapat menentukan bagaiamana perilaku anak tersebut di masa depan. Selain itu, emosi juga dapat berpengaruh terhadap bagaimana si anak akan menjalani kehidupannya nanti. Emosi anak sangat erat kaitannya dengan emosi yang dimiliki orang tuanya dan juga lingkungan sekitarnya. Seorang anak dengan orang tua dan lingkungan yang memiliki emosi positif akan cenderung memiliki emosi yang positif pula, demikian pula sebaliknya. Banyak sekali hal yang berkaitan dengan perkembangan anak sangat bergantung pada kecerdasan emosi yang dimiliki anak tersebut. Misalnya saja, kemampuan si anak dalam mengelola emosi negatif yang dimilikinya menentukan bagaimana perkembangan kognitif, afektif, dan juga sosial bagi si anak.

    Mengapa Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Perkembangan Emosi Anak Penting?

    Salah satu penyebabnya adalah karena emosilah yang menentukan tindakan apa yang akan dilakukan oleh tubuh seseorang. Misalnya, seorang anak dengan emosi negatif berupa kemarahan akan membanting barang-barang di sekitarnya karena tindakan tersebutlah yang “diperintahkan” untuk dilakukan oleh emosi berupa kemarahan. Selain menentukan aktivitas fisik, emosi juga menentukan aktivitas mental yang dilakukan anak. Misalnya saja, kegiatan-kegiatan mental seperti berkonsentrasi dan berpikir, keduanya sangat dipengaruhi oleh kestabilan emosi si anak.
    Bila emosi anak tidak stabil, maka anak akan sulit berkonsentrasi dan berpikir. Hal ini dapat berujung pada kesulitan si anak dalam belajar dan mengejar prestasi di sekolahnya maupun di lingkungan sosial. Melihat betapa pentingnya kestabilan emosi serta kecerdasan emosi yang baik bagi anak Anda, maka Anda sebagai orang tua sudah sewajarnya untuk mengembangkan emosi anak Anda ke arah yang positif. Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, bahwa perkembangan emosi anak ini sangat bergantung pada emosi yang dimiliki orang tua, maka seharusnya Anda menciptakan lingkungan dengan emosi yang positif untuk perkembangan emosi positif anak. Lalu bagaiamana lingkungan positif dapat dibentuk? Dapatkah lingkungan tersebut diciptakan? Jawabannya, tentu saja bisa. Salah satu caranya adalah dengan menumbuhkan rasa percaya diri anak Anda. Nah, mungkin Anda akan langsung bertanya-tanya, apa hubungan antara kepercayaan diri dengan perkembangan emosi anak Anda? Keduanya justru berhubungan sangat erat.

    Benarkah Ada Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Perkembangan Emosi Anak?

    Hubungan antara kepercayaan diri dengan perkembangan emosi anak, adakah? Jawabannya, tentu saja ada. Sudah banyak sekali penelitian tentang kecerdasan emosional yang dikaitkan dengan kepercayaan diri seseorang. Keduanya bahkan sering dijadikan sebagai dua faktor utama yang tak terpisahkan dalam menuju kesuksesan.
    Apa hubungan antara kepercayaan diri dengan perkembangan emosi anak? Nah, kecerdasan emosi sendiri merupakan kemampuan seseorang untuk mengenali, memahami, mengelola dan juga mengekspresikan perasaan yang ia rasakan. Seorang anak yang percaya diri, tentunya akan lebih mudah dalam mengenali, memahami, mengelola dan juga terutama mengekspresikan apa yang ia rasakan. Karena itu, sudah jelas apabila seorang anak memiliki kepercayaan diri yang tinggi maka emosi yang ia miliki akan berkembang secara positif pula. Perkembangan ini tidak hanya sampai di situ, karena perkembangan emosi anak ini nantinya akan mempengaruhi baik kesehatan fisik maupun mental anak. Nah, sudah jelas bukan betapa eratnya hubungan antara kepercayaan diri dengan perkembangan emosi anak.
    sumber : klik disini
    Artikel-artikel terkait
  • Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas
  • Mengontrol Perkembangan Emosi Pada Anak Berkebutuhan Khusus
  • Dampak Tayangan Televisi Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas
  • Pengaruh Perceraian Orangtua Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Perkembangan Emosi Anak
  • Dampak Kemajuan Teknologi Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal
  • Pengaruh Puasa Ramadhan Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Perkembangan Emosi Anak dengan Perkembangan Kecerdasan Musikal
  • 07.40 | 0 komentar

    Dampak Kemajuan Teknologi Terhadap Perkembangan Emosi Anak


    Burukkah Dampak Kemajuan Teknologi Terhadap Perkembangan Emosi Anak? Kemajuan teknologi berkembang seiring dengan peradaban manusia. Di era ini kemajuan teknologi berkembang dengan cepatnya. Adanya kemajuan teknologi memiliki dampak yang luar biasa bagi umat manusia di dunia. Kemajuan teknologi informasi antara lain adanya computer dan internet. Disadari atau tidak kemajuan teknologi ada yang menguntungkan namun di sisi lain ada juga kerugian yang ditimbulkannya. Hal itu menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Di era yang serba canggih ini ternyata kemajuan teknologi berdampak terhadap perkembangan emosi pada anak.

    Dampak Kemajuan Teknologi Terhadap Perkembangan Emosi Anak

    Kemajuan teknologi misalnya internet ternyata berdampak kepada emosi anak. Dampak kemajuan teknologi terhadap perkembangan emosi anak dapat dibagi menjadi 2. Dampak kemajuan teknologi ada yang positif dan ada yang negative. Adanya kemajuan teknologi sisi positifnya anak lebih berfikir kritis, logis, dan terbuka. Selain itu, kemampuan verbal dan non verbal anak lebih berkembang. Namun, ada sisi negative dari kemajuan teknologi yaitu anak kurang terasah kreatifitasnya, anak kurang berkembang kecerdasannya baik intelektual maupun emosionalnya, anak cenderung menjadi anak yang pasif, dan egois. Kemajuan teknologi berpengaruh terhadap psikis anak termasuk emosi anak. Hal ini tentu saja kurang baik bagi perkembangan mental atau pribadi anak di kemudian hari. Adanya kemajuan teknologi menjadikan seorang anak terlalu asyik dengan dunianya sendiri. Dan anak menjadi kurang bersosialisasi dengan lingkungan, padahal kita ketahui bahwa manusia adalah makhluk sosial. Sosialisasi dan komunikasi adalah hal yang ikut menentukan seseorang berhasil dalam hidupnya. Sosialisasi meliputi aspek kerja sama atau gotong royong, kesabaran, sportivitas, kejujuran, dan tenggang rasa. Selain itu dengan kurang terlatihnya pengendalian emosi di waktu masih kanak-kanak maka dikuatirkan saat dewasa tingkat emosinya belum matang. Hal ini dapat menjadi masalah tersendiri bagi anak bila dewasa kelak.

    Dampak Kemajuan Teknologi Terhadap Perkembangan Emosi Anak Dan Hal-Hal Yang Perlu Diperhatikan

    Kemajuan teknologi memang bertujuan untuk semakin memudahkan kegiatan yang dilakukan manusia. Namun perlu diingat bahwa kemajuan teknologi memiliki dampak buruk bagi perkembangan emosi dan mental anak.
    Hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai dampak kemajuan teknologi terhadap perkembangan emosi anak yaitu:
    1. Orangtua tidak boleh acuh tak acuh dalam kegiatan dan aktivitas anak. Sebaiknya orangtua ikut aktif berperan dan mengarahkan setiap aktivitas yang dilakukan anak.
    2. Orangtua sebaiknya selalu memperbaharui informasi tentang kemajuan teknologi yang mungkin akan bersentuhan dengan dunia anak, misalnya tentang game online, gadget terbaru, dan informasi yang berhubungan dengan kemajuan teknologi lainnya.
    3. Jadikan anak sebagai teman dan sahabat, sehingga anak tidak canggung atau kaku bila berbicara dengan orangtua. Orangtua hendaknya menjadi sahabat yang dapat dipercaya oleh anak. Berkata yang benar, dan tidak menakuti atau mengancam merupakan cara mempererat hubungan dengan anak. Hal ini akan berpengaruh positif bagi emosi anak, yaitu anak akan terbuka untuk menceritakan semua aktivitas yang dilakukannya. Begitu pula dalam hal emosi, emosi bukan hanya sekedar rasa marah saja, namun rasa sedih, takut, bingung, cemas, frustasi juga termasuk rasa emosi. Bila hubungan anak dan orangtua dekat, baik dan tidak bermasalah, maka anak akan lebih dapat mengontrol emosi yang terjadi dan buruknya dampak kemajuan teknologi terhadap perkembangan emosi anak dapat diminimalkan.
    sumber : klik disini
    Artikel-artikel terkait
  • Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas
  • Mengontrol Perkembangan Emosi Pada Anak Berkebutuhan Khusus
  • Dampak Tayangan Televisi Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas
  • Pengaruh Perceraian Orangtua Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Perkembangan Emosi Anak
  • Dampak Kemajuan Teknologi Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal
  • Pengaruh Puasa Ramadhan Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Perkembangan Emosi Anak dengan Perkembangan Kecerdasan Musikal
  • 07.38 | 0 komentar

    Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal


    Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal sangat perlu diperhatikan.  Perkembangan emosi seorang anak sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal. Dalam perkembangannya kedua faktor ini dapat dikatakan memiliki dampak baik langsung maupun tidak langsung, namun yang perlu untuk diperhatikan adalah bahwa keduanya berperan secara bersamaan tidak hanya terhadap emosi namun juga perkembangan kecerdasan. Hubungan antara perkembangan emosi anak dan perkembangan kecerdasan adalah sama-sama dipengaruhi faktor-faktor penting baik internal seperti kesehatan dan genetik atau pembawaan sejak lahir, dan faktor eksternal seperti kondisi lingkungan sosial dimana individu seorang anak tumbuh.

    Beberapa Faktor Yang Mempengaruhi Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal

    Kecerdasan emosional memiliki hubungan yang erat dengan kecerdasan interpersonal dan hal ini dapat secara positif dikembangkan pada seseorang sejak usia dini yaitu masa kanak-kanak. Perkembangan emosi anak dapat meningkat sejalan dengan berkembangnya kecerdasan interpersonal dimana dalam perkembangannya, seorang anak dapat memahami dan mengendalikan keadaan emosi secara internal pada dirinya sekaligus kondisi emosi individu lainnya yang berkorelasi dengan dirinya. Kecerdasan interpersonal atau dikenal juga sebagai kecerdasan sosial dalam perkembangannya dapat memicu (trigger) pertumbuhan emosi anak antara lain melalui pemahaman terhadap kondisi lingkungan sosial yang didominasi dengan kemampuan dalam hal berhubungan dengan individu lain di sekitarnya. Lebih lanjut, secara psikologi, kecerdasan interpersonal dapat mempengaruhi perkembangan emosi seorang anak melalui keterlibatannya dalam lingkungan sosial disekitarnya meliputi: kepekaan terhadap perasaan orang lain antara lain melalui ekspresi wajah, bahasa tubuh serta performa dan temperamen orang di sekitarnya.
    Berdasarkan beberapa studi yang telah dilakukan, perkembangan emosi seseorang secara positif akan meningkat sejalan dengan kecerdasan interpersonal melalui tingkat kepekaan dan kemampuan berinteraksi dengan individu lain dalam suatu komunitas masyarakat. Dengan demikian hubungan antara perkembangan emosi anak terhadap perkembangan kecerdasan interpersonal dapat diukur berdasarkan beberapa kriteria antara lain seperti daya tanggap atau respon terhadap orang lain, kemampuan menilai pribadi orang lain, penguasaan diri yang dapat ditindaklanjuti dengan introspeksi diri dalam upaya untuk menanggapi atau bereaksi atas lingkungan sosial disekitarnya.

    Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal Sebagai Dasar Pengembangan Kepribadian Anak

    Hubungan timbal balik antara tingkat emosi dan kecerdasan interpersonal dapat dijadikan sebagai dasar dalam membentuk suatu kepribadian yang positif terhadap tumbuh kembang seorang anak. Pendekatan persuasif secara menyeluruh selain dengan memantau perkembangan kecerdasan emosional (EQ) dapat dijadikan sebagai metode untuk pengembangan kepribadian anak.
    Nilai-nilai tingkat emosi yang mencakup pengendalian diri (emosi), kemandirian, tingkat adaptasi terhadap lingkungan, ketekunan, dan keseriusan serta sikap respect dan menghormati individu lain merupakan faktor-faktor penting yang dapat dijadikan sebagai pemicu (trigger) untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal dan Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal. Adapun indikator keberhasilan dari hubungan emosi dengan perkembangan kecerdasan interpersonal pada seorang anak dapat terlihat dari kemampuannya dalam membangun hubungan positif secara mutualisme dengan orang lain dan sekaligus mampu bersosialisasi dalam suatu komunitas.
    Dengan melihat hubungan perkembangan emosi anak terhadap kecerdasan atau sebaliknya maka kepribadian anak sesungguhnya dapat dikendalikan sejak dini melalui pendekatan baik secara verbal maupun non verbal. Pengembangan kepribadian secara utuh pada seorang anak mencakup emosi dan kecerdasan interpersonal pada akhirnya sangat ditentukan oleh kondisi lingkungan sosial sebagai faktor eksternal yang diawali dari lingkungan terdekat seperti keluarga, dan hubungan dengan lingkungan pertemanannya dan Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal.
    sumber : klik disini
    Artikel-artikel terkait
  • Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas
  • Mengontrol Perkembangan Emosi Pada Anak Berkebutuhan Khusus
  • Dampak Tayangan Televisi Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas
  • Pengaruh Perceraian Orangtua Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Perkembangan Emosi Anak
  • Dampak Kemajuan Teknologi Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal
  • Pengaruh Puasa Ramadhan Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Perkembangan Emosi Anak dengan Perkembangan Kecerdasan Musikal
  • 07.37 | 0 komentar

    Pengaruh Puasa Ramadhan Terhadap Perkembangan Emosi Anak


    Bagaimana pengaruh puasa Ramadhan terhadap perkembangan emosi anak? Puasa Ramadhan tentunya merupakan kewajiban bagi tiap muslim. Lalu bagaimana dengan anak-anak? Anak-anak yang belum melewati masa akil baliq tentunya tidak wajib berpuasa selama bulan Ramadhan. Namun, banyak anak-anak yang sudah berpuasa penuh layaknya orang dewasa bahkan sebelum akil baliq. Para orangtua yang menyuruh anaknya yang belum akil baliq untuk berpuasa biasanya beralasan agar anaknya terbiasa.
    Namun benarkah hal demikian ini dilakukan? Bagaimana menurut agama Islam? Bagaimana pengaruhnya terhadap kondisi kesehatan si anak sendiri?
    Bila ditinjau dari perspektif agama Islam sendiri, tidak ada salahnya membiasakan anak yang masih kecil untuk berpuasa. Berpuasa juga dapat melatih anak untuk mendekatkan dirinya pada Tuhan karena lewat berpuasa, anak diharapkan dapat memahami bahwa puasa merupakan bagian dari ibadah kepada Tuhan. Anak dapat memahami bahwa berpuasa bukanlah dikarenakan untuk memenuhi keinginan orang tua, atau sekedar ikut-ikutan dengan apa yang dilakukan orang tua. Dengan mengenalkan hal ini sejak kecil, maka anak akan terbiasa dan paham akan kewajiban yang harus ia penuhi kepada Tuhan di saat ia akil baliq nantinya.
    Selain itu, secara medis, berpuasa tidak akan membahayakan kondisi kesehatan si anak sendiri. Namun tetap harus diperhatikan kemampuan serta kondisi fisik si anak. Usahakan untuk tidak memberatkan anak dengan tuntutan untuk harus berpuasa penuh bila itu memang tidak sesuai dengan kemampuannya. Orang tua tetap harus menyesuaikan dengan kemampuan si anak sendiri karena setelah anak terbiasa tentunya peningkatan kuantitas puasa akan dapat dilakukan dengan lebih mudah.
    Lalu bagaimana dengan perkembangan emosi si anak sendiri? Adakah pengaruh puasa Ramadhan terhadap perkembangan emosi anak itu sendiri?
    Nah, sebagaimana diketahui bahwa berpuasa sendiri pada dasarnya tidak hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menahan emosi. Oleh karena itu, dengan mengajak anak berpuasa, orang tua dapat melatih dan mendidik anak untuk belajar mengendalikan diri dan emosinya.

    Pengaruh puasa Ramadhan terhadap perkembangan emosi anak dapat dilihat sebagai berikut:

    1. Anak Belajar Sabar
    Anak kecil cenderung untuk memilki banyak keinginan. Keinginan  itupun dapat dengan mudahnya berganti-ganti jika si anak mulai bosan. Dengan berpuasa, anak dilatih bahwa tidak seluruh keinginan dapat dipenuhi saat itu juga. Misalnya saja, di saat berpuasa, anak ingin menyantap hidangan kesukaannya atau meminum minuman segar di siang hari. Namun, karena sedang berpuasa, anak mau tidak mau harus bersabar hingga waktunya berbuka. Dengan demikian anak berlatih untuk bersabar serta tidak harus selalu menuruti egonya.
     2. Anak Menjadi Lebih Peduli
    Pada hakikatnya, berpuasa juga mengajarkan kita untuk lebih peduli terhadap sesama yang tidak selalu dapat makan tiga kali sehari seperti layaknya kita. Dengan diberikannya pemahaman semacam itu kepada anak, anak akan menjadi lebih peduli terhadap sesamanya yang kekurangan dan dapat melatih semangat berbagi yang dimiliki anak. Dengan demikian, emosi dan kepedulian sosial anak dapat terbentuk dengan baik.
    Melihat begitu banyaknya manfaat puasa bagi anak, maka tidak ada salahnya bagi para orang tua untuk melatih anaknya agar berpuasa sejak dini. Akan lebih baik lagi bila orang tua dapat memberikan motivasi pada anak serta menjadi teladan bagi anak dalam hal berpuasa. Demikian penjelasan mengenai pengaruh puasa Ramadhan terhadap perkembangan emosi anak.
    sumber : klik disini
    Artikel-artikel terkait
  • Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas
  • Mengontrol Perkembangan Emosi Pada Anak Berkebutuhan Khusus
  • Dampak Tayangan Televisi Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas
  • Pengaruh Perceraian Orangtua Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Perkembangan Emosi Anak
  • Dampak Kemajuan Teknologi Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal
  • Pengaruh Puasa Ramadhan Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Perkembangan Emosi Anak dengan Perkembangan Kecerdasan Musikal
  • 07.34 | 0 komentar

    Hubungan Perkembangan Emosi Anak dengan Perkembangan Kecerdasan Musikal


    Masih sedikit ulasan tentang hubungan antara perkembangan emosi anak dengan perkembangan kecerdasan musikal. Kecerdasan musikal mampu membantu anak untuk mengembangkan kecerdasan kognitif dan spasialnya dengan lebih baik. Anak yang dikenalkan pada musik sejak dini, bahkan sejak masih di dalam kandungan mampu membaca, menulis, menghitung, mengingat dan mempelajari bahasa dengan lebih baik. Musik juga membantu anak untuk berkonsentrasi dengan lebih baik.

    Kecerdasan Musikal

    Kecerdasan musikal seringkali dikaitkan dengan otak kanan. Selain kecerdasan musikal, otak kanan juga berpengaruh pada perkembangan kecerdasan emosional dan kreativitas. Hal yang unik mengenai kecerdasan musikal ini adalah efeknya yang juga berpengaruh pada peningkatan kemampuan elemen-elemen yang berkembang pada otak kiri, yaitu kemampuan kognitif, bahasa, matematika, dan hal-hal yang tersusun secara terstruktural. Kecerdasan musikal mampu meningkatkan perkembangan anak pada kecerdasan-kecerdasan kognitif tersebut.
    Kecerdasan musikal sendiri, menurut Howard Gardner diartikan sebagai kompetensi intelektual yang terpisah, di mana fungsinya terdapat pada suatu area khusus di otak, yaitu pada area otak kanan. Kecerdasan musikal, selain berpengaruh pada peningkatan perkembangan kecerdasan kognitif, juga berpengaruh pada kecerdasan emosional yang terletak di otak kanan. Pengenalan musik sejak dini pada anak mampu meningkatkan rasa percaya diri, kreativitas, dan perkembangan kecerdasan motorik. Pengenalan musik sejak dini juga membantu anak membangun kecakapan sosial dan emosional, membuat anak lebih tenang dan tidak mudah gelisah.

    Perkembangan Kecerdasan Musikal pada Batita

    Perkembangan kecerdasan musikal anak juga dipengaruhi oleh perkembangan kecerdasan lainnya, seperti kecerdasan emosional. Usia 0-9 tahun merupakan kelompok usia yang tepat untuk pengenalan musik yang manfaatnya akan terbawa hingga anak dewasa. Seperti telah diketahui, dalam rentang usia tersebut, 0-3 tahun adalah umur emas di mana seorang anak belajar tentang berbagai hal dari lingkungannya termasuk mengembangkan kecerdasan emosional. Pada rentang usia ini, hubungan antara perkembangan emosi anak dengan perkembangan kecerdasan musikal bersifat resiprokal, saling mendukung satu sama lain. Kecerdasan emosional membantu anak lebih fokus dalam belajar musik, sementara kecerdasan musikal yang dibangun membantu anak mengembangkan komunikasi, kecakapan sosial serta mengekspresikan dirinya.
    Ada beberapa cara untuk melatih kecerdasan musikal anak sejak dini:
    • Memperdengarkan musik sejak bayi masih dalam kandungan
    • Memperdengarkan musik pada bayi sejak lahir secara berkala
    • Melatih respon bayi terhadap suatu lagu. Bayi cenderung belajar berbicara dan berjalan pada usia 9 bulan. Pengenalan lagu dengan melodi simple seperti balonku, pelangi, atau bintang kecil dan bernyanyi sambil bertepuk tangan menjadi latihan yang dapat dilakukan.
    • Bermain sambil bernyanyi. Ketika bayi sudah bisa mengucapkan beberapa kata, ajak ia untuk bermain sambil bernyanyi dengan melengkapi potongan lagu yang sering dinyanyikan, Hal ini membantu menstimulasi daya ingat dan juga kemampuan berbicara. Anda juga dapat memberikan alat musik mainan untuk menstimulasi daya kreativitasnya dalam mengenali suara alat musik
    • Saat anak sudah berumur tiga tahun, Anda dapat mengajaknya secara aktif bermain alat musik. Namun demikian, pengenalan ini perlu memperhatikan minat dan bakat anak. Sebaiknya orang tua berkosnultasi ke psikolog untuk mengobservasi minat dan bakat anak. Penting bagi orang tua untuk tidak memaksakan pengenalan instrumen musik pada anak.
    Kecerdasan musikal dibangun secara bertahap. Pada usia 0-24 bulan, anak cenderung mempelajari musik secara pasif, yaitu dengan mendengar irama dan ritme dari lagu yang diputar. Pada usia 2 tahun ke atas, anak dapat dikenalkan pada musik secara aktif dengan memainkan alat musik. Hubungan antara perkembangan emosi anak dengan perkembangan kecerdasan musikal berperan besar pada tahap ini. Kecerdasan emosional anak membantu mereka untuk lebih fokus dalam mempelajari alat musik sejak usia dini. Pemilihan genre musik juga berpengaruh pada perkembangan kecerdasan musikal anak. Jazz dan musik klasik adalah dua genre utama yang menjadi pilihan.
    sumber : klik disini
    Artikel-artikel terkait
  • Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas
  • Mengontrol Perkembangan Emosi Pada Anak Berkebutuhan Khusus
  • Dampak Tayangan Televisi Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Mempersiapkan Perkembangan Emosi Anak Memasuki Masa Pubertas
  • Pengaruh Perceraian Orangtua Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Perkembangan Emosi Anak
  • Dampak Kemajuan Teknologi Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Antara Perkembangan Emosi Anak Terhadap Perkembangan Kecerdasan Interpersonal
  • Pengaruh Puasa Ramadhan Terhadap Perkembangan Emosi Anak
  • Hubungan Perkembangan Emosi Anak dengan Perkembangan Kecerdasan Musikal
  • 07.32 | 0 komentar
    Bse Information, Instructional Media And Educational Articles

    Kontak

    Nama

    Email *

    Pesan *

    Submit ExpressFree Webmaster Tools

    go green indonesia!